Tampilkan postingan dengan label Siompu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Siompu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 April 2021

Cerita Aron, Mahasiswa Yang Menjadi Relawan Pendata SDGs Desa Lapara

Siompu - InfoBusel || Aron Ariwata menjadi salah satu diantara beberapa Mahasiswa lainnya yang tergabung dalam Pokja relawan pendata SDGs (Sustainable Development Goals) program Kementerian Desa PDTT.

Aron bercerita, diawal diminta bergabung menjadi tim Pokja relawan pendataan dan pemutakhiran data SDGs di desa Lapara ia dan rekan-rekannya menyatakan kesediaannya, namun saat disodorkan kuisioner pendataan ia sempat ragu saat itu apakah ia mampu melaksanakan tugas pendataan karena menurutnya bahwa pendataan ini pekerjaan yang cukup rumit.

Penguatan dirinya kala itu datang dari sekretaris desa Lapara, Oleh Sekdes Lapara dijelaskan saat itu  bahwa pendataan SDGs ini tidak berjalan sendiri akan tetapi akan terus dikawal pemerintah desa dan juga akan selalu didampingi oleh pendamping desa.

Penguatan lainnya datang dari dirinya, menurutnya pendataan ini menjadi momentum bagi dirinya sebagai Mahasiswa untuk melaksanakan tugas pengbdian pada masyarakat sebagai mana tri dharma perguruan tinggi.

Kesediaan Aron juga dikarenakan ia memiliki kesempatan di desa, di masa pandemi ini ia dan rekan-rekan mahasiswa lainnya mengikuti kuliah virtual sehingga ada waktu luang di desa. 

Lebih lanjut Mahasiswa USN Kolaka ini menceritakan pengalamannya saat turun lapangan melakukan pendataan, ia bercerita ada banya hal unik, lucu dan juga menantang yang ia temui.

Unik dan lucunya misalnya saat ia mendapatkan respon masyarakat bilang "untuk apa tanya-tanya, kamu tanya-tanya mau kasi saya uangkah.?" cerita Aron sambil berkelakar. 

Lanjutnya, hal menantangnya dalam pendataan ini yakni perihal pertanyaan kuisioer yang membutuhkan pemahaman dan taktis khusus dalam pendataannya. 

Diuraikannya bahwa tidak semua pertanyaan dalam kuisioner SDGs itu bisa dipahami responden sehingga membutuhkan penjelasan lanjut untuk menjelaskan maksud dari pertanyaan kuisioner dan itu harus disampaikan dengan bahasa sederhana yang mampu dipahami responden sehingga cukup menyita waktu, urainya.

Untuk mempercepat pendataan maka dibutuhkan taktis khusus dalam melakukan pendataan, taktis pendataan antara lain dengan mengisi kuisioner cukup dengan pengamatan pendata. 

"Jadi pertanyaan dalam kuisioner itu tidak perlu semua ditanyakan kepada responden, ada beberapa pertanyaan yang cukup dengan pengamatan pendata" terangnya.

Kendati begitu, adanya tantangan-tantangan saat pendataan namun ia dan rekan-rekannya mengaku sangat menikmati tugas pendataan SDGs ini. Pengalaman turun langsung ke lapangan seperti ini tidak semua didapatkannya di dunia kampus sehingga ini menjadi pengalaman baru juga baginya.

"Hitung-hitung untuk mencari pengalaman, apalagi di masa pandemi ini kami memiliki sedikit waktu, momentum ini sebagai wujud partisiasi untuk ikut serta terlibat dalam pembangunan desa" tutup Aron.


Penulis : La Ode Ahmad Saleh (Pendamping Desa Kec. Siompu)

 

Kamis, 15 April 2021

10 Desa di Kecamatan Siompu Tuntas Salurkan BLT Dana Desa Bulan Januari 2021

Kepala Desa Kaimbulawa berpose bersama penerima BLT Dana Desa

Siompu - InfoBusel || Sepuluh desa di Kecamatan Siompu tuntas menyalurkan BLT Dana Desa untuk bulan Januari 2021. Total anggaran BLT Dana Desa yang tersalur untuk sepuluh desa yakni Rp. 157.500.000,- pada 525 keluarga penerima manfaat (KPM).

Adapun rincian jumlah Keluarga penerima manfaat masing-masing desa adalah sebagai berikut :

1. Desa Kaimbulawa 42 KPM

2. Desa Waindawula 24 KPM

3. Desa Lontoi 28 KPM

4. Desa Tongali 13 KPM

5. Desa Batuawu         52 KPM

6. Desa Karae                     10 KPM

7. Desa Lapara      76 KPM 

8. Desa Wakinamboro 111 KPM 

9. Desa Nggulangula   139 KPM

10. Desa Biwinapada 30 KPM


Selain penyaluran BLT bulan Januari, dibeberapa desa di Kecamatan Siompu juga sudah menyalurkan BLT Dana Desa bulan Februari dan Maret. Untuk penyaluran BLT bulan Februari, desa yang sudah menyalurkan yakni Desa Kaimbulawa, Desa Waindawula dan Desa Tongali sedangkan untuk Maret desa yang sudah menyalur BLT yakni Desa Kaimbulawa.


Pewarta: La Ode Ahmad Saleh (PDP Kec. Siompu)

 

Kamis, 01 April 2021

Mantapkan Pemutakhiran Data SDGs, Desa Biwinapada Lakukan Rapat Koordinasi

Siompu - Info Busel || Sebelum terjun melakukan pendataan, tim relawan pokja Pemutakhiran Data Berbasis SDGs Desa Biwinapada menggelar rapat pemantapan tim di Kantor Desa Biwinapada, Kamis (01/04/2021).

Dengan didampingi pendamping desa Kecamatan Siompu, rapat yang diikuti oleh seluruh tim pendata ini membahas teknis pendataan lapangan sekaligus mereview kembali format pendataan SDGs.

Kepala desa Biwinapada Halimin dalam arahannya berharap agar tim bekerja dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan hasil data SDGs yang valid dan dapat dipertanggung jawabkan.

Menurutnya, akan sia-sia pendataan jika dilakukan tanpa komitmen dari semua tim sementara SDGs adalah arah pembangunan desa kedepannya. Ia berharap pendataan tidak dilakukan di atas meja tapi betul-betul dilakukan real lapangan.

"Harapan saya, laksanakan kegiatan pendataan ini dengan sebaik-baiknya, karena jika data kita tidak valid maka pendataan ini sia-sia sementara kita sudah menganggarkan dan ini merupakan arahan penting Kementerian Desa" terangnya.

Halimin juga berharap agar dalam pendataan tidak perlu tergesa gesa untuk menyelesaikan pendataan.

Lebih laanjut ia menitip pesan jika ada hal-hal yg kurang dipahami dan mendapatkan kendala di lapangan selalu dikoordinasikn sesama tim maupun kepada pendamping desa.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Biwinapada La Rampi dalam arahannya juga berharap agar dalam pendataan dilakukan dengan jeli. 

"Saya menitip pesan kepada kita semua agar dalam setiap pendataan dilakukan dengan teliti, karena data ini akan menjadi patokan kita dalam menyusun pembangunan berkelanjutan" Harapnya. (asl1987)


Pewarta : La Ode Ahmad Saleh

 

Senin, 29 Maret 2021

Bupati Buton Selatan Serahkan Bantuan Kapal Nelayan dari Dana Desa di Waindawula

Siompu - InfoBusel || Dalam kunjungannya di Desa Waindawula, selain melaunching penanaman jeruk Siompu, Bupati Buton Selatan H. La Ode Arusani didampingi Ketua Penggerak PKK Buton Selatan Hj. Wa Ode Ruhania Arusani juga menyerahkan bantuan bodi katinting kepada nelayan Desa Waindawula Kecamatan Siompu, Sabtu, 27 Maret 2021.

Sebanyak 6 unit kapal nelayan yang diserahkan merupakan Program Dana Desa Waindawula tahun 2021 tahap pertama dari perencanaan yang seluruhnya 20 unit bantuan dalam bentuk Bodi Katinting.

Ditemui seusai penyerahan, Kepala Desa Waindawula Sudirman menjelaskan bahwa kegiatan Dana Desa tahun 2021 selain diarahkan pada kegiatan pelayanan sosial dasar, dana desa juga diarahkan pada kegiatan penguatan ekonomi masyarakat berupa PKTD, BLT Dana Desa dan bantuan bodi katinting kepada nelayan.

Sudirman bilang, bantuan bodi katinting yang diserahkan saat ini baru sejumlah 6 unit dari total 20 unit yang diprogramkan, hal ini dikarenakan Dana Desa bertahap penyalurannya ke desa sehingga nanti akan dilanjutkan lagi ditahap berikutnya.

Menurutnya, dari total 20 unit yang diberikan kepada nelayan ini masih kurang, dari hasil pengamatannya di lapangan masih banyak nelayan yang membutuhkan kapal seperti ini sehingga kedepannya program bantuan kapal nelayan akan masih diprogramkan di tahun-tahun berikutnya.

Kepala Desa dua periode ini menguraikan komitmennya dalam menyukseskan program dana desa, menurutnya apa yang diprogramkan saat ini merupakan upaya melaksanakan arahan prioritas Dana Desa tahun 2021.

Dalam arahan Kementerian Desa PDTT lanjutnya, Dana Desa 2021 diarahkan pada kegiatan kegiatan pemulihan ekonomi nasional, pelaksanaan prioritas nasional dan adaptasi kebiasaan baru, sehingga dalam melaksanaan petunjuk tersebut lanjutnya desa Waindawula melaksanakan program PKTD, BLT Dana Desa, Konvergensi pencegahan stunting, pendataan SDGs, Pelayanan sosial dasar lainnya dan Bantuan Kapal Nelayan berupa Bodi Katinting.

Lebih lanjut Sudirman menyampaikan terima kasihnya kepada Bupati Buton Selatan H. La Ode Arusani telah bersedia hadir di tengah-tengah masyarakat Desa Waindawula. Baginya, kehadiran Bapak Bupati Buton Selatan merupakan support bagi masyarakat desanya untuk terus giat menyukseskan pembangunan di Buton Selatan. "Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati hadir ditengah-tengah kami, ini merupakan sebuah support bagi kami untuk terus berbuat mensukseskan pembangunan desa dan Buton Selatan" terangnya. (asl87)


Pewarta : La Ode Ahmad Saleh

Editor     : La Taane

 

Sabtu, 27 Maret 2021

Bupati Busel Launching Penanaman Jeruk Siompu pada Kegiatan PKTD Desa Waindawula


Siompu - InfoBusel
|| Bupati Buton Selatan H. La Ode Arusani secara simbolis menanam pohon jeruk Siompu di Desa Waindawula, Kecamatan Siompu, Sabtu, 27 Maret 2021.

Kegiatan penanaman jeruk Siompu yang dilaunching oleh Bupati Buton Selatan ini merupakan kegiatan program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang dibiayai melalui Dana Desa Waindawula tahun 2021.

Berdasarkan anggaran pendapatan dan belanja desa Waindawula tahun 2021, Kegiatan Padat Karya Tunai desa (PKTD) diarahakan pada kegiatan pembersihan lahan dan pemeliharaan perkebunan jeruk Siompu.

Kepala Desa Waindawula Sudirman, menjelaskan bahwa kegiatan program padat karya tunai yang dilakukan saat ini berdasarkan hasil musyawarah desa tahun 2020 sehingga dituangkan dalam APBDes 2021.

Menurutnya apa yang diprogramkan saat ini merupakan program Dana Desa dalam upaya melaksanakan salah satu arahan prioritas Dana Desa tahun 2021.

Dalam arahan Kementerian Desa PDTT lanjutnya, PKTD merupakan upaya pelaksanaaan SDGs desa dalam memberikan penguatan ekonomi masyarakat desa, terlebih di masa sulit pandemi Covid-19.

Kata Sudirman, Jumlah bibit yang akan ditanam di tahun 2021 ini merupakan jeruk asli Siompu dengan jumlah 1.500 pohon, keterbatasan bibit Jeruk menjadi kendala sehingga ditahun ini baru 1.500 pohon yang akan ditanam terangnya. 

Lanjutnya, kedepan kegiatan pembiakan Jeruk Siompu akan terus menjadi perhatian pemerintah desa,  Kegiatan penanaman jeruk yang dilakukan saat ini merupakan wujud komitmen pemerintah desa Waindawula dalam upaya melestarikan jeruk Siompu yang merupakan jeruk Ikon Pulau Siompu kata Kepala Desa dua periode ini.


Pewarta : La Ode Ahmad Saleh (PDP Kec. Siompu)

Editor     : La Taane

Senin, 01 Maret 2021

Jeruk Siompu Buton Selatan Dinobatkan Sebagai Jeruk Termanis di Indonesia

Siompu – InfoBusel || Jeruk Siompu - Buton Selatan dinobatkan sebagai jeruk termanis di Indonesia melalui Kontes Jeruk Keprok Nasional di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, pada tahun 2016 lalu.

Bak primadona, jeruk siompu menjadi buah andalan masyarakat Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara.

Dilansir dari Indonesia.co.id, Jeruk siompu memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan jeruk di daerah lain. Buah berbobot 135-200 gram ini rasanya lebih manis dibandingkan dengan semua jenis jeruk unggulan di tanah air, seperti jeruk keprok sumatra, jeruk kalimantan, atau jeruk dari Bali dan Pulau Jawa.

Menurut Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Balitbang Pertanian Kementan, jeruk siompu masuk sebagai jeruk unggulan nasional melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian nomor 742/Kpts/TP.240/7/97. Tingkat kemanisannya jeruk siompu berada pada skala 11-12 derajat Brix.

Tumbuh hidup di perbukitan dengan struktur tanah yang kering, tampilan fisik jeruk siompu saat panen berwarna kuning emas dan daging buah orange terang. Tekstur kulitnya agak tebal, sedikit kasar serta mudah dikupas.

Jeruk siompu diketahui pernah menjadi buah-buahan untuk jamuan kenegaraan di Istana Negara pada 1990-an. Selain itu, jeruk siompu merupakan primadona tanaman buah di Pulau Siompu, Kabupaten Buton Selatan. Dari penuturan petani setempat, jeruk siompu jika ditanam di luar pulau Siompu, maka cita rasanya berubah, bahkan ada yang sampai terasa seperti jeruk nipis. 

Beberapa tahun terakhir ini, populasi jeruk siompu semakin berkurang, karena itu pemerintah daerah Buton Selatan bersama beberapa kepala desa di Kecamatan Siompu memprioritaskan pengembangan jeruk siompu ini dengan memperbanyak populasi/bibit melalui dana desa, dengan target menjadi produk unggulan desa (prudes) sekaligus wisata jeruk (agrowisata).


Penulis : La Taane (TA TTG/PIC Media Informasi dan Publikasi P3MD Buton Selatan)

Minggu, 15 November 2020

Desa Biwinapada Gelar Musyawarah Perencanaan Pembangun Desa Tahun 2021

Siompu - InfoBusel || Bertempat di Aula Kantor Desa Biwinapada, Minggu, 15 November 2020, Pemerintah Desa Biwinapada menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa, dengan agenda pokok membahas dan menyepakati rancangan Rencana Kerja Pemerintah Desa tahun 2021.

Musrenbang Desa yang diikuti oleh Pemerintah Desa, BPD, Camat Siompu, Pendamping Desa dan unsur masyarakat Desa Biwinapada ini melahirkan beberapa program kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun 2021.

Dalam sesi pembukaan Musrenbang, Kepala Desa Biwinapada, Halimin, menyampaikan bahwa pelaksanaan Musrenbang merupakan agenda merumuskan program kerja tahun 2021. Ia berharap rumusan program yang dihasilkan dapat mengakomodir kebutuhan yang paling mendesak dengan tetap mengacu pada prioritas yang sudah digariskan oleh regulasi yang ada.

"Regulasi yang ada itu misalnya terkait penggunaan Dana Desa tahun 2021 diatur dalam Permendes PDTT Nomor 13 tahun 2020, bahwa dalan aturan Permendes PDTT tersebut Dana Desa diarahkan pada tiga hal, pertama - upaya pemulihan ekonomi nasional, kedua - Dana Desa diarahkan pada program prioritas nasional dan ketiga adaptasi kebiasaan baru" terangnya.

Senada dengan Kades, Ketua BPD Desa Biwinapada mengungkapkan bahwa Dalam pelaksanaan yang Musrenbang tentunya banyak usulan program, nantinya usulan itu tetap akan dimasukan dalam RKP desa namun tidak semua dapat diakomodir melalui Dana Desa sehingga itu akan diusul ke Pemda.

Kegiatan musrenbang yang diwarnai diskusi ini kemudian menyepakati beberapa usulan, antara lain yang diusulkan perluasan jaringan air bersih, pemberian modal untuk unit usaha BUMDes, konvergensi penanganan stunting, pengadaan rumpon dan Katinting, pengadaan budidaya tanaman hidroponik.

Abdul Jamal selaku ketua tim penyusun RKP menguraikan bahwa perluasan jaringan air bersih ini dengan melakukan pembuatan sumur bor dengan bak penampung yang dilengkapi dengan panel tenaga surya sebagai sumber listrik. Untuk pengelolaan air bersih ini nantinya akan dikelola oleh PDAM Desa di bawah naungan BUMDes.

Lebih lanjut Jamal yang juga Kaur Perencana ini mengungkapkan, air bersih ini merupakan kebutuhan paling mendasar. Saat ini di desa Biwinapada kesulitan air bersih paling terasa terjadi di dusun Liawabanta sehingga di dusun ini paling diprioritaskan. Kesulitan lainnya soal air bersih juga dirasakan ketika musim kemarau. Di musim kemarau debit air yang mengalir berkurang, apalagi mata air ini digunakan oleh dua desa, Biwinapada dan Nggulanggula dan itu dirasakan oleh seluruh masyarakat desa Biwinapada.

Untuk penguatan BUMDes, selain mengelola unit usaha air bersih target unit usaha lainnya adalah pembuatan ATM mini dan loket penjualan tiket. "Targetnya dengan pendirian unit usaha ini maka masyarakat desa Biwinapa tidak perlu jauh-jauh melakukan transaksi uang karna BUMDes akan menyiapkan itu" terangnya. (asl87)


Penulis : La Ode Ahmad Saleh (PDP Kec. Siompu) & Abdul Jamal

Editor    : La Taane

 

Jumat, 13 November 2020

Musdesus Desa Lontoi Tetapkan 50 KPM Penerima BLT Dana Desa

Siompu - InfoBusel || Hasil Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) desa Lontoi Kecamatan Siompu, Jumat, 13 November 2020 di Aula Kantor Desa Lontoi menetapkan keluarga penerima manfaat (KPM) BLT-Dana Desa sejumlah 50 KK untuk penerima bulan Oktober, November dan Desember 2020.

Dari 50 KPM penerima BLT Dana Desa tersebut terjadi pengurangan sejumlah 2 KPM dari jumlah sebelumnya 52 KPM. Pengurangan tersebut berdasarkan dari hasil evaluasi tim pendata bahwa 2 KPM tersebut saat ini sudah terdaftar pada jaring pengaman sosial yang lain.

Musdesus yang dihadiri oleh jajaran pemerintah Desa Lontoi, BPD, Pendamping Desa dan masyarakat Desa Lontoi ini sebagai tindak lanjut dari Permendes Nomor 14 tahun 2020 tentang perubahan Prioritas penggunaan Dana Desa 2020 yang mana dalam hal BLT Dana Desa diperpanjang sampai bulan Desember 2020 dengan besaran Rp. 300.000,- per bulan.

Pendamping Desa Kecamatan Siompu La Ode Ahmad Saleh mengungkapkan bahwa BLT Dana Desa merupakan salah satu upaya Kementerian Desa PDTT dalam membentuk jaring pengaman sosial. "Dengan pengalokasin BLT Dana Desa ini, target pemerintah adalah meningkatkan daya beli dan daya ungkit ekonomi masyarakat desa dalam masa pandemi Covid 19 ini" terangnya. (asl1987)


Penulis : La Jusman (PLD Kec. Siompu)

Editor    : La Taane

 

Minggu, 18 Oktober 2020

2021 Desa Waindawula Fokus Kembangkan Prudes Jeruk Siompu

Siompu - InfoBusel  ||  Pemerintah Desa Waindawula fokuskan pengembangan produk unggulan Jeruk Siompu sebagai salah program kerja Pemerintah Desa tahun 2021.

Hal tersebut disepakati dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) yang digelar di Aula Kantor Desa Waindawula pada 18 Oktober 2020 yang dihadiri Oleh seluruh jajaran Pemerintah Desa, BPD, Pendamping Desa Kecamatan Siompu dan Masyarakat Desa Waindawula.

Dalam paparannya, Sudirman selaku Kepala Desa Waindawula menguraikan terkait pengembangan jeruk Siompu sebagai langkah pemerintah desa dalam mengembangangkan ikon Siompu yang saat ini kondisinya belum maksimal.

Menurutnya, Pengembangan jeruk Siompu harus terus digenjot, selain sebagai upaya mempertahankan Ikon Siompu juga sebagai upaya pemerintah desa dalam menggenjot perekonomian masyarakat dari komoditas jeruk Siompu.

Senada dengan Kepala Desa, Ketua BPD Mahmud Tongku dalam sambutannya menyampaikan pentingnya mengembangkan jeruk endemik ini. Dalam uraiannya, bahwa Desa Waindawula saat ini menjadi primadona karena wisata jeruknya."Orang-orang diluar desa kita kalau ke Waindawula karena mau melihat jeruk. Peluang ini harus kita tangkap sebagai potensi ekonomi kita" jelas Mahmud.

Selain penetapan kegiatan pengembangan jeruk Siompu, disepakati pula kegiatan lainnya yang akan diprogramkan untuk tahun 2021 yaitu mengarah pada kegiatan pengembangan ekonomi untuk menunjang kegiatan Nelayan, Petani dan Kegiatan Pelayanan Kesehatan yang mengarah pada konvergensi penanganan stunting.

Pendamping Desa Kecamatan Siompu  (La Ode Ahmad Saleh) & Pendamping Lokal Desa (La Jusman) yang turut hadir dalam acara ini Dengan nada  yang sama menjelaskan bahwa apa yang menjadi keputusan Musrenbang Waindawula hari ini sejalan dengan apa yang diprogramkan oleh Kementerian Desa PDTT dan Visi Buton Selatan Berdaya Saing. 


"Dalam Kondisi Covid 19 ini fokus Kementerian Desa PDTT diarahkan untuk program dan/atau kegiatan percepatan pencapaian SDGs Desa melalui  pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan desa, program prioritas nasional sesuai kewenangan desa, dan adaptasi kebiasaan baru desa yang dimuat dalam Permendesa Nomor 13 tahun 2020. 

Demikian pula visi Bupati Buton Selatan bahwa untuk menuju Buton Selatan berdaya saing maka semua stakeholder harus berperan serta. "kontribusi itu termasuk desa dengan memprogramkan kegiatan yang yang mendukung pembangunan daerah " terangnya. (ASL)


Penulis : Jusman & Laode Ahmad Saleh

Editor    : Anex

 

Senin, 05 Oktober 2020

Kembangkan Wisata, Desa Karae Bentuk Pokdarwis



Siompu - InfoBusel
|| Bertempat di Aula Serba Guna Desa Karae, Pemerintah Desa Karae menyelenggarakan musyawarah pembentukan Kelompok sadar Wisata (Pokdarwis), Minggu, 4 Oktober 2020. Dari musyawarah yang diikuti oleh jajaran Pemerintah Desa, BPD, Pendamping Desa Kecamatan Siompu dan Kelompok Pemuda Karae ini menghasilkan kesepakatan Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Karae dengan Nahkoda Pokdarwis Hasan, SH. Dalam sambutannya, Rahim selaku Kepala Desa Karae memaparkan bahwa pembentukan Pokdarwis adalah sebagai upaya pemerintah desa dalam mendorong partisipasi masyarakat untuk ikut berperan serta dalam pembangunan desa. Menurutnya, dalam hal pembangunan, pemerintah desa tidak bisa berpikir sendiri, dibutuhkan ide-ide kreatif untuk majunya desa, terlebih kelompok pemuda yang ada di desa diharapkan dapat menuangkan kreatifitasnya untuk mendorong sektor pariwisata desa. Rahim bilang bahwa kewajiban Pemerintah Desa memfasilitasi terbentuknya kelompok-kelompok kelembagaan di desa termasuk dalam hal penganggaran dirinya menyampaikan tidak akan menutup diri untuk itu "tinggal dilihat mekanisme dan regulasi yang ada tentang batasan-batasan pengalokasian anggaran, kalau bisa kenapa tidak" terangnya. Senada dengan Kepala Desa Karae, La Ode Ahmad Saleh selaku Pendamping Desa Kecamatan Siompu mengungkapkan bahwa pengembangan wisata desa sejalan dengan program Kementerian Desa PDTT. Dalam Prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2021 arah penggunaan dana desa diprioritaskan untuk pencapaian SDGs Desa. SDGs Desa adalah upaya terpadu mewujudkan Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, Desa ekonomi tumbuh merata, Desa peduli kesehatan, Desa peduli lingkungan, Desa peduli pendidikan, Desa ramah perempuan, Desa berjejaring, dan Desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. "Nah dari poin SDGs itu maka tentunya sejalan dengan target pembentukan Pokdarwis itu sendiri" terangnya. Mantan Aktivis Perikanan Unhas ini berharap, terbentuknya Pokdarwis desa karae akan menjadi mesin penggerak baru di desa. Ada banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk mendorong sektor wisata desa ini, sebab bicara Siompu potensi itu semua ada, mulai dari potensi laut, potensi jeruk Siompu yang sudah dikenal luas, potensi budaya, potensi tenun dan potensi-potensi lainnya yang mendukung wisata desa. Lebih lanjut Pendamping Desa Siompu ini mengungkapkan bahwa Tugas pendamping desa salah satunya mendorong terbentuknya Kelembagaan-kelembagaan di desa sehingga kedepan pasca pembentukan pokdarwis ini dirinya juga akan terus mengawal termasuk dalam pengusulan ke kegiatan di desa. (ASL)

Penulis :La Ode Ahmad Saleh (PDP Kec. Siompu)
Editor  : Anex

 

Kamis, 01 Oktober 2020

Bupati Buton Selatan Berkantor Di Pulau Siompu

Siompu - InfoBusel || Setelah sekian lama, sejak Indonesia merdeka dan dimekarkan dari Kecamatan Batauga, saat masih masuk wilayah Kabupaten Buton Kecamatan Siompu Pada 25 Februari 2003, hari ini bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2020, untuk pertama kalinya mobil kendaraan Bupati DT 1 W mendarat di Siompu.

Bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Buton Selatan H. La Ode Arusani bersama seluruh Kepala OPD dan Pejabat Lingkup Sekretariat Daerah Berkantor di Kecamatan Siompu Barat dengan membawa seluruh kendaraan Dinas Roda Empat untuk waktu 2 Hari,  yaitu Kamis dan Jumat, tanggal 1 - 2 Oktober 2020.  Kegiatan ini menandai secara resmi beroperasinya Fery Baubau-Kadatua-Siompu secara rutin.


Teks : Kominfo Buton Selatan


 

Sabtu, 25 Juli 2020

Promosikan Agrowisata, Desa Kaimbulawa & Waindawula Adakan Panen Raya Jeruk Siompu

Foto : Saleh

Ketua Tim Penggerak PKK Busel Wa Ode Ruhania Arusani didampingi tokoh adat Kaimbulawa -Waindawula secara simbolis melakukan panen raya Jeruk Siompu.

Siompu - InfoBusel.  Ketua Tim Penggerak PKK Buton Selatan Wa Ode Ruhania Arusani didampingi tokoh adat Waindawula-Kaimbulawa Kecamatan Siompu secara simbolis melakukan panen jeruk Siompu di Desa Waindawula Kecamatan Siompu, Sabtu 25/07/2020.

Kepala Desa Kaimbulawa mengungkapkan bahwa kegiatan panen raya ini merupakan kegiatan tahunan sebagai sebagai wujud kesyukuran masyarakat desa Siompu ketika masa panen selain sebagai upaya pemerintah desa Kaimbulawa dan Waindawula dalam mempromosikan wisata kearifan lokal Siompu.

Dalam sambutannya Drs. Haruddin, M.Si selaku Camat Siompu menyampaikan bahwa jeruk Siompu memiliki keunikan khas yang berbeda dengan jeruk-jeruk lainnya.

Khasnya jeruk memiliki rasa manis yang khas, selain itu jeruk Siompu merupakan jeruk endemik yang hanya bisa tumbuh di Pulau Siompu.

Lebih lanjut Camat Siompu mengatakan bahwa saat ini jeruk Siompu produksinya sudah menurun dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, hal ini disebabkan adanya penyakit hama yang sampai saat ini belum ditemukan cara penanganannya. Olehnya itu ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten Buton Selatan dalam hal ini Dinas Pertanian Buton Selatan dapat mencarikan solusi agar hama penyakit jeruk ini dapat diatasi.
Hadir dalam kegiatan panen raya ini, Ketua Penggerak PKK Buton Selatan, OPD lingkup Buton Selatan, Camat Siompu, Kepala Desa se Kecamatan Siompu, Tokoh adat Siompu dan Masyarakat Kecamatan Siompu. (asl87)

Penulis : Laode Ahmad Saleh
Editor   : Anex

Senin, 20 Juli 2020

Gelar Rapat Koordinasi, Desa Biwinapada Bahas Perubahan Anggaran dan Evaluasi Program

Foto : Saleh

Pemerintah Desa Biwinapada bersama BPD saat Rapat Koordinasi didampingi Pendamping Desa


Siompu-InfoBusel. Bertempat di Kantor Desa Biwinapada, Pemerintah Desa Biwinapada bersama BPD dengan didampingi Pendamping Desa Kecamatan Siompu melaksanakan rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan pembangunan desa, Minggu (19/7/2020).
Rapat Evaluasi yang dilakukan guna membahas dan mengevaluasi pelaksanaan pembangunan desa serta perubahan anggaran dalam APBDes yang mana tahun 2020 terjadi pengurangan pagu anggaran desa baik yang bersumber dari ADD maupun DD. Halimin selaku Kepala Desa Biwinapada menyampaikan bahwa pengurangan ADD sebesar Rp. 72.772.000,- dan Dana Desa (DD) sebesar 10.807.000,- sehingga Total Pendapatan Desa Biwinapada setelah perubahan yang sebelumnya sebesar 1,566,580,000,- berkurang kini menjadi Rp. 1.483.001.000,- Perubahan tersebut otomatis mengharuskan pihaknya melakukan perubahan kegiatan dalam postur APBDes terlebih adanya keharusan pengalokasian BLT Dana Desa dan kegiatan penanganan Covid 19. Untuk BLT sendiri, Desa Biwinapada mengalokasikan sebesar Rp. 108,000,000,- dengan penerima sebanayak 40 KPM dan untuk kegiatan penanganan Covid-19 sebesar Rp. 60,000,000,-. Sedangkan untuk perubahan kegiatan pada belanja ADD, pengurangan kegiatan pada belanja inventaris, perjalanan dinas, HUT Desa dan beberapa kegiatan lainya yang belum terlalu urgen dan masih bisa dialokasikan di tahun berikutnya. Dalam kesempatan yang sama, La Ode Ahmad Saleh selaku Pendamping Desa mengungkapkan bahwa fokus pembahasan desa untuk saat ini yaitu perubahan APBDes, percepatan pelaksanaan padat karya tunai (PKTD), penyaluran BLT DD bulan ke tiga, serta pelaporan kegiatan penanganan Covid dan pelaporan kegiatan penanganan stunting di desa dalam aplikasi eDMC-19 dan eHDW. Dalam arahannya, Untuk percepatan pelaksanaan PKTD harus segera dilakukan, mengingat hal tersebut merupakan perintah wajib dari Kementerian Desa PDTT bahwasanya PKTD sebagai langkah pemerintah dalam meringankan beban masyarakat desa dalam masa panedmi ini selian dari pemberian BLT. Selanjutnya untuk penyaluran BLT dirinya berharap penyaluran harus secepatnya paling lambat Selasa 21 Juli 2020. (asl87)

Penulis : Laode Ahmad Saleh
Editor    : Anex

 
  

Jumat, 17 Juli 2020

Senyum Masyarakat Desa Tongali Berkat PKTD

Wa Puasa saat menerima upah kerja dan harga material (batu) dari Bendahara Desa Tongali disaksikan Kepala Desa Tongali

Foto: La Ode Ahmad Saleh 

Siompu-InfoBusel. Ibu Wa Puasa tampak sumringah, keringat dan lelahnya seketika terobati setelah sehari ini ia dan 180 masyarakat desa Tongali lainnya ikut mengambil bagian sebagai pekerja dalam kegiatan padat karya tunai desa (PKTD) pembangunan bak penampungan air bersih yang nantinya akan menjadi sumber air bersih bagi masyarakat desanya.

Upah yang diterima Ibu Wa Puasa rupanya bukan hanya upah kerja setelah seharian ia ikut mengangkut ember pengecoran bak penampung air, akan tetapi hari ini ia juga menerima harga batu yang ia kumpulkan hari-hari sebelumnya yang langsung dibeli oleh desa.
Kepala Desa Tongali, La Ahmad

Kepala Desa Tongali La Ahmad, yang turut hadir mengawasi jalannya kegiatan mengungkapkan bahwasanya pekerjaan PKTD ini sebagai langkah perwujudan amanah Kementerian Desa Pembagunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bahwasanya skema pelaksanaan Dana Desa dilaksanakan dengan sistem swakelola yakni yang diberdayakan adalah sumberdaya masyarakat desa Tongali itu sendiri, baik tenaga kerja lokal maupun material semua dari dalam desa Tongali sehingga Dana Desa dapat berputar tidak keluar dari desa.

Suasana Pekerjaan Padat Karya Pengecoran Bak Air Desa Tongali

"Jadi untuk pekerjaan pembangunan  sumur ini kami libatkan 180 orang pekerja semua masyarakat desa Tongali, kemudian material batu semua kami beli langsung dari masyarakat, jadi masyarakat yang nikmati" terangnya.

Lebih lanjut Matro sapaan akrab Kepala Desa Tongali mengungkapkan Padat Karya Tunai juga sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Desa Nomor 8 tahun 2020 tentang penegasan Dana Desa digunakan untuk kegiatan PKTD sebagai upaya pemerintah desa membantu masyarakat dalam kondisi Pandemi Covid-19, yang mana Covid-19 ini berimbas pada seluruh sendi ekonomi masyarakat.

"Untuk penganggaran tahun 2020 ini Desa Tongali selain memprogramkan padat karya juga desa  mengalokasikan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Jadi selain terbantu dengan padat karya tunai masyarakat desa saya juga terbantu dengan adanya Bantuan Langsung Tunai" tutupnya. 

Penulis : La Ode Ahmad Saleh
Editor.   : Anex



BERITA POPULER

Berita Terbaru

Keciprat Dana 22 M, Desa Gerak Makmur Dapat PSN Kampung Nelayan Merah Putih

Sampolawa - TPPBusel || Desa Gerak Makmur Kecamatan Sampolawa kecipratab dana Rp. 22 M dari Program Strategis Nasional Kampung Nelayan Mera...