Tampilkan postingan dengan label #Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Wisata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Mei 2021

Gus Menteri Halal Bihalal dengan Pengelola Desa Wisata

Jakarta - InfoBusel || Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar melakukan halal bihalal virtual bersama sejumlah pengurus desa wisata di Indonesia, Jakarta, Selasa (18/5).

Ia juga memanfaatkan halal bihalal tersebut untuk memantau pengelolaan desa wisata di era pandemi Covid-19.

Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri ini mengatakan, desa wisata menjadi salah satu harapan bagi pemulihan ekonomi nasional. Meski demikian, pengelolaan desa wisata wajib memenuhi protokol kesehatan, untuk mencegah terjadinya peningkatan penyebaran Covid-19.

"Desa wisata tetap buka, meningkatkan ekonomi, tapi juga harus semaksimal mungkin bisa menekan penyebaran Covid-19," ujar Gus Menteri.

Gus Menteri mengajak seluruh pengurus desa wisata untuk mempertimbangkan faktor kesehatan dan ekonomi dalam mengelola desa wisata. Ia tak ingin, kesalahan dalam mengelola desa wisata akan berdampak buruk bagi kesehatan warga dan para wisatawan.

"Desa wisata harus bangkit, harus memberikan pelayanan yang baik sehingga ekonomi bisa tumbuh. Tapi jangan lupa, desa wisata juga bisa dikhawatirkan meningkatkan jumlah Covid-19 gara-gara salah kelola," ujarnya.

Di sisi lain ia mengatakan, desa wisata sendiri merupakan salah satu unit usaha yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ia berharap, posisi BUMDes yang saat ini telah berbadan hukum akan mempermudah pengembangan seluruh desa wisata yang ada.

"BUMDes sebagai induk berbagai unit usaha yang salah satunya desa wisata, bisa leluasa bekerjasama dengan stakeholder yang ada, baik BUMN, BUMD, bahkan swasta. Inilah harapan utama kita terkait pemulihan ekonomi di desa," ujar Gus Menteri.

Dalam kegiatan tersebut, Gus Menteri juga mendengarkan berbagai keluhan permasalahan dan saran dari pengurus desa wisata yang hadir. Ia berharap, kepala desa, pengurus BUMDes, dan pengurus desa wisata terus berpacu agar desa wisata benar-benar berkontribusi bagi percepatan ekonomi desa.

"Kalau desa ekonominya tumbuh dan pulih lebih cepat, maka desa akan menjadi faktor penentu percepatan pemulihan ekonomi nasional," ujarnya.


Foto: Angga/Humas Kemendes PDTT

Teks: Novri/Humas Kemendes PDTT

 

Selasa, 13 April 2021

Wamen Budi Arie: Dana Desa Bisa Digunakan Untuk Pengembangan Desa Wisata

Jakarta - InfoBusel || Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa Dana Desa bisa digunakan untuk pengembangan desa wisata.

Hal itu disampaikan usai melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Herliani Tanoesoedibjo di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Jakarta pada Jumat (9/4).

Menurutnya, dalam pengembangan wisata yang ada di desa perlu ada sinergitas antar kementerian dan lembaga serta pemangku kepentingan yang ada di desa. Apalagi, terkait dengan anggaran.

"Jadi, Kita akan keroyok bersama-sama untuk mengembangkan pariwisata didesa. Desa bisa manfaatkan untuk pengembangan desa wisata melalui dana desa. Apalagi, dalam pengelolaannya dikelola oleh BUMDes sehingga bisa meningkatkan perekonomian dan mensejahterakan masyarakat desa," katanya.

Lebih lanjut, Wamen Budi Arie mengatakan bahwa Kemenparekraf akan mengembangkan 244 desa wisata unggulan yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Pengembangan 244 desa wisata unggulan yang menjadi target Kemenparekraf ini akan kita dukung dengan program-program yang ada di Kemendes. Dan kita akan dorong desa-desa untuk mensukseskannya," katanya.

Wamen Budi Arie menambahkan, bahwa berdasarkan pantauan dirinya, terdapat tiga syarat majunya desa. Pertama masih banyak anak mudanya di desa. Kedua SDM harus kreatif dan inovatif dan Ketiga adanya partisipasi masyarakat.

"Dalam pembangunan dan pengembangan pariwisata di desa perlu ada keterlibatan masyarakat dan masyarakat diberdayakan dalam proses pembangunan pariwisata. Jangan hanya jadi penonton. Saya yakin, pariwisata akan menjadi tulang punggung Indonesia di masa kini dan masa depan," katanya.


Foto: Andri/Humas Kemendes PDTT

Teks: Rusli/Humas Kemendes PDTT

 

Minggu, 07 Maret 2021

Gus Menteri: Pengelola Desa Wisata Harus Kreatif dan Aktif di Media Sosial

Pasuruan – InfoBusel || Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar mengimbau pengelola desa wisata untuk lebih kreatif dan aktif mempromosikan desa wisata di media sosial.
Hal itu ia sampaikan saat memberikan Keynote Speaker dalam Meet and Greet dengan pegiat Desa Wisata yang diselenggarakan Yayasan Stapa Center dengan tema Pemulihan Ekonomi Desa Wisata dan Strategi Keberlanjutan di Hotel Taman Dayu, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jumat (5/3).
Pria yang akrab disapa Gus Menteri ini mengatakan, Indonesia harus bersyukur jika dibandingkan negara-negara lain di ASEAN dalam menghadapi Pandemi COVID-19.
“Dibandingkan negara-negara lain di ASEAN Indonesia termasuk yang bagus. Indonesia memiliki ketahanan yang cukup tinggi, hampir setiap resesi dunia Indonesia memiliki ketahanan yang cukup tinggi dalam berbagai resesi yang pernah terjadi, termasuk hari ini,” jelasnya.
“Hal tersebut salah satunya adalah karena basis desa di Indonesia. Satu-satunya yang tidak minus pertumbuhannya itu pertanian, jadi semuanya minus. Termasuk pariwisata” sambungnya.
Oleh karena itu, ia mengimbau agar desa wisata bisa dipromosikan di media sosial. Menurutnya, dengan promosi yang dilakukan akan menarik wisatawan untuk berkunjung.
Namun begitu, ia juga tetap meminta agar pengelola desa wisata menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat agar tidak menimbulkan kluster baru.
“Pemasaran wisata dengan online itu penting, beberapa hari ini,  banyak sekali daerah-daerah wisata yang menjadi perhatian mampu mengekspose sesuatu yang aneh di media sosial akhirnya jadi viral. Makanya mengelola desa wisata itu yang kreatif, bikin yang aneh-aneh ,” jelasnya.
Sebagai informasi, turut hadir dalam pertemuan ini ialah Wakil Bupati Pasuruan, A Mujib Imron, Dinas PMD Jawa Timur, perwakilan Sampoerna,  Forkopimda, kepala desa serta pegiat desa wisata.
 
Foto: Matin/Humas Kemendes PDTT
Teks: Rifqi/Humas Kemendes PDTT

 

Senin, 01 Maret 2021

Jeruk Siompu Buton Selatan Dinobatkan Sebagai Jeruk Termanis di Indonesia

Siompu – InfoBusel || Jeruk Siompu - Buton Selatan dinobatkan sebagai jeruk termanis di Indonesia melalui Kontes Jeruk Keprok Nasional di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, pada tahun 2016 lalu.

Bak primadona, jeruk siompu menjadi buah andalan masyarakat Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara.

Dilansir dari Indonesia.co.id, Jeruk siompu memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan jeruk di daerah lain. Buah berbobot 135-200 gram ini rasanya lebih manis dibandingkan dengan semua jenis jeruk unggulan di tanah air, seperti jeruk keprok sumatra, jeruk kalimantan, atau jeruk dari Bali dan Pulau Jawa.

Menurut Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Balitbang Pertanian Kementan, jeruk siompu masuk sebagai jeruk unggulan nasional melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian nomor 742/Kpts/TP.240/7/97. Tingkat kemanisannya jeruk siompu berada pada skala 11-12 derajat Brix.

Tumbuh hidup di perbukitan dengan struktur tanah yang kering, tampilan fisik jeruk siompu saat panen berwarna kuning emas dan daging buah orange terang. Tekstur kulitnya agak tebal, sedikit kasar serta mudah dikupas.

Jeruk siompu diketahui pernah menjadi buah-buahan untuk jamuan kenegaraan di Istana Negara pada 1990-an. Selain itu, jeruk siompu merupakan primadona tanaman buah di Pulau Siompu, Kabupaten Buton Selatan. Dari penuturan petani setempat, jeruk siompu jika ditanam di luar pulau Siompu, maka cita rasanya berubah, bahkan ada yang sampai terasa seperti jeruk nipis. 

Beberapa tahun terakhir ini, populasi jeruk siompu semakin berkurang, karena itu pemerintah daerah Buton Selatan bersama beberapa kepala desa di Kecamatan Siompu memprioritaskan pengembangan jeruk siompu ini dengan memperbanyak populasi/bibit melalui dana desa, dengan target menjadi produk unggulan desa (prudes) sekaligus wisata jeruk (agrowisata).


Penulis : La Taane (TA TTG/PIC Media Informasi dan Publikasi P3MD Buton Selatan)

Rabu, 20 Januari 2021

WAMENDES PDTT Ingin Masyarakat Terlibat dalam Pembangunan Wisata Desa

Jakarta - InfoBusel || Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi mengadakan pertemuan dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang didampingi Wakil Menparekraf Angela Tanoesoedibjo di Gedung Sapta Pesona, Jakarta pada Senin (18/1).

Wamen Budi Arie menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut membahas terkait langkah pengembangan wisata yang ada didesa. Pasalnya, dalam pengembangan wisata perlu ada sinergitas antar kementerian dan lembaga.

"Inilah bagian dari kolaborasi sinergi lintas kementerian lembaga untuk mewujudkan kemajuan wisata yang ada di desa. Karena banyak potensi wisata desa yang harus dikembangkan," katanya.

Desa Wisata Desa Digital (Dewi Dedi) kata Budi Arie merupakan salah satu dalam pengembangan wisata harus segera diwujudkan.

Diakuinya, bahwa untuk mewujudkan desa digital diperlukan akses internet yang hingga saat ini masih terdapat sekitar 12 ribuan desa yang belum memiliki akses internet.

"Kita sudah koordinasi dengan kemenkominfo. Insya allah, tahun 2022 mendatang untuk akses internet diseluruh desa bisa terpenuhi," katanya.

Lebih lanjut, Budi Arie mengatakan bahwa dalam pembangunan pariwisata di desa perlu ada keterlibatan masyarakat. Masyarakat, kata Budi arie, jangan hanya sebagai penonton.

"Yang pasti keterlibatan masyarakat atau masyarakat diberdayakan dalam proses pembangunan pariwisata. Jangan hanya jadi penonton. Saya yakin, pariwisata akan menjadi tulang punggung Indonesia di masa kini dan masa depan. Jadi, Kita akan keroyok bersama-sama untuk mengembangkan pariwisata didesa," katanya.

Foto: Wening/Humas Kemendes PDTT

 

Selasa, 19 Januari 2021

Menteri Desa PDTT Beberkan Program Prioritas Pembangunan Desa pada Rapat Kerja dengan DPR

Jakarta - InfoBusel || Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar atau yang karib disapa Gus Menteri membeberkan program prioritas pembangunan desa untuk tahun anggara 2021.

Gus Menteri membagi prioritas pembangunan itu ke 4 bidang, pertama Bidang Pembangunan Desa dan Perdesaan, meliputi Pendampingan Desa, Desa Wisata di Destinasi Wisata Super Prioritas, Desa Wisata Prioritas Kementerian, Konvergensi Pencegahan Stunting, Peningkatan Kapasitas Pendamping Desa Digital.

Kemudian meliputi Peningkatan Kapasitas Kelompok Masyarakat Desa, Pengendalian Dana Desa, Pelatihan Masyarakat, Peningkatan Jalan dan Pasar Kawasan Perdesaan, Gudang Pangan Lokal dan Lantai Jemur, Sarana dan Prasarana Panen di Rawan Pangan Daerah Tertinggal, dan Pengembangan Wisata di Daerah Tertinggal.

"Kedua, Bidang Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, outputnya yaitu Pengembangan BUMDes untuk Produk Unggulan Desa, Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu, Usaha Ekonomi Desa Terintegrasi BUMDes, dan Pengembangan BUMDes Bersama," kata Gus Menteri saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Senin (18/02/2021).

Sedangkan prioritas selanjutnya yaitu Bidang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. Dalam hal tersebut terdapat 5 output prioritas yang ditarget, yakni Peningkatan Kapasitas Masyarakat di Daerah Tertinggal, Penyusunan RAN PPDT 2021 dan 2023, Sarana Air Bersih di Daerah Perbatasan, Sarana Air Bersih di Pulau Kecil Terluar.

Adapun prioritas yang keempat yaitu Bidang Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi. Gus Menteri merinci outputnya diantaranya, Bina Potensi Kawasan Transmigrasi, Penataan Persebaran Penduduk, Pembukaan Lahan Transmigrasi, Rumah Transmigrasi, Jalan Permukiman Transmigrasi, Fasilitasi Sertifikasi HPL Transmigrasi.

"Selanjutnya Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Transmigrasi, Peningkatan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Layanan Sosial Budaya dan Kelembagaan di Kawasan Transmigrasi dan Pemenuhan Jaminan Hidup Transmigrasi," tutup Gus Menteri.

Semua anggota Komisi V menyepakati semua yang menjadi program prioritas Kemendes PDTT 2021. Peserta rapat juga memberikan apresiasi atas realisasi tahun anggaran 2020 yang mencapai 95,57 persen untuk realisasi keuangan dan 97,36 persen untuk realisasi fisik.

Foto: Mugi/Humas Kemendes PDTT

Teks: Badriy/Humas Kemendes PDTT

 

Sabtu, 05 Desember 2020

Dukung Pariwisata, WAMENDES PDTT Resmikan Home Stay di Raja Ampat

Raja Ampat – InfoBusel || Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi di dampingi istri Zara Murzandina meresmikan bantuan pariwisata terpadu kawasan perdesaan strategis pariwisata berupa enam home stay  di kampung Sawinggrai, Distrik Moesmansar, Kabupaten Raja Ampat pada Jumat (4/12/2020).

Selain meresmikan home stay, Wamen Budi Arie juga menyerahkan kunci rumah hunian untuk tiga kepala keluarga penerima manfaat yang dianggarkan dari dana desa 2020.

Budi Arie mengatakan, pemberian bantuan berupa home stay diharapkan dapat mendukung pengembangan kawasan pariwisata di Raja Ampat, khususnya di kampung Sawinggrai.

“Ini home stay nudribanch merupakan bantuan dari Kemendes PDTT untuk menggairahkan pariwisata atau desa wisata di kabupaten Raja Ampat khususnya kampung Sawinggrai,” jelasnya.

Home stay nudribanch di bangun di kawasan yang cukup strategis, yaitu di eco wisata mangrove yang memiliki luas wilayah sekitar 15 hektar.

Sebelum meresmikan home stay, Wamendes Budi Arie juga sempat mengunjungi kantor kepala kampung Sawinggrai. Dalam kunjungannya Wamendes mengapresiasi transparansi dana desa yang ada di desa Sawinggrai.

Menurutnya, salah satu kunci kemajuan desa adalah transparansi dalam penggunaan anggaran. Ia berharap, desa-desa di seluruh Indonesia bisa mencontoh transparansi yang dilakukan oleh pemerintah desa Sawinggrai.

“Selalu ada pengumuman resmi dalam penggunaan dana desa. Karena transparansi adalah kunci kemajuan desa. Dana desa adalah distribusi keadilan untuk masyarakat desa. Desa maju Indonesia maju,” tegas Budi Arie Setiadi.

Sebagai informasi, dalam peresmian ini, Wamendes PDTT Budi Arie juga didampingi anggota komite III DPR RI, Yance Samonsabra, kemudian Direktur Pengembangan Sumber Daya Alam Kawasan Perdesaan Ditjen PKP Kemendes PDTT, Mulyadin Malik, lalu Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Ditjen PDT Kemendes PDTT, Yusra, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Barat, Lince Idorway.


Foto: Wening/Humas Kemendes PDTT

Teks: Rifqi/Humas Kemendes PDTT

 

Rabu, 11 November 2020

Musrenbang Desa Wawoangi, Tahun 2021 Fokus pada Pengembangan Pertanian, Perikanan dan Lanjutan Wisata

Sampolawa – InfoBusel ||  Program pembangunan Desa Wawoangi untuk Tahun 2021 diprioritaskan pada pengembangan pertanian, perikanan serta kelanjutan pembangunan wisata jembatan lingkar pantai Lapoili.  Hal tersebut menjadi kesimpulan akhir pelaksanaan Musrenbang Desa Wawoangi yang diselenggarakan pada Selasa, 10 November 2020 di Gedung Serbaguna Sultan Saparigau Desa Wawoangi.

Dalam menyampaikan sambutannya pada pelaksanaan Musrenbang tersebut, La Ode Abdul Halim SH, Kepala Desa Wawoangi mengatakan bahwa Desa Wawoangi sudah mempunyai ikon wisata jembatan lingkar pantai Lapoili, yang sudah dibangun sejak 2018 lalu, meski baru dibuka tiga bulan belakangan ini.  “Wisata Pantai Lapoili ini  sudah menjadi ikon desa kita, bahkan boleh dibilang wisata jembata lingkar ini sudah menjadi ikonnya Buton Selatan, artinya Ketika menyebut Buton Selatan maka yang terbayang dalam pikirannya adalah jembatan lingkar Lapoili” lanjut Pak Kades dengan penuh semangat.  

Dalam penjelasannya, La Ode Abdul Halim SH menyampaikan bahwa untuk pengembangan wisata jembatan lingkar Lapoili ini, beberapa waktu lalu telah mengajukan proposal pembangunan villa ke Dinas Pariwisata Provinsi (2 unit) maupun ke Kementerian Desa PDTT (3 unit), serta mengajukan proposal pembangunan restoran ke Kementerian Pariwisata, sedang untuk dana desa hanya fokus pada pembangunan gazebo serta jembatan penghubung

Dalam penjaringan kegiatan prioritas, yang banyak mendapatkan perhatian dari peserta selain wisata tersebut adalah pengembangan pertanian melalui pengadaan pagar kebun Bersama dalam satu hampatan dari seng, peralatan pertanian serta sarana produksi (bibit, pupuk dan obat - obatan pertanian).  Selain itu, prioritas lainnya adalah pengembangan perikanan berupa pengadaan rompong.  Untuk rencana pembuatan rompong ini, akan dibuat ukuran besar, dilengkapi dengan rumah apung untuk tempat jaga.

Musrenbang dalam rangka penentuan prioritas kegiatan tahun 2021 ini berjalan lancar dan cukup partisipatif dengan banyak masukan dari peserta.  Salah seorang peserta menyampaikan komentarnya bahwa ia sangat berharap dan mendukung usulan kegiatan pengembangan pertanian tadi, dengan fokus pada tanaman yang sudah lama berkembang di desa seperti ubi kayu atau pisang, juga perikanan dan kelanjutan pembangunan wisata Lapoili sesuai master plan yang telah direncanakan. 

Dipenghujung pelaksanaan musrenbang ini, Kades Wawoangi kembali menyampaikan harapannya agar semua warganya berperan aktif dalam pembangunan demi kesejahteraan masyarakat desa.  "Saya berharap pembangunan wisata ini kita dukung dengan menciptakan kenyamanan bagi para pengunjung, sehingga mereka betah dan bisa berkunjung lagi di sini. Saya yakin, wisata ini akan menjadi mesin pencetak uang bagi desa kita" tutup Pak Kades mengakhiri musrenbang desa yang berlangsung alot ini.


Penulis : La Taane, S.Pt (TA TTG/PIC-MIP Kab. Buton Selatan)



 

Minggu, 08 November 2020

Desa Lawela Selatan Gelar Musrembang Desa Tahun Anggaran 2021

Batauga - InfoBusel || Bertempat di Kantor Desa Lawela Selatan, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan pada Jumat (6/11/2020) Desa Lawela Selatan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa untuk rencana pembangunan Tahun 2021.

Kegiatan Musrenbang ini di hadiri oleh seluruh unsur pemerintahan desa mulai dari Kepala Desa beserta perangkat, BPD Desa Lawela Selatan, Kepala Dusun, Tenaga Ahli Kabupaten, Bhabinkantibmas, Babinsa, Tenaga Pendidikan, Tenaga Kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, LPM, PD, PLD, Karang Taruna serta pemuka masyarakat lainnya. Adapun pelaksanaan Musrenbang Desa ini tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Terdapat dua agenda pokok dalam Musrenbang Desa ini yakni Pembahasan tentang Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berlanjut dari Oktober sampai bulan Desember 2020 dan Penyepakatan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2021

Dalam arahannya Kades Lawela Selatan, Bapak Awalil Qadim menyampaikan harapannya agar terjalin kerjasama yang baik dari semua unsur perangkat desa serta masyarakat untuk mengedepankan usulan-usulan  yang sesuai dengan potensi desa, baik SDM maupun SDA.  "Dalam menentukan rencana pembangunan di Desa Lawela Selatan untuk Tahun Anggaran 2021 ini, usulan apa yang nanti akan menjadi prioritas untuk dikerjakan terlebih dahulu, harus disesuaikan dengan kepentingan masyarakat berdasarkan usulan prioritas dan searah dengan ketentuan pemerintah pusat yang telah ditetapkan oleh Kementerian Desa PDTT sesuai Peraturan Menteri Desa PDTT No 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021,” jelasnya.

Musrenbang Desa Lawela Selatan telah dilaksanakan sehingga diperoleh kesepakatan usulan prioritas pembangunan desa dan dimasukkan ke dalam RKPDesa untuk tahun anggaran 2021.  Perencanaan desa yang disepakati selaras dan mengacu pada kebijakan Pemerintah Kabupaten yang diantaranya mengenai pendidikan dan kesehatan utamanya berkaitan dengan intervensi pencegahan stunting, pemukiman dan lingkungan hidup yang berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, upaya percepatan penanggulangan kemiskinan, pariwisata desa, sumber air minum desa, termasuk mengenai pengembangan potensi desa untuk peningkatan PADes, serta pertanian dan perikanan yang di antaranya mengenai pengadaan bibit, pupuk organik, pagar kebun, sarana budidaya rumput laut, etalase penjual, peningkatan BUMDes, serta pelatihan bagi masyarakat baik kerajinan tangan maupun menjahit.


Penulis : La Ode Faisal (PDP Kec. Batauga)

Editor    : La Taane

 

Jumat, 06 November 2020

Bupati Buton Selatan Kunjungi Pulau Kawikawia Bersama 500 Warga Busel

Batauga – InfoBusel || Senin 2 November 2020, Bupati Buton Selatan bersama sekitar 500 warganya mengunjungi Pulau Kawikawia sebagai titik nol perbatasan Kabupaten Buton Selatan dengan Kabupaten Selayar Provinsi Sulawesi Selatan, yang berjarak sekitar 85 mil dari Batauga, ibukota Kabupaten Buton Selatan.  Dengan menggunakan speed boat, Bupati bersama Ketua DPRD, Ketua Tim Penggerak PKK, Anggota DPRD, Staff Ahli Bupati, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa serta masyarakat dengan menggunakan lima armada kapal menuju pulau tersebut dengan waktu tempuh sekitar tujuh jam.  

Pulau Kawikawia memiliki pesona yang luar biasa menarik, dari atas perahu terlihat jelas deretan terumbu karang yang berjejer indah serta biota laut yang berwarna-warni.  Disepanjang pantai Sebagian besarnya dikelilingi pasir putih yang masih terjaga keasliannya karena jauh dari aktifitas kehidupan masyarakat.  Di pulau ini juga ditemukan ribuan burung putih pemakan ikan dengan paruh yang besar dan kuat, sejenis burung pelikan.  Populasi ikan di sekitar pulau ini sangatlah melimpah dengan berbagai jenisnya.  Dengan pesona dan keindahan alamnya, pulau Kawikawia akan membius siapapun yang mengunjungi pulau tersebut.


Dengan pesona dan keindahan pulau ini, Bupati Buton Selatan memberikan perhatian dengan berencana akan membangun perumahan nelayan termasuk fasilitas air bersih di tahun 2021, dan jika telah berpenghuni dan didiami warga akan  dilanjutkan dengan pembangunan fasilitas pendidikan maupun kesehatan yang mendukung aktifitas warga. 


Dalam kunjungan tersebut, juga dilakukan penanaman kelapa sekitar 300 pohon serta membersihkan pantai dari kotoran dedaunan yang berserakan diseputar pantai.  Semoga pesona dan keindahan pulau ini tetap terjaga keasliannya dan menjadi salah satu destinasi yang menjadi target kunjungan para wisatawan.


Penulis : La Taane (TA TTG/PIC-MIP Kab. Buton Selatan)

 

Minggu, 18 Oktober 2020

2021 Desa Waindawula Fokus Kembangkan Prudes Jeruk Siompu

Siompu - InfoBusel  ||  Pemerintah Desa Waindawula fokuskan pengembangan produk unggulan Jeruk Siompu sebagai salah program kerja Pemerintah Desa tahun 2021.

Hal tersebut disepakati dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) yang digelar di Aula Kantor Desa Waindawula pada 18 Oktober 2020 yang dihadiri Oleh seluruh jajaran Pemerintah Desa, BPD, Pendamping Desa Kecamatan Siompu dan Masyarakat Desa Waindawula.

Dalam paparannya, Sudirman selaku Kepala Desa Waindawula menguraikan terkait pengembangan jeruk Siompu sebagai langkah pemerintah desa dalam mengembangangkan ikon Siompu yang saat ini kondisinya belum maksimal.

Menurutnya, Pengembangan jeruk Siompu harus terus digenjot, selain sebagai upaya mempertahankan Ikon Siompu juga sebagai upaya pemerintah desa dalam menggenjot perekonomian masyarakat dari komoditas jeruk Siompu.

Senada dengan Kepala Desa, Ketua BPD Mahmud Tongku dalam sambutannya menyampaikan pentingnya mengembangkan jeruk endemik ini. Dalam uraiannya, bahwa Desa Waindawula saat ini menjadi primadona karena wisata jeruknya."Orang-orang diluar desa kita kalau ke Waindawula karena mau melihat jeruk. Peluang ini harus kita tangkap sebagai potensi ekonomi kita" jelas Mahmud.

Selain penetapan kegiatan pengembangan jeruk Siompu, disepakati pula kegiatan lainnya yang akan diprogramkan untuk tahun 2021 yaitu mengarah pada kegiatan pengembangan ekonomi untuk menunjang kegiatan Nelayan, Petani dan Kegiatan Pelayanan Kesehatan yang mengarah pada konvergensi penanganan stunting.

Pendamping Desa Kecamatan Siompu  (La Ode Ahmad Saleh) & Pendamping Lokal Desa (La Jusman) yang turut hadir dalam acara ini Dengan nada  yang sama menjelaskan bahwa apa yang menjadi keputusan Musrenbang Waindawula hari ini sejalan dengan apa yang diprogramkan oleh Kementerian Desa PDTT dan Visi Buton Selatan Berdaya Saing. 


"Dalam Kondisi Covid 19 ini fokus Kementerian Desa PDTT diarahkan untuk program dan/atau kegiatan percepatan pencapaian SDGs Desa melalui  pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan desa, program prioritas nasional sesuai kewenangan desa, dan adaptasi kebiasaan baru desa yang dimuat dalam Permendesa Nomor 13 tahun 2020. 

Demikian pula visi Bupati Buton Selatan bahwa untuk menuju Buton Selatan berdaya saing maka semua stakeholder harus berperan serta. "kontribusi itu termasuk desa dengan memprogramkan kegiatan yang yang mendukung pembangunan daerah " terangnya. (ASL)


Penulis : Jusman & Laode Ahmad Saleh

Editor    : Anex

 

Rabu, 07 Oktober 2020

Dari Puncak Lamando pada Ketinggian 999m dpl., TPP Busel Terbangkan Layangan dalam Ajang Gelatik Desa

Sampolawa – InfoBusel || Dalam rangkaian kampanye batik pada peringatan Hari Batik Nasional, Kementerian Desa PDTT menyelenggarakan Gebyar Layang-layang Batik (Gelatik) Desa yang diselenggarakan secara virtual pada hari Selasa, 6 Oktober 2020.  Dalam kegiatan  Gelatik Desa tersebut, Tenaga Pendamping Profesional – Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP-P3MD)  Kabupaten Buton Selatan ikut ambil bagian didalamnya.  Kegiatan Gelatik Desa secara virtual ini menampilkan  penerbangan layang-layang bermotif batik dalam berbagai bentuk.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Lamando Busel, nama tim penerbang layang-layang dari TPP Buton Selatan, menampilkan layang-layang dalam berbagai ukuran, model serta corak batik yang beraneka ragam.  Jumlah personel Tim Lamando ini sebanyak 25 orang dari TPP ditemani dengan warga setepat, terdiri dari 19 orang yang menerbangkan, host, kameraman serta yang membantu menerbangkan dibantu oleh warga bahkan dari pemerintah desa setempat.  Penerbangan layang-layang ini berlokasi di Bukit Lamando Desa Sandang Pangan Kecamatan Sampolawa.

Wa Ode Salawati selaku host dalam kalimat pengantarnya mengatakan bahwa pemilihan bukit Lamando sebagai lokasi penerbangan layangan dalam acara Gelatik ini bukan tanpa alasan, mengingat lokasi ini merupakan salah satu dari 10 nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2020 kategori Dataran Tinggi Terpopuler, sehingga lewat ajang Gebyar Layang-layang Batik ini sekaligus mempromosikan Kawasan wisata Bukit Lamando.  “Salah satu keunikan dari lokasi wisata Bukit Lamando ini adalah pengelolaan wisatanya dikelola oleh desa sendiri melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).  Semoga penyelenggaraan Gebyar Layang-layang Batik Desa di Bukit Lamando  ini, destinasi Wisata Lamando semakin dikenal serta dikunjungi oleh mereka yang memiliki jiwa petualang” urainya dalam acara yang berlangsung virtual tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa  Tim penerbang Lamando Busel, akan menerbangkan layang-layang dengan berbagai jenis sebanyak 19 layang – layang, diantaranya model ikan yang merupakan salah satu produk unggulan dari Buton Selatan yang terkenal dengan kawasan perikanannya.  “Dari puncak Bukit Lamando yang berada pada ketinggiaan 999 meter di atas permukaan laut, cuaca yang cerah dan kecepatan angin yang cukup bagus untuk menerbangkan layangan, kita saksikan penerbangan layang – layang pada ajang Gelatik ini, dengan penerbangan pertama yang akan dilakukan oleh Bapak Zainal Abidin dibantu oleh Citra Handisyam, siaaap. Mulai!!” ujar host dengan penuh semangat diiringi seruan serta tepukan tangan, selanjutnya disusul dengan penerbangan layang-layang lainnya secara berurutan setiap kecamatan.

Acara Gelatik dari Tim Lamando Buton Selatan ini berlangsung seru dan turut disaksikan oleh warga desa setempat khususnya anak-anak usia sekolah dasar, serta berjalan lancar dan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.


Penulis : La Taane (TA TTG/PIC-MIP Kab. Buton Selatan)

Selasa, 06 Oktober 2020

Ikut Serta dalam GELATIK Desa, TPP Buton Selatan Siapkan Layangan dan Tim “Penerbang”

Batauga – InfoBusel ||  Penyelenggaraan Gebyar Layang-layang Batik (GELATIK) Desa secara virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa PDTT sebagai bagian dari peringatan hari batik nasional, disambut baik oleh  Tenaga Pendamping Profesonal (TPP) Kabupaten Buton Selatan disemua jenjang.  

Pasalnya untuk memeriahkan acara Gelatik yang akan digelar hari ini (6 Oktober 2020) pukul 14.00 WIB siang nanti, TPP Buton Selatan menyiapkan Tim “Penerbang” yang diberi nama “Lamando Busel” beranggotakan lebih dari 20 personil, baik dari TAPM, PD maupun PLD lengkap dengan berbagai model layang-layang yang dibuat sehari sebelumnya.  Pemberian nama Lamando tersebut diambil dari nama bukit atau dataran tinggi tempat layang-layang tersebut akan diterbangkan, yang terletak di Desa Sandang Pangan Kecamatan Sampolawa.

Pemilihan bukit Lamando sebagai lokasi penerbangan layangan dalam acara Gelatik tersebut bukan tanpa alasan, mengingat lokasi ini merupakan salah satu dari 10 nominasi Anugrah Pesona Indonesia (API) Awards 2020 kategori Dataran Tinggi Terpopuler, sehingga lewat ajang Gebyar Layang-layang Batik ini sekaligus mempromosikan Kawasan wisata Bukit Lamando tersebut.  Salah satu keunikan dari lokasi wisata Bukit Lamando ini adalah pengelolaan wisatanya dikelola oleh desa sendiri melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).  Semoga penyelenggaraan Gebyar Layang-layang Batik Desa di Bukit Lamando  ini, destinasi Wisata Lamando semakin dikenal serta dikunjungi oleh mereka yang memiliki jiwa petualang.

Penulis : La Taane (TA TTG/PIC-MIP Kab. Buton Selatan)

 

Senin, 05 Oktober 2020

Kembangkan Wisata, Desa Karae Bentuk Pokdarwis



Siompu - InfoBusel
|| Bertempat di Aula Serba Guna Desa Karae, Pemerintah Desa Karae menyelenggarakan musyawarah pembentukan Kelompok sadar Wisata (Pokdarwis), Minggu, 4 Oktober 2020. Dari musyawarah yang diikuti oleh jajaran Pemerintah Desa, BPD, Pendamping Desa Kecamatan Siompu dan Kelompok Pemuda Karae ini menghasilkan kesepakatan Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Karae dengan Nahkoda Pokdarwis Hasan, SH. Dalam sambutannya, Rahim selaku Kepala Desa Karae memaparkan bahwa pembentukan Pokdarwis adalah sebagai upaya pemerintah desa dalam mendorong partisipasi masyarakat untuk ikut berperan serta dalam pembangunan desa. Menurutnya, dalam hal pembangunan, pemerintah desa tidak bisa berpikir sendiri, dibutuhkan ide-ide kreatif untuk majunya desa, terlebih kelompok pemuda yang ada di desa diharapkan dapat menuangkan kreatifitasnya untuk mendorong sektor pariwisata desa. Rahim bilang bahwa kewajiban Pemerintah Desa memfasilitasi terbentuknya kelompok-kelompok kelembagaan di desa termasuk dalam hal penganggaran dirinya menyampaikan tidak akan menutup diri untuk itu "tinggal dilihat mekanisme dan regulasi yang ada tentang batasan-batasan pengalokasian anggaran, kalau bisa kenapa tidak" terangnya. Senada dengan Kepala Desa Karae, La Ode Ahmad Saleh selaku Pendamping Desa Kecamatan Siompu mengungkapkan bahwa pengembangan wisata desa sejalan dengan program Kementerian Desa PDTT. Dalam Prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2021 arah penggunaan dana desa diprioritaskan untuk pencapaian SDGs Desa. SDGs Desa adalah upaya terpadu mewujudkan Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, Desa ekonomi tumbuh merata, Desa peduli kesehatan, Desa peduli lingkungan, Desa peduli pendidikan, Desa ramah perempuan, Desa berjejaring, dan Desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. "Nah dari poin SDGs itu maka tentunya sejalan dengan target pembentukan Pokdarwis itu sendiri" terangnya. Mantan Aktivis Perikanan Unhas ini berharap, terbentuknya Pokdarwis desa karae akan menjadi mesin penggerak baru di desa. Ada banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk mendorong sektor wisata desa ini, sebab bicara Siompu potensi itu semua ada, mulai dari potensi laut, potensi jeruk Siompu yang sudah dikenal luas, potensi budaya, potensi tenun dan potensi-potensi lainnya yang mendukung wisata desa. Lebih lanjut Pendamping Desa Siompu ini mengungkapkan bahwa Tugas pendamping desa salah satunya mendorong terbentuknya Kelembagaan-kelembagaan di desa sehingga kedepan pasca pembentukan pokdarwis ini dirinya juga akan terus mengawal termasuk dalam pengusulan ke kegiatan di desa. (ASL)

Penulis :La Ode Ahmad Saleh (PDP Kec. Siompu)
Editor  : Anex

 

Rabu, 12 Agustus 2020

Keindahan Jembatan Lingkar Lapoili - Wawoangi, Salahsatu Destinasi Wisata Buton Selatan

Sampolawa – InfoBusel.  Desa Wawoangi merupakan salah satu desa yang terletak di pesisir Pulau Buton bagian selatan, yang secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara.  Dengan pemandangan alam di pesisir pantai serta keberadaan masjid tua yang dikatakan sebagai masjid yang pertama kali dibuat di Pulau Buton yang mengandung nilai religi dan perpaduan budaya lokal menjadi peluang yang  dilirik oleh pemerintah desa untuk mengembangkan kawasan wisata di Desa Wawoangi.

Desa Wawoangi memiliki pesisir pantai sekitar 2 km yang menjadi salah satu penopang warga desa yang berprofesi sebagai nelayan, dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.  Diseberang lautan terdapat pebukitan Wamoose yang ada di Kampung Wapulaka Desa Bahari. Keindahan panorama alam pantai dengan latar belakang bukit Wamoose inilah yang dimanfaatkan oleh desa untuk mengembangkan kawasan wisata pantai dengan membangun Jembatan Lingkar Lapoili.

Wisata Jembatan Lingkar Lapoili ini mulai dibangun sejak Tahun 2018 oleh pemerintah desa dengan sumber anggaran berasal dari dana desa.  La Ode Abdul Halim, SH., Kepala Desa Wawoangi, menjelaskan bahwa dalam perencanaannya (master plan), kawasan wisata Jembatan Lingkar Lapoili ini akan dibangun dengan restoran serta villa atau tempat menginap, juga akan dilengkapi dengan fasilitas seperti banana boat, alat diving maupun jet sky.  “Keberhasilan pembangunan di desa kami ini tidak lepas dari arahan teman-teman pendamping mulai dari Tenaga Ahli, Pendamping Desa maupun Pendamping Lokal Desa yang mendampingi desa kami, dan perkiraan kami masih butuh  sekitar 3 tahun anggaran lagi untuk rampung sampai 100%” lanjutnya disela – sela menerima kunjungan dari Tenaga Ahli Madya KPW 3 Provinsi Sulawesi Tenggara pada 8 Agustus lalu, dan pada hari yg sama menerima kunjungan dari  mantan Walikota Baubau yang kini menjadi Anggota DPD RI Dapil Sultra, Prof. Dr. H. M. Amirul Tamim.   


Kepala Desa Wawoangi La Ode Abdul Halim, SH menerima kunjungan Anggota DPD RI, Prof. Dr. H. M Amirul Tamim

Sampai dengan saat ini, infrastruktur yang sudah rampung berupa jembatan lingkar serta gazebo 2 unit dari 4 unit yang telah direncanakan, jembatan lingkarnya juga sudah dilengkapi dengan pagar pengaman serta lampu bohlam.

Sejak jembatan lingkar ini telah memiliki lantai pada akhir 2018 lalu, pengunjung sudah ramai berdatangan ke tempat ini untuk refreshing dan melepas lelah.  Sejak 31 Juli 2020 lalu tempat wisata ini resmi di buka dan dikelola secara professional oleh BUMDes, dimana pengunjung dikenakan tarif Rp. 3.000,- setiap pengunjung dewasa, dan dalam waktu tiga hari, pengunjungnya sudah lebih dari 4000 pengunjung.  “Alhamdulillah dalam waktu 3 hari, mulai dari hari Jum’at yang bertepatan dengan Idul Adha sampai hari Minggu 2 Agustus lalu, dari catatan pengelola, retribusi yang masuk lebih dari 15 juta rupiah, dan di hari-hari berikutnya pengnjungnya selalu ramai” tutur Kepala Desa Wawoangi.  Menurutnya, beberapa fasilitas yang secepatnya akan dibangun dalam waktu dekat ini adalah kamar kecil (WC) serta musholla, sehingga pengunjung bisa betah berlama-lama ditempat ini.


Kunjungan TAM KPW 3 Sultra bersama TPP P3MD Buton Selatan meninjau perkembangan pembangunan wisata Jembatan Lingkar Lapoili

Dengan viralnya tempat wisata ini di berbagai media sosial sejak tahun lalu, banyak kalangan yang mengapresiasi pembangunan kawasan wisata tersebut, tak terkecuali dari pemerintah daerah baik kabupaten maupun provinsi.  Khusus dari provinsi, di tahun ini telah dianggarkan pembuatan talud serta perluasan jalan dan tempat parkir kendaraan. 

Semoga pengembangan wisata jembatan lingkar ini dapat berjalan lancar dan ramai pengunjung, terlebih di Desa Wawoangi juga ini terdapat Masjid Tua yang memiliki nilai historis sebagai masjid pertama di pulau Buton, yang Insya Allah akan kami buat dalam tulisan selanjutnya.(aw)

Penulis : La Taane (Tenaga Ahli Teknologi Tepat Guna, Koordinator Media Informasi dan Publikasi P3MD Buton Selatan)

Selasa, 04 Agustus 2020

Kolam ‘Kampidi’, Permandian Air Tawar di Pinggir Laut


Sampolawa – InfoBusel.  Desa Watiginanda memiliki destinasi wisata yang terbilang unik, berupa permandian air tawar meski tempatnya ada dipinggir pantai.  Permandian tersebut diberi nama Permandian Kampidi, diambil dari nama mata air yang menjadi sumber air di permandian tersebut.
Permandian ini berbentuk kolam yang dibangun dari dana desa, yang dianggarkan dari tahun 2017.  Ditahun 2020 ini dianggarkan hampir 300 juta, yang dikerjakan secara padat karya dengan melibatkan  lebih dari 100 pekerja dari warga setempat.  Pekerjaan  di Tahun 2020 ini difokuskan pada pembuatan lantai dan pemasangan keramik, yang diselesaikan dalam waktu sekitar 20 hari.  
Pada awal Juli lalu, kolam permandian ini pun diisi dengan air yang bersumber dari mata air didekatnya, tepat 5 Juli 2020 kolam permandian ini mulai dibuka dan digunakan, meski belum diresmikan  secara terbuka dengan pertimbangan masih dalam kondisi pandemi Covid-19. 
Kepala Desa Watiginanda, La Bani mengatakan bahwa semenjak dibuka, pengunjung permandian Kampidi ini cukup ramai, terlebih di akhir pekan, Sabtu dan Minggu, pengunjungnya bisa mencapai 300-an orang yang mayoritasnya berasal dari luar desa.  Permandian ini dikelola oleh BUMDes Usaha Mandiri, setiap pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp 3.000,- per orang untuk setiap pengunjung dewasa, sedang bagi anak-anak tidak dipungut biaya (gratis).
Fasilitas yang sementara ini ada di permandian tersebut baru berupa baju pelampung dan ban untuk anak-anak, karena kolam khusus untuk anak belum dibangun, rencana akan dibuat dalam pengembangannya ke depan.  Selain itu pengunjung juga bisa menikmati minuman hangat, kopi dan teh serta aneka jajanan yang diproduksi oleh warga desa.

“Ditahun 2020 ini akan dilanjutkan dengan pembangunan jembatan diseputar kolam tersebut dari sisa dana desa yang ada serta akan dilanjutkan tahun depan.  Selain itu akan dibangun gazebo, WC dan kamar ganti, serta restoran dan Gedung pertemuan yang akan dibangun secara bertahap mulai 2021” tutur Kepala Desa Watiginanda  yang juga sebagai Ketua APDESI Buton Selatan ini menjelaskan rencana pengembangan  kolam permandian Kampidi.  
Ia berharap, dengan terbangunnya kolam permandian ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta menambah pendapatan asli desa (PADes) dengan pengelolaan yang profesional dari  BUMDes.  “Semoga ada perhatian dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam upaya pengembangan tempat ini, guna mendukung visi Buton Selatan sebagai daerah wisata” lanjutnya.

Penulis  :  La Taane (TA TTG Buton Selatan)

Sabtu, 25 Juli 2020

Promosikan Agrowisata, Desa Kaimbulawa & Waindawula Adakan Panen Raya Jeruk Siompu

Foto : Saleh

Ketua Tim Penggerak PKK Busel Wa Ode Ruhania Arusani didampingi tokoh adat Kaimbulawa -Waindawula secara simbolis melakukan panen raya Jeruk Siompu.

Siompu - InfoBusel.  Ketua Tim Penggerak PKK Buton Selatan Wa Ode Ruhania Arusani didampingi tokoh adat Waindawula-Kaimbulawa Kecamatan Siompu secara simbolis melakukan panen jeruk Siompu di Desa Waindawula Kecamatan Siompu, Sabtu 25/07/2020.

Kepala Desa Kaimbulawa mengungkapkan bahwa kegiatan panen raya ini merupakan kegiatan tahunan sebagai sebagai wujud kesyukuran masyarakat desa Siompu ketika masa panen selain sebagai upaya pemerintah desa Kaimbulawa dan Waindawula dalam mempromosikan wisata kearifan lokal Siompu.

Dalam sambutannya Drs. Haruddin, M.Si selaku Camat Siompu menyampaikan bahwa jeruk Siompu memiliki keunikan khas yang berbeda dengan jeruk-jeruk lainnya.

Khasnya jeruk memiliki rasa manis yang khas, selain itu jeruk Siompu merupakan jeruk endemik yang hanya bisa tumbuh di Pulau Siompu.

Lebih lanjut Camat Siompu mengatakan bahwa saat ini jeruk Siompu produksinya sudah menurun dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, hal ini disebabkan adanya penyakit hama yang sampai saat ini belum ditemukan cara penanganannya. Olehnya itu ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten Buton Selatan dalam hal ini Dinas Pertanian Buton Selatan dapat mencarikan solusi agar hama penyakit jeruk ini dapat diatasi.
Hadir dalam kegiatan panen raya ini, Ketua Penggerak PKK Buton Selatan, OPD lingkup Buton Selatan, Camat Siompu, Kepala Desa se Kecamatan Siompu, Tokoh adat Siompu dan Masyarakat Kecamatan Siompu. (asl87)

Penulis : Laode Ahmad Saleh
Editor   : Anex

Kamis, 09 Juli 2020

Bangun Jembatan Wisata Mangrove, Lapandewa Makmur Libatkan 126 Pekerja dari RTM


Pekerjaan Jembatan dengan sistem PKTD yang melibatkan 120-an warga

Foto: Hamid

Lapandewa-InfoBusel.  Desa Lapandewa Makmur atau yang lebih dikenal dengan Sempa-sempa merupakan wilayah pesisir yang terletak di sebelah selatan  Pulau Buton, dengan jarak sekitar 70 km dari Batauga, ibukota Kabupaten Buton Selatan.  Terkait pembangunan desa, Lapandewa Makmur dalam menyusun program pembangunan desanya, tidak lepas dari arah kebijakan Kabupaten Buton Selatan yang menitikberatkan pada pengembangan potensi perikanan dan kelautan serta pariwisata.  Ini pula yang jadi fokus pembangunan di Desa Lapandewa Makmur di tahun 2020 ini, apalagi didukung dengan potensi wilayahnya.
Di sektor pariwisata, Lapandewa Makmur dibawah kepemimpinan Ganiru sebagai Kepala Desa-nya, menganggarkan pembangunan jembatan wisata mangrove, jembatan berbentuk titian dipinggir pantai mengitari hutan mangrove.  Kegiatan ini merupakan kegiatan replikasi Program Inovasi Desa (PID) yang telah menjadi komitmen desa saat pelaksanaan Bursa Inovasi pada sekitar bulan Juli tahun 2019 lalu.   Jembatan  titian sepanjang 35 m yang dilengkapi dengan 2 buah gazebo ini menghabiskan anggaran sebesar Rp. 412.958.000,- dan melibatkan 126 pekerja yang berasal dari warga setempat.  Kegiatan yang dikerjakan secara swakelola ini mayoritas pekerjanya berasal dari rumah tangga miskin, dan dirampungkan dalam waktu sekitar dua bulan.  Pelibatan warga sebagai pekerja dalam kegiatan ini sebagai aplikasi dari Keputusan Menteri Desa yang mewajibkan agar desa menyelenggarakan kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) untuk menggerakkan ekonomi di desa ditengah pandemi wabah Covod-19 saat ini.  Padat karya tunai ini disambut baik oleh warga desa sehingga banyak yang mendaftarkan diri untuk menjadi pekerja, terlebih lagi upah kerja bisa langsung diterima pada hari yang sama.

Wisata Mangrove Desa Lapandewa Makmur


Dengan dibangunnya jembatan wisata mangrove ini memberikan efek ganda, disamping sebagai destinasi wisata yang menghidupkan perekonomian warga desa, juga dapat melindungi dan mencegah rusaknya hutan mangrove dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.  

Kepala Desa Lapandewa Makmur, Ganiru

Meski jembatan ini belum lama rampung kegiatannya, namun pengunjung  di tempat wisata tersebut sudah cukup ramai.  “Semoga tempat ini bisa meningkatkan perekonimian warga kami, dan semoga BUMDes dapat mengelolanya dengan baik sehingga bisa menghasilkan PADes bagi desa ini”,  tutur Ganiru, Kepala Desa Lapandewa Makmur.

Penulis : Hamid-Anex
Editor : Anex

BERITA POPULER

Berita Terbaru

Keciprat Dana 22 M, Desa Gerak Makmur Dapat PSN Kampung Nelayan Merah Putih

Sampolawa - TPPBusel || Desa Gerak Makmur Kecamatan Sampolawa kecipratab dana Rp. 22 M dari Program Strategis Nasional Kampung Nelayan Mera...