Benih kecil ditanam di tanah hitam,
Airnya busuk, pupuknya dendam,
Tumbuhlah batang penuh duri,
Daunnya tajam, menusuk hati sendiri.
Dulu tanganmu menabur dusta,
Kau sirami dengan canda nista,
Kini hujan turun bukan rahmat,
Petir datang menagih niat.
Angin berteriak memanggil nama,
Bumi berguncang menolak dosa,
Langit pun enggan menatap wajahmu,
Karena badai adalah anak dari langkahmu.
Tak ada teduh di ladang kelam,
Tak ada panen selain penyesalan,
Sebab siapa yang menanam angkara,
Akan menuai badai—di jiwa dan dunia.
[LT]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar