Tampilkan postingan dengan label #Prudes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Prudes. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Mei 2021

Bupati Busel Serahkan Bantuan Peralatan Pertanian di Desa Bangun

Sampolawa – InfoBusel || Bupati Buton Selatan, H. Laode Arusani, melakukan kunjungan kerja sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan peralatan pertanian di Desa Bangun Kecamatan Sampolawa pada Rabu, 19 Mei 2021, yang diselenggarakan di pelataran Kantor Desa Bangun. 

Dalam menyampaikan laporan pada kegiatan tersebut, Kepala Desa Bangun, Kaimuddin menyampaikan bahwa bantuan peralatan pertanian berupa handsprayer beserta pembasmi gulma ini, anggarannya bersumber dari dana desa yang diberikan kepada petani penerima manfaat. “Bantuan peralatan pertanian ini bersumber dari dana desa sekaligus sebagai kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dengan anggaran Rp. 42.920.000,- yang melibatkan 252 HOK/pekerja dalam pembersihan lahan” lanjutnya. Selain itu ia juga menyampaikan bahwa masyarakat desa tidak bisa hanya mengharapkan dari dana desa, namun juga membutuhkan bantuan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi dalam penyelenggaraan pembangunan di desa.

Camat Sampolawa, Muliadin, S.Pd., M.Kes, dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa bantuan baik yang berasal dari dana desa, pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi tidak lepas dari bimbingan dan dukungan dari Bapak Bupati Buton Selatan.

Dalam arahannya, Bupati Buton Selatan menyampaikan kepada pemerintah desa agar benar-benar memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakatnya dan disampaikan kepada Pemda melalui OPD teknis. “Para petani tadi sudah diberikan bantuan, namun di desa kita ini juga banyak nelayan, mereka juga banyak kebutuhannya yang harus dibantu, Pak Desa silahkan berhubungan dengan DKP” lanjutnya.

Kegiatan kunjungan kerja Bupati ini turut dihadiri para Assisten Setda, Kepala Dinas PMD, Ahmad Syahroni, SE, juga para Kepala OPD Teknis. (Adm)

 

Minggu, 02 Mei 2021

Bupati Busel Serahkan 13 Unit Perahu 1 GT pada Nelayan Desa Waonu

Kadatua - InfoBusel || Momentum Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2021 dipilih Bupati Buton Selatan H. La Ode Arusani untuk menyalurkan bantuan perahu bagi nelayan di Kecamatan Kadatua dengan didampingi Ketua Tim Penggerak PKK yang juga Anggota DPRD Kabupaten Buton Selatan, Hj. Wa Ode Ruhaniah serta Camat Kadatua. 

Setelah menyerahkan 85 unit perahu sampan kepada nelayan di Desa Banabungi Selatan, beliau melanjutkan menyerahkan 13 unit Kapal Nelayan 1 GT di Desa Waonu yang bersumber dari  Dana Desa Tahun 2021.

Dilansir dari Kominfo Busel, dalam sambutannya Bupati berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup perekonomian keluarga, yang tadinya hanya bisa melaut sekitar pulau Kadatua, dengan bantuan kapal 1 GT ini sudah bisa lebih jauh menangkap ikan yang tentunya penghasilannya pun akan bertambah. 

"Kepala desa hendaknya mendata warga berdasarkan prioritas kebutuhan warganya sehingga bantuan atau program yang dilakukan dapat benar-benar bermanfaat bagi warga desa" lanjutnya. 

Sementara itu Pejabat Kepala Desa Waonu Handaling, S.Ip menyampaikan terima kasih atas kesediaan Bapak Bupati menyerahkan secara langsung bantuan kepada warganya. (Adm)


Bupati Busel Serahkan Bantuan Perahu Nelayan di Desa Banabungi Selatan

Kadatua - InfoBusel || Pada momentum Hari Buruh Internasional, Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani menyerahkan bantuan perahu bagi nelayan di Desa Banabungi Selatan Kecamatan Kadatua pada Sabtu, 1 Mei 2021 kemarin. 

Perahu yang dianggarkan melalui Dana Desa Tahun 2021, berjumlah 85 unit. Dilansir dari Kominfo Busel, Bupati dalam sambutannya berharap, perahu yang telah diserahkan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik, dan sebagai tindak lanjutnya, penerima harus membentuk kelompok agar diberikan  bantuan alat tangkap berupa jaring serta alat pancing dan kelengkapan lainnya. 

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Banabungi Selatan atas keikhlasan, kesediaan dan bantuanya sehingga dapat memperlancar Pembangunan Pelabuhan ferry Kadatua" lanjutnya. 

Pelaksana Kepala Desa Banabungi Selatan Mudin, S. Pd., M.Pd Mengucapkan terima kasih atas kesediaan dan kehadiran Bapak Bupati Buton Selatan, serta  secara khusus menyampaikan syukur atas dipilihnya Desa Banabungi Selatan sebagai lokasi pembangunan pelabuhan ferry yang insya Allah ke depan dapat mendorong perekonomian masyarakatnya. (Adm)



 

Jumat, 30 April 2021

SUKSESKAN INDONESIA SPICE UP THE WORLD, GUS MENTERI PETAKAN PRODUK UNGGULAN DESA

Jakarta – InfoBusel || Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar bakal melakukan pemetaan terkait komoditas dan produk unggulan di desa-desa seluruh Indonesia untuk menyukseskan rencana aksi Indonesia Spice Up The World.

Hal tersebut ia katakan saat menghadiri rapat koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI terkait dengan Program Indonesia Spice Up The World dengan Pelaku Usaha Kuliner dan Bumbu, secara virtual pada Kamis (29/4).

“Kami mendapat tugas untuk melakukan pemetaan komoditas dan produk unggulan (ekspor kuliner dan bumbu) yang akan kita lakukan,” ungkap Mendes PDTT.

Menurutnya, sampai saat ini setidaknya sudah ada 338 desa memiliki produk unggulan rempah-rempah seperti halnya cengkeh, jahe, kapulaga, kayu manis, kemiri, kunyit, kencur, lada, pala, pinang, sereh, vanila, dan kenari.

Dengan potensi sedemikian rupa, lanjut pria yang akrab disapa Gus Menteri ini, BUMDes dapat bekerja sama dengan off taker termasuk eksportir untuk melatih warga, meningkatkan produksi dan memasarkan rempah-rempah dari desa.

Data yang ada menunjukkan ekspor komoditas vanila organik yang berasal dari Kabupaten Alor, NTT, sudah mencapai 1,65 ton dengan tujuan Jerman dan Amerika Serikat.

Sedangkan untuk komoditas selai kenari speculaas yang juga berasal dari Kabupaten Alor, NTT, total ekspornya mencapai 2 ton per bulan dengan tujuan Amerika Serikat.

“Akan terus kita lakukan pendampingan dan nanti akan kita koordinasikan dengan kementerian/lembaga agar produk-produk unggulan yang terkait dengan kebutuhan untuk ekspor maupun kebutuhan untuk lokal terkait dengan membumbui dunia itu bisa kita support dari desa,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, hal tersebut sesuai dengan SDGs Desa goals ke lima belas, yakni desa peduli lingkungan darat, serta SDGs Desa goals ke tujuh belas, kemitraan untuk pembangunan desa.

Untuk goals ke tujuh belas, akan terdapat kerja sama desa dengan desa lain, pihak ketiga, dan lembaga internasional. Selain itu, komoditas desa yang diekspor juga akan meningkat.


 Foto: Wening/Humas Kemendes PDTT

Teks: Rifqi/Humas Kemendes PDTT

 

Senin, 29 Maret 2021

Bupati Buton Selatan Serahkan Bantuan Kapal Nelayan dari Dana Desa di Waindawula

Siompu - InfoBusel || Dalam kunjungannya di Desa Waindawula, selain melaunching penanaman jeruk Siompu, Bupati Buton Selatan H. La Ode Arusani didampingi Ketua Penggerak PKK Buton Selatan Hj. Wa Ode Ruhania Arusani juga menyerahkan bantuan bodi katinting kepada nelayan Desa Waindawula Kecamatan Siompu, Sabtu, 27 Maret 2021.

Sebanyak 6 unit kapal nelayan yang diserahkan merupakan Program Dana Desa Waindawula tahun 2021 tahap pertama dari perencanaan yang seluruhnya 20 unit bantuan dalam bentuk Bodi Katinting.

Ditemui seusai penyerahan, Kepala Desa Waindawula Sudirman menjelaskan bahwa kegiatan Dana Desa tahun 2021 selain diarahkan pada kegiatan pelayanan sosial dasar, dana desa juga diarahkan pada kegiatan penguatan ekonomi masyarakat berupa PKTD, BLT Dana Desa dan bantuan bodi katinting kepada nelayan.

Sudirman bilang, bantuan bodi katinting yang diserahkan saat ini baru sejumlah 6 unit dari total 20 unit yang diprogramkan, hal ini dikarenakan Dana Desa bertahap penyalurannya ke desa sehingga nanti akan dilanjutkan lagi ditahap berikutnya.

Menurutnya, dari total 20 unit yang diberikan kepada nelayan ini masih kurang, dari hasil pengamatannya di lapangan masih banyak nelayan yang membutuhkan kapal seperti ini sehingga kedepannya program bantuan kapal nelayan akan masih diprogramkan di tahun-tahun berikutnya.

Kepala Desa dua periode ini menguraikan komitmennya dalam menyukseskan program dana desa, menurutnya apa yang diprogramkan saat ini merupakan upaya melaksanakan arahan prioritas Dana Desa tahun 2021.

Dalam arahan Kementerian Desa PDTT lanjutnya, Dana Desa 2021 diarahkan pada kegiatan kegiatan pemulihan ekonomi nasional, pelaksanaan prioritas nasional dan adaptasi kebiasaan baru, sehingga dalam melaksanaan petunjuk tersebut lanjutnya desa Waindawula melaksanakan program PKTD, BLT Dana Desa, Konvergensi pencegahan stunting, pendataan SDGs, Pelayanan sosial dasar lainnya dan Bantuan Kapal Nelayan berupa Bodi Katinting.

Lebih lanjut Sudirman menyampaikan terima kasihnya kepada Bupati Buton Selatan H. La Ode Arusani telah bersedia hadir di tengah-tengah masyarakat Desa Waindawula. Baginya, kehadiran Bapak Bupati Buton Selatan merupakan support bagi masyarakat desanya untuk terus giat menyukseskan pembangunan di Buton Selatan. "Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati hadir ditengah-tengah kami, ini merupakan sebuah support bagi kami untuk terus berbuat mensukseskan pembangunan desa dan Buton Selatan" terangnya. (asl87)


Pewarta : La Ode Ahmad Saleh

Editor     : La Taane

 

Sabtu, 27 Maret 2021

Bupati Busel Launching Penanaman Jeruk Siompu pada Kegiatan PKTD Desa Waindawula


Siompu - InfoBusel
|| Bupati Buton Selatan H. La Ode Arusani secara simbolis menanam pohon jeruk Siompu di Desa Waindawula, Kecamatan Siompu, Sabtu, 27 Maret 2021.

Kegiatan penanaman jeruk Siompu yang dilaunching oleh Bupati Buton Selatan ini merupakan kegiatan program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang dibiayai melalui Dana Desa Waindawula tahun 2021.

Berdasarkan anggaran pendapatan dan belanja desa Waindawula tahun 2021, Kegiatan Padat Karya Tunai desa (PKTD) diarahakan pada kegiatan pembersihan lahan dan pemeliharaan perkebunan jeruk Siompu.

Kepala Desa Waindawula Sudirman, menjelaskan bahwa kegiatan program padat karya tunai yang dilakukan saat ini berdasarkan hasil musyawarah desa tahun 2020 sehingga dituangkan dalam APBDes 2021.

Menurutnya apa yang diprogramkan saat ini merupakan program Dana Desa dalam upaya melaksanakan salah satu arahan prioritas Dana Desa tahun 2021.

Dalam arahan Kementerian Desa PDTT lanjutnya, PKTD merupakan upaya pelaksanaaan SDGs desa dalam memberikan penguatan ekonomi masyarakat desa, terlebih di masa sulit pandemi Covid-19.

Kata Sudirman, Jumlah bibit yang akan ditanam di tahun 2021 ini merupakan jeruk asli Siompu dengan jumlah 1.500 pohon, keterbatasan bibit Jeruk menjadi kendala sehingga ditahun ini baru 1.500 pohon yang akan ditanam terangnya. 

Lanjutnya, kedepan kegiatan pembiakan Jeruk Siompu akan terus menjadi perhatian pemerintah desa,  Kegiatan penanaman jeruk yang dilakukan saat ini merupakan wujud komitmen pemerintah desa Waindawula dalam upaya melestarikan jeruk Siompu yang merupakan jeruk Ikon Pulau Siompu kata Kepala Desa dua periode ini.


Pewarta : La Ode Ahmad Saleh (PDP Kec. Siompu)

Editor     : La Taane

Senin, 01 Maret 2021

Jeruk Siompu Buton Selatan Dinobatkan Sebagai Jeruk Termanis di Indonesia

Siompu – InfoBusel || Jeruk Siompu - Buton Selatan dinobatkan sebagai jeruk termanis di Indonesia melalui Kontes Jeruk Keprok Nasional di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, pada tahun 2016 lalu.

Bak primadona, jeruk siompu menjadi buah andalan masyarakat Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara.

Dilansir dari Indonesia.co.id, Jeruk siompu memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan jeruk di daerah lain. Buah berbobot 135-200 gram ini rasanya lebih manis dibandingkan dengan semua jenis jeruk unggulan di tanah air, seperti jeruk keprok sumatra, jeruk kalimantan, atau jeruk dari Bali dan Pulau Jawa.

Menurut Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Balitbang Pertanian Kementan, jeruk siompu masuk sebagai jeruk unggulan nasional melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian nomor 742/Kpts/TP.240/7/97. Tingkat kemanisannya jeruk siompu berada pada skala 11-12 derajat Brix.

Tumbuh hidup di perbukitan dengan struktur tanah yang kering, tampilan fisik jeruk siompu saat panen berwarna kuning emas dan daging buah orange terang. Tekstur kulitnya agak tebal, sedikit kasar serta mudah dikupas.

Jeruk siompu diketahui pernah menjadi buah-buahan untuk jamuan kenegaraan di Istana Negara pada 1990-an. Selain itu, jeruk siompu merupakan primadona tanaman buah di Pulau Siompu, Kabupaten Buton Selatan. Dari penuturan petani setempat, jeruk siompu jika ditanam di luar pulau Siompu, maka cita rasanya berubah, bahkan ada yang sampai terasa seperti jeruk nipis. 

Beberapa tahun terakhir ini, populasi jeruk siompu semakin berkurang, karena itu pemerintah daerah Buton Selatan bersama beberapa kepala desa di Kecamatan Siompu memprioritaskan pengembangan jeruk siompu ini dengan memperbanyak populasi/bibit melalui dana desa, dengan target menjadi produk unggulan desa (prudes) sekaligus wisata jeruk (agrowisata).


Penulis : La Taane (TA TTG/PIC Media Informasi dan Publikasi P3MD Buton Selatan)

Selasa, 02 Februari 2021

Gus Menteri Bangun Kerjasama Stakeholder untuk Tingkatkan SDM Desa di Maluku - Maluku Utara

Ambon - InfoBusel || Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar memberikan perhatian serius terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) perdesaan di Indonesia Wilayah Timur seperti Maluku dan Maluku Utara.

Pria yang akrab disapa Gus Menteri ini akan melakukan pertemuan intens dengan kementerian/lembaga dan sejumlah stakeholder terkait, untuk dapat bekerjasama melakukan peningkatan kualitas SDM desa-desa di Maluku dan Maluku Utara.

"Pak Presiden ingin seluruh program yang dilakukan terintegerasi, tidak jalan-jalan sendiri. Jalan sendiri harus, karena beda lembaga. Tapi harus ketemu di satu titik. Ini penting," ujarnya di Balai Latihan Masyarakat Ambon, Maluku, Minggu (31/1).

Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM perdesaan perlu dilakukan di beberapa aspek terutama terkait penguatan ekonomi warga desa. Adapun salah satu yang menjadi fokus utama adalah terkait peningkatan kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Nanti kita juga akan lakukan pertemuan intens dengan Kementerian Ketenagakerjaan terkait pelatihan tentang ketenagakerjaan di desa," ujarnya.

Dalam kunjungannya tersebut, Gus Menteri mengecek langsung ketersediaan fasilitas dan kondisi Balai Latihan Masyarakat Ambon. Ia ingin memastikan bahwa Balai Latihan Masyarakat Ambon yang memiliki lokus tugas di Maluku - Maluku Utara ini dapat memenuhi kebutuhan pelatihan perdesaan di wilayah tersebut.

"Saya ingin revitalisasi balai utamanya di wilayah timur yakni Balai Ambon dan Balai Jayapura. Ini kita upayakan. Karena di Indonesia Timur membutuhkan agar balai menyesuaikan kebutuhan masyarakat, tapi tidak overlapping (tumpang tindih)," ujarnya.

Terkait hal tersebut, Kepala Badan Latihan Masyarakat Ambon, Josoa Salmon Marlissa mengatakan, Balai yang merupakan perpanjangan tangan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi tersebut memiliki tugas melakukan peningkatan kapasitas desa di Provinsi Maluku dengan jumlah desa sebanyak 1.240 desa dan Provinsi Maluku Utara yang memiliki desa sebanyak 1.199 desa.

Ia mengatakan, konsep pelatihan ke depan akan selaras dengan arahan Gus Menteri terkait kebijakan pembangunan desa berkelanjutan atau SDGs Desa.

"Kita akan mengimplementasikan tujuan pembangunan berkelanjutam dalam bentuk-bentuk pelatihan seperti pelatihan BUMDes, Prukades (Produk Unggulan Kawasan Perdesaan), dan pelatihan kemaritiman," ujarnya.

Foto: Mugi/Humas Kemendes PDTT

Teks: Novri/Humas Kemendes PDTT

 

Minggu, 18 Oktober 2020

2021 Desa Waindawula Fokus Kembangkan Prudes Jeruk Siompu

Siompu - InfoBusel  ||  Pemerintah Desa Waindawula fokuskan pengembangan produk unggulan Jeruk Siompu sebagai salah program kerja Pemerintah Desa tahun 2021.

Hal tersebut disepakati dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) yang digelar di Aula Kantor Desa Waindawula pada 18 Oktober 2020 yang dihadiri Oleh seluruh jajaran Pemerintah Desa, BPD, Pendamping Desa Kecamatan Siompu dan Masyarakat Desa Waindawula.

Dalam paparannya, Sudirman selaku Kepala Desa Waindawula menguraikan terkait pengembangan jeruk Siompu sebagai langkah pemerintah desa dalam mengembangangkan ikon Siompu yang saat ini kondisinya belum maksimal.

Menurutnya, Pengembangan jeruk Siompu harus terus digenjot, selain sebagai upaya mempertahankan Ikon Siompu juga sebagai upaya pemerintah desa dalam menggenjot perekonomian masyarakat dari komoditas jeruk Siompu.

Senada dengan Kepala Desa, Ketua BPD Mahmud Tongku dalam sambutannya menyampaikan pentingnya mengembangkan jeruk endemik ini. Dalam uraiannya, bahwa Desa Waindawula saat ini menjadi primadona karena wisata jeruknya."Orang-orang diluar desa kita kalau ke Waindawula karena mau melihat jeruk. Peluang ini harus kita tangkap sebagai potensi ekonomi kita" jelas Mahmud.

Selain penetapan kegiatan pengembangan jeruk Siompu, disepakati pula kegiatan lainnya yang akan diprogramkan untuk tahun 2021 yaitu mengarah pada kegiatan pengembangan ekonomi untuk menunjang kegiatan Nelayan, Petani dan Kegiatan Pelayanan Kesehatan yang mengarah pada konvergensi penanganan stunting.

Pendamping Desa Kecamatan Siompu  (La Ode Ahmad Saleh) & Pendamping Lokal Desa (La Jusman) yang turut hadir dalam acara ini Dengan nada  yang sama menjelaskan bahwa apa yang menjadi keputusan Musrenbang Waindawula hari ini sejalan dengan apa yang diprogramkan oleh Kementerian Desa PDTT dan Visi Buton Selatan Berdaya Saing. 


"Dalam Kondisi Covid 19 ini fokus Kementerian Desa PDTT diarahkan untuk program dan/atau kegiatan percepatan pencapaian SDGs Desa melalui  pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan desa, program prioritas nasional sesuai kewenangan desa, dan adaptasi kebiasaan baru desa yang dimuat dalam Permendesa Nomor 13 tahun 2020. 

Demikian pula visi Bupati Buton Selatan bahwa untuk menuju Buton Selatan berdaya saing maka semua stakeholder harus berperan serta. "kontribusi itu termasuk desa dengan memprogramkan kegiatan yang yang mendukung pembangunan daerah " terangnya. (ASL)


Penulis : Jusman & Laode Ahmad Saleh

Editor    : Anex

 

Kamis, 24 September 2020

Stick Mocaf dengan 5 Varian Rasa, Prudes Desa Lampanairi

Batauga - InfoBusel || Kerja keras serta semangat membangun yang tinggi dari Kepala Desa Lampanairi dengan dukungan dari warganya, kini sudah menampakkan hasil.  Hal ini dapat dibuktikan dengan dihasilkannya produk unggulan desa berupa Mocaf dan produk turunannya berupa  Stick Mocaf.  Ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil pelatihan pengoperasian mesin mocaf serta teknis pembuatan mocaf dan produk turunannya yang berlangsung selama lima hari pada pertengahan Agustus 2020 lalu. 

Setelah pelaksanaan pelatihan, dengan diorganisisr oleh pengurus BUMDes, mereka mulai memproduksi tepung mocaf dengan bahan baku ubi kayu.  Sampai dengan  pekan ini, BUMDes telah memproduksi  mocaf selama tiga kali, yang pertama bahan baku ubi kayu yang digunakan sebanyak 115 kg dengan hasil tepung mocaf 24 kg, sedang dua kali terakhir ini bahan baku yang digunakan sebanyak 200 kg ubi kayu.    Tepung mocaf yang dihasilkan sementara ini belum dipasarkan, masih digunakan sendiri oleh unit usaha BUMDes sebagai bahan baku pembuatan stick dan kukis.    

La Ode Syarifuddin, Kepala Desa Lampanairi mengatakan bahwa saat ini, kelompok ibu-ibu yang menjadi salah satu unit usaha BUMDes memproduksi stick mocaf dan kukis serta aneka kue lainnya, namun yang paling diminati konsumen adalah stick mocaf.  “Ada enam jenis snack atau kue yang telah dibuat dan sudah kami ajukan ke OPD terkait untuk mendapatkan P-IRT, dari enam produk tersebut yang paling diminati konsumen adalah stick mocaf” lanjutnya.   Meski saat ini stick mocaf produk BUMDes Mandiri Sejahtera masih dipasarkan secara terbatas karena belum memiliki izin P-IRT, namun sudah ada beberapa warung yang menjadi resseler.

“Kami masih melakukan promosi sambil menunggu izinnya terbit, namun sudah ada tiga yang siap menjadi reseller dari stick mocaf ini dengan total pesanan 150 bungkus per minggu, berat bersih setiap bungkusnya 120 gram” lanjut pak Kades.  Disampaikan pula bahwa  beberapa desa yang memiliki destinasi wisata, serta kedai-kedai kopi baik yang ada di Batauga maupun di Kota Baubau juga sudah siap bermitra dan menjadikan produk stick mocaf ini sebagai salah satu snack ditempat mereka, hanya masih terkendala dengan belum terbitnya izin P-IRT tersebut sebagai jaminan keamanan bagi konsumen.



Stick mocaf yang diproduksi saat ini memiliki lima varian rasa yakni original, pedas, sambalado, jagung bakar dan sapi panggang, yang dibanderol dengan harga Rp. 10.000,- per bungkus untuk yang ukuran 120 gram serta Rp. 5.000,- per bungkus untuk ukuran 60 gram.  Semoga izin P-IRT dari produk yang telah diajukan ini dapat segera terbit sehingga keamanan konsumen terjamin serta memperluas segmen pasar.


Penulis : La Taane (TA TTG Kab. Buton Selatan)

 

Selasa, 08 September 2020

Panen Raya Bawang Merah di Desa Windu Makmur, Bupati Buton Selatan Bakal Mengalokasikan Infrastruktur Pendukung di 2021

Sampolawa - InfoBusel || Setelah panen perdana bawang merah di Desa Hendea di awal Agustus lalu, kini giliran Desa Windu Makmur menyelenggarakan Panen Raya Bawang Merah pada Minggu, 6 September 2020.  Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Buton Selatan, beberapa Anggota DPRD, Ketua TP PKK serta OPD Teknis. 

Kepala Desa Windu Makmur, Ludiman, saat menyampaikan laporan dalam kegiatan panen raya tersebut mengatakan bahwa, kegiatan penanaman bawang merah ini secara keseluruhan seluas sekitar 8,5 Ha dengan bibit sejumlah 7,8 ton, yang anggarannya berasal dari Dana Desa.  Hasil panen dari penanaman tersebut ditaksir mencapai 35-40 ton.  Pelaksanaan Panen Raya Bawang Merah  ini merupakan momentum bangkitnya animo masyarakat untuk membumikan hasil bawang merah di Desa Windu Makmur, meski banyak kendala yang dihadapi oleh petani yang belum mampu teratasi melalui dana desa.

”Untuk itu selaku Pemerintah Desa berharap kepada Bupati Buton Selatan dapat memberikan perhatian terhadap masalah-masalah yang menjadi hambatan petani,“ Tuturnya.
Adapun masalah yang menjadi hambatan petani lanjutnya, yakni akses jalan masuk sekitar 4 kilometer, ketersediaan air untuk mendukung waktu tanam lebih dari 2 kali dalam satu tahun, ketersediaan embung, ketersediaan bibit dan ketersediaan peralatan penunjang semisal cultivator, springkle dan jaringan air dalam areal penanaman.

“Kita berharap kendala-kendala yang dihadapi para petani dapat segera teratasi,“ harapnya.

Bupati Buton Selatan, H. Laode Arusani sangat mengapresiasi dan mendukung usaha penanaman bawang merah tersebut.  Beliau mengakomodir apa yang menjadi kendala para petani bawang merah dalam mengembangkan usaha pertanian mereka dan memastikan bakal mengalokasikan beberapa kegiatan di tahun 2021 melalui Dinas terkait seperti Dinas PU, Dinas Pertanian serta sokongan dari PDAM sebagai Badan Usaha Milik Daerah dalam mendukung pengembangan bawang merah di Desa Windu Makmur. Hal tersebut disampaikan orang nomor satu di Buton Selatan itu saat menyampaikan arahan dalam kegiatan tersebut.

“Terkait dengan usulan Pemerintah Desa, Melalui kesempatan ini saya perintahkan Dinas terkait untuk mengalokasikan kegiatan dalam rangka mendukung pengembangan Bawang Merah di Desa Windu Makmur ini,” Ujar Arusani.  Menurut Bupati Buton Selatan itu, Pemerintah Kabupaten sangat mendukung semangat Pemerintah dan Masyarakat Desa Windu Makmur dalam mengembangkan komoditas Bawang merah sebagai produk unggulan desa karena hal tersebut tidak hanya membawa dampak positif untuk kepentingan Desa tetapi juga untuk kepentingan Daerah secara umum.

“Selaku Pimpinan Daerah, saya mendukung dan berterimakasih karena pengembangan komoditas bawang merah ini, tidak hanya berbuat untuk kepentingan desa tetapi juga kepentingan daerah,“ tuturnya.

Kegiatan panen raya tersebut berlangsung meriah yang disertai penampilan tarian tradisional (tari pangibi).


Penulis : La Taane (TA TTG Buton Selatan)

Sabtu, 08 Agustus 2020

Bupati Buton Selatan Hadiri Launching Perdana Panen Raya Bawang Merah dari Dana Desa di Hendea

Sampolawa – InfoBusel.  Dalam rangka pelaksanaan panen raya perdana, Desa Hendea menyelenggarakan Launching  Panen Raya Bawang Merah pada Sabtu, 8 Agustus 2020.  Kegiatan ini dihadiri  oleh Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani beserta rombongan dari OPD Buton Selatan.  Turut hadir dalam  kegiatan tersebut Perwakilan dari Dinas PMD Provinsi dan Konsultan Pendamping P3MD Provinsi Sulawesi Tenggara, Salim Umy, S.Pi.

Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani dalam sambutannya berharap agar desa-desa dapat mengembangkan potensi yang dimiliki baik di sektor pertanian untuk wilayah daratan maupun di sektor perikanan untuk wilayah pesisir dan kepulauan.  “Untuk kebutuhan infrastruktur jalan dan embung dalam  mendukung produksi bawang ini, pemerintah desa silahkan diukur untuk diajukan ke daerah melalui Dinas PU, dan kita akan kembangkan juga agrowisata di tempat ini” tutur H. La Ode Arusani dalam mengakhiri sambutannya.

Tenaga Ahli Madya Peningkatan Kapasitas dan Kaderisasi (TAM PKK) KPW 3 Provinsi Sulawesi Tenggara, Salim Umy, S.Pi, berharap agar kegiatan pengembangan produk unggulan desa seperti ini bisa ditularkan pada desa dan kecamatan lain sesuai dengan potensi yang dimiliki desa.

Untuk diketahui, dalam APBDes 2020 ini Desa Hendea menganggarkan pengembangan kawasan pertanian mulai dari pemagaran dengan pagar elektrik dan pembersihan lahan yang dilaksanakan dengan sistem padat karya tunai (PKTD) serta pengadaan bibit bawang merah dan sarana produksi lainnya yang bersumber dari dana desa.  Khusus untuk pengadaan bibit bawang merah sebanyak 6,7 ton dengan anggaran Rp. 240.590.000,- serta pembersihan lahan dianggarkan Rp. 100.000.000,-.  Pembersihan lahan ini melibatkan masyarakat setempat sebagai pekerja dengan model padat karya tunai, dengan melibatkan sekitar 120 pekerja.

Camat Sampolawa yang juga menjadi Pj Kepala Desa Hendea, La Ode Muhammad Hamid, S.Pd menguraikan bahwa penanaman bibit bawang merah ini dilaksanakan sekitar bulan April lalu dengan luasan secara keseluruhan sekitar 7 Ha dengan jumlah petani penerima bibit 117 petani, dan setiap orangnya menerima bibit kisaran 50 sampai 100 kg, tergantung luasan lahan garapannya.  “Dari pengadaan bibit sebanyak 6,7 ton, dengan perkiraan rata-rata 1 kg nenghasilkan 5 kg, kita memprediksi hasil produksi secara keseluruhan dari bibit yang diadakan ini sekitar lebih dari 33 ton” tutur Pj Kepala Desa dalam penyampaian laporan kegiatan panen raya ini.

Kegiatan panen raya ini berlangsung meriah yang disambut oleh sejumlah perangkat adat dan seluruh warga desa.  Kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa kepala desa serta tenaga pendamping professional  (TPP) P3MD Kabupaten Buton Selatan.

 

Penulis : La Taane, S.Pt (TA TTG/Koordinator Media Informasi dan Publikasi P3MD Kab. Buton Selatan)

BERITA POPULER

Berita Terbaru

Keciprat Dana 22 M, Desa Gerak Makmur Dapat PSN Kampung Nelayan Merah Putih

Sampolawa - TPPBusel || Desa Gerak Makmur Kecamatan Sampolawa kecipratab dana Rp. 22 M dari Program Strategis Nasional Kampung Nelayan Mera...