Tampilkan postingan dengan label Sampolawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sampolawa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Oktober 2025

Keciprat Dana 22 M, Desa Gerak Makmur Dapat PSN Kampung Nelayan Merah Putih

Sampolawa - TPPBusel || Desa Gerak Makmur Kecamatan Sampolawa kecipratab dana Rp. 22 M dari Program Strategis Nasional Kampung Nelayan Merah Putih.  Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa Gerak Makmur La Ode Rismanton, SH.NLP pada pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus Dukungan Desa pada Koperasi Desa Merah Putih yang dilaksanakan pada Jum'at, 24 Oktober 2025 di Gedung Maimo Desa Gerak Makmur. "Alhamdulillah desa kita mendapatkan bantuan dana 22M dalam pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, 14 M untuk pembangunan Infrastruktur Kampung Nelayan serta 8 M untuk pembangunan infrastruktur Koperasi Desa Merah Putih serta peningkatan kapasitan sumberdaya manusia" ungkspnya. 

Lebih lanjut Kades Gerak Makmur ini menyampaikan bahwa usaha yang akan dijalankan oleh Koperasi Desa Merah Putih ini meliputi produksi es batu, cold storage, penyalur BBM bagi nelayan khususnya solar serta pengelolaan kapal ketinting. "Jadi ketika usaha Koperasi Desa Merah Putih ini berjalan maka para nelayan sudah tidak bingung lagi untuk mencari BBM terutama solar, yang selama ini harus membeli dengan harga 260 ribu setiap jerigen 20 liter, kita akan mendapatkan dengan harga normal sekitar 168 ribu saja" pungkasnya.  

Desa Gerak Makmur atau yang lebih dikenal dengan kampung Lande ini dalam beberapa tahun terakhir ini viral dengan spot wisata Karamba Resto, bahkan di 24 Agustus 2025 lalu menjadi salah satu tujuan SAIL Indonesia Relly 2 yang berlangsung selama 5 hari di Teluk Lande. Dengan cipratan dana serta pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tersebut diharapkan warga masyarakat makin sejahtera  serta menjadi tujuan wisatawan. [LT]

Rabu, 22 Oktober 2025

Percepat Pelaksanaan Kegiatan dan Perencanaan serta Musdesus KDMP, Kecamatan Sampolawa Laksanakan Rapat Koordinasi

Sampolawa - TPPBusel
|| Dalam rangka upaya percepatan pelaksanaan kegiatan tahun 2025 dan perencanaan tahun 2026 serta pelaksanaan musyawarah desa khusus terkait dukungan desa pada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Pemerintah Kecamatan serta TPP bersama pemerintah desa menyelenggarakan Rapat Koordinasi Sampolawa, pada Rabu, 22 Oktober 2025 di Aula Kantor Desa Windu Makmur Kecamatan Sampolawa. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sampolawa, La Ode Zainal Fatrawan Aziz, S.Sos; dari TAPM Kabupaten, Waode Salawati dan La Taane; Pendamping Desa, Ilias serta PLD Kecamatan Sampolawa. 

Dalam sambutannya, Camat Sampolawa menyampaikan bahwa kegiatan Rapat Koordinasi Kecamatan Sampolawa ini sudah berjalan selama 3 bulan. "Dari pelaksanaan Rapat Koordinasi yang sudah berjalan 3 bulan ini harapannya bisa mempercepat progress pelaksanaan kegiatan maupun perencanaan, semoga ini berjalan normal dan tidak memberatkan pemerintah dess" ungkap Pak Camat yang sering disapa Pak Zainal. 

Dari TAPM, Wa Ode Salawati dalam sambutannya menyampaikan secara umum kondisi dan perkembangan pelaksanaan se-Buton Selatan serta Kecamatan Sampolawa secara khusus. "Untuk progress badan hukum BUM Desa Kecamatan Sampolawa tersisa 1 desa yang sampai saat ini belum keluar badan hukumnya meski sudah di upload dari 1 Oktober 3 minggu yang lalu" ungkapnya. "Untuk selanjutnya kita ada tambahan untuk segera melakukan Musdesus Dukungan pada KDMP sesuai Surat Edaran Menteri Desa dan PDT Nomor 8 Tahun 2025" tambahnya. 

Rapat Koordinasi ini dilanjutkan dengan presentasi progress kegiatan, BUM Desa serta kegiatan ketahanan pangan serta perencanaan oleh Ilias sebagai Pendamping Kecamatan diikuti diskusi dan tanya jawab, serta menyepakati RKTL dan rekomendasi. Ada hal menarik menanggspi kegiatan ketahanan pangan dari salah satu kepala desa yakni La Hedi, SE, Kepala Desa Bahari Dua yang juga sebagai Ketua APDESI Buton Selatan. Ia menyampaikan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah melalui Camat agar pihak SPPG harus menjalin kerjasama dengan BUM Desa sebagai penyedia bahan baku bagi program MBG ini. "Isu awal dari dana ketahanan pangan yang dijadikan penyertaan modal ke BUM Desa ini agar yang menjadi penyedia atau suplayer dari dapur MBG ini dari unit usaha ketahanan pangan yang dikelola oleh BUM Desa, jangan lagi ambil dari tempat lain selama BUM Desa masih bisa menyuplai dan semoga di tahun 2026 ini bisa terwujud" pungkasnya. [LT]

Rabu, 19 Mei 2021

Bupati Busel Serahkan Bantuan Peralatan Pertanian di Desa Bangun

Sampolawa – InfoBusel || Bupati Buton Selatan, H. Laode Arusani, melakukan kunjungan kerja sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan peralatan pertanian di Desa Bangun Kecamatan Sampolawa pada Rabu, 19 Mei 2021, yang diselenggarakan di pelataran Kantor Desa Bangun. 

Dalam menyampaikan laporan pada kegiatan tersebut, Kepala Desa Bangun, Kaimuddin menyampaikan bahwa bantuan peralatan pertanian berupa handsprayer beserta pembasmi gulma ini, anggarannya bersumber dari dana desa yang diberikan kepada petani penerima manfaat. “Bantuan peralatan pertanian ini bersumber dari dana desa sekaligus sebagai kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dengan anggaran Rp. 42.920.000,- yang melibatkan 252 HOK/pekerja dalam pembersihan lahan” lanjutnya. Selain itu ia juga menyampaikan bahwa masyarakat desa tidak bisa hanya mengharapkan dari dana desa, namun juga membutuhkan bantuan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi dalam penyelenggaraan pembangunan di desa.

Camat Sampolawa, Muliadin, S.Pd., M.Kes, dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa bantuan baik yang berasal dari dana desa, pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi tidak lepas dari bimbingan dan dukungan dari Bapak Bupati Buton Selatan.

Dalam arahannya, Bupati Buton Selatan menyampaikan kepada pemerintah desa agar benar-benar memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakatnya dan disampaikan kepada Pemda melalui OPD teknis. “Para petani tadi sudah diberikan bantuan, namun di desa kita ini juga banyak nelayan, mereka juga banyak kebutuhannya yang harus dibantu, Pak Desa silahkan berhubungan dengan DKP” lanjutnya.

Kegiatan kunjungan kerja Bupati ini turut dihadiri para Assisten Setda, Kepala Dinas PMD, Ahmad Syahroni, SE, juga para Kepala OPD Teknis. (Adm)

 

Kamis, 01 April 2021

Pemda Busel Launching Pendataan SDGs Desa se-Kecamatan Sampolawa

Sampolawa – InfoBusel || Dalam rangka pelaksanaan pendataan atau pemutakhiran data Sustainable Development Goals (SDGs) Desa di Kecamatan Sampolawa, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan me-launching relawan pendataan SDGs Desa se - Kecamatan Sampolawa yang dipusatkan di Gedung Tuani, Sampolawa pada Rabu, 31 April 2021.

Launching dilakukan Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani diwakili Asisten III Setda Buton Selatan, La Ode Harwanto, S.Pd., M.Si.  Turut hadir Kepala Dinas PMD, Kabid Bina Pemdes dan Kelurahan, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten, PD dan PLD Kec. Sampolawa, serta utusan tim pendata dari desa se-Kecamatan Sampolawa.

Dalam sambutannya Camat Sampolawa, Muliadin, S.Pd., M.Kes mengatakan bahwa pendataan SDGs ini menjadi dasar dalam penentuan Indeks Desa Membangun, juga hasil pendataan ini akan menjadi data yang tersinkronisasi untuk semua OPD sehingga jika ada bantuan atau pemberdayaan masyarakat akan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih. 

Selain itu, Kepala Dinas PMD Buton Selatan Ahmad Syahroni, SE mengatakan bahwa pemutakhiran data SDGs Desa ini menjadi salah satu kegiatan prioritas dalam penggunaan dana desa tahun 2021. “Pemutakhiran data SDGs ini merupakan kegiatan prioritas di 2021 ini, karena itu harus dilakukan, harus dianggarkan karena pendataan ini akan menentukan status Indeks Desa Membangun yang dijadikan sebagai indikator dalam pengalokasian dana desa untuk tahun 2022” tegasnya. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pihaknya membuat lebih spesifik pendataan SDGs tersebut bersama pendamping, dalam hal ini Tenaga Ahli, sehingga bisa kolaborasi data yang ada dalam SDGs Desa dengan yang dibutuhkan oleh OPD terkait. 

Perwakilan TAPM, Abady Makmur, S.IP, SH menyampaikan bahwa pelaksanaan pendataan SDGs desa ini sesuai dengan perintah Kementerian Desa PDTT sampai dengan 31 Mei 2021. “Namun sesuai dengan arahan Kepala Dinas PMD sebagai orang tua kami, kita upayakan pendataan ini  selesai di 30 April 2021 dan dilakukan uji publik melalui musyawarah desa” lanjutnya.  Ia juga berharap agar pendataan ini dilakukan sebaik mungkin oleh Tim Pendata dan pemerintah desa memberikan  dukungan dana operasional untuk pendataan ini. 

Bupati Buton Selatan yang diwakili oleh Assisten III Setda Busel, La Ode Harwanto, S.Pd., M.Si menyampaikan bahwa pendataan SDGs ini merupakan hal yang sangat penting dan fundamental dalam mewujudkan Satu Data Buton Selatan yang sangat penting dalam perencanaan pembangunan yang akan dihadirkan kedepan. “Jadi Bapak Ibu Tim Pendata ini menjadi tulang punggung, ibarat dalam kesatuan militer seperti Kopassus, yang akan memikul tugas pendataan ini sehingga menghimpun data yang betul-betul valid dan dapat dipertanggungjawabkan  demi pembangunan yang lebih baik dan berkelanjutan di Buton Selatan” tuturnya. Beliau juga mengapresiasi kerjasama yang baik dari Dinas PMD dengan Tenaga Pendamping Profesional dalam mengorganisir kegiatan pendataan ini dan berharap data yang dihasilkan benar-benar data murni dan valid.

Dipenghujung acara, dilakukan pemasangan ID Card kepada perwakilan pendata di setiap desa oleh Assisten III didampingi Kadis PMD, Kabid Bina Pemerintahan Desa dan Kelurahan La Ode Maaruf, S.Sos dan TAPM sebagai simbol pelepasan Tim Pendata untuk melakukan pendataan. Acara diakhiri dengan foto Bersama tim pendata se-Kecamatan Sampolawa yang secara keseluruhan berjumlah 228 personel.


Penulis : La Taane, S.Pt (TA TTG/PIC Media Informasi dan Publikasi P3MD Buton Selatan)

 

Rabu, 11 November 2020

Musrenbang Desa Wawoangi, Tahun 2021 Fokus pada Pengembangan Pertanian, Perikanan dan Lanjutan Wisata

Sampolawa – InfoBusel ||  Program pembangunan Desa Wawoangi untuk Tahun 2021 diprioritaskan pada pengembangan pertanian, perikanan serta kelanjutan pembangunan wisata jembatan lingkar pantai Lapoili.  Hal tersebut menjadi kesimpulan akhir pelaksanaan Musrenbang Desa Wawoangi yang diselenggarakan pada Selasa, 10 November 2020 di Gedung Serbaguna Sultan Saparigau Desa Wawoangi.

Dalam menyampaikan sambutannya pada pelaksanaan Musrenbang tersebut, La Ode Abdul Halim SH, Kepala Desa Wawoangi mengatakan bahwa Desa Wawoangi sudah mempunyai ikon wisata jembatan lingkar pantai Lapoili, yang sudah dibangun sejak 2018 lalu, meski baru dibuka tiga bulan belakangan ini.  “Wisata Pantai Lapoili ini  sudah menjadi ikon desa kita, bahkan boleh dibilang wisata jembata lingkar ini sudah menjadi ikonnya Buton Selatan, artinya Ketika menyebut Buton Selatan maka yang terbayang dalam pikirannya adalah jembatan lingkar Lapoili” lanjut Pak Kades dengan penuh semangat.  

Dalam penjelasannya, La Ode Abdul Halim SH menyampaikan bahwa untuk pengembangan wisata jembatan lingkar Lapoili ini, beberapa waktu lalu telah mengajukan proposal pembangunan villa ke Dinas Pariwisata Provinsi (2 unit) maupun ke Kementerian Desa PDTT (3 unit), serta mengajukan proposal pembangunan restoran ke Kementerian Pariwisata, sedang untuk dana desa hanya fokus pada pembangunan gazebo serta jembatan penghubung

Dalam penjaringan kegiatan prioritas, yang banyak mendapatkan perhatian dari peserta selain wisata tersebut adalah pengembangan pertanian melalui pengadaan pagar kebun Bersama dalam satu hampatan dari seng, peralatan pertanian serta sarana produksi (bibit, pupuk dan obat - obatan pertanian).  Selain itu, prioritas lainnya adalah pengembangan perikanan berupa pengadaan rompong.  Untuk rencana pembuatan rompong ini, akan dibuat ukuran besar, dilengkapi dengan rumah apung untuk tempat jaga.

Musrenbang dalam rangka penentuan prioritas kegiatan tahun 2021 ini berjalan lancar dan cukup partisipatif dengan banyak masukan dari peserta.  Salah seorang peserta menyampaikan komentarnya bahwa ia sangat berharap dan mendukung usulan kegiatan pengembangan pertanian tadi, dengan fokus pada tanaman yang sudah lama berkembang di desa seperti ubi kayu atau pisang, juga perikanan dan kelanjutan pembangunan wisata Lapoili sesuai master plan yang telah direncanakan. 

Dipenghujung pelaksanaan musrenbang ini, Kades Wawoangi kembali menyampaikan harapannya agar semua warganya berperan aktif dalam pembangunan demi kesejahteraan masyarakat desa.  "Saya berharap pembangunan wisata ini kita dukung dengan menciptakan kenyamanan bagi para pengunjung, sehingga mereka betah dan bisa berkunjung lagi di sini. Saya yakin, wisata ini akan menjadi mesin pencetak uang bagi desa kita" tutup Pak Kades mengakhiri musrenbang desa yang berlangsung alot ini.


Penulis : La Taane, S.Pt (TA TTG/PIC-MIP Kab. Buton Selatan)



 

Rabu, 07 Oktober 2020

Dari Puncak Lamando pada Ketinggian 999m dpl., TPP Busel Terbangkan Layangan dalam Ajang Gelatik Desa

Sampolawa – InfoBusel || Dalam rangkaian kampanye batik pada peringatan Hari Batik Nasional, Kementerian Desa PDTT menyelenggarakan Gebyar Layang-layang Batik (Gelatik) Desa yang diselenggarakan secara virtual pada hari Selasa, 6 Oktober 2020.  Dalam kegiatan  Gelatik Desa tersebut, Tenaga Pendamping Profesional – Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP-P3MD)  Kabupaten Buton Selatan ikut ambil bagian didalamnya.  Kegiatan Gelatik Desa secara virtual ini menampilkan  penerbangan layang-layang bermotif batik dalam berbagai bentuk.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Lamando Busel, nama tim penerbang layang-layang dari TPP Buton Selatan, menampilkan layang-layang dalam berbagai ukuran, model serta corak batik yang beraneka ragam.  Jumlah personel Tim Lamando ini sebanyak 25 orang dari TPP ditemani dengan warga setepat, terdiri dari 19 orang yang menerbangkan, host, kameraman serta yang membantu menerbangkan dibantu oleh warga bahkan dari pemerintah desa setempat.  Penerbangan layang-layang ini berlokasi di Bukit Lamando Desa Sandang Pangan Kecamatan Sampolawa.

Wa Ode Salawati selaku host dalam kalimat pengantarnya mengatakan bahwa pemilihan bukit Lamando sebagai lokasi penerbangan layangan dalam acara Gelatik ini bukan tanpa alasan, mengingat lokasi ini merupakan salah satu dari 10 nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2020 kategori Dataran Tinggi Terpopuler, sehingga lewat ajang Gebyar Layang-layang Batik ini sekaligus mempromosikan Kawasan wisata Bukit Lamando.  “Salah satu keunikan dari lokasi wisata Bukit Lamando ini adalah pengelolaan wisatanya dikelola oleh desa sendiri melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).  Semoga penyelenggaraan Gebyar Layang-layang Batik Desa di Bukit Lamando  ini, destinasi Wisata Lamando semakin dikenal serta dikunjungi oleh mereka yang memiliki jiwa petualang” urainya dalam acara yang berlangsung virtual tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa  Tim penerbang Lamando Busel, akan menerbangkan layang-layang dengan berbagai jenis sebanyak 19 layang – layang, diantaranya model ikan yang merupakan salah satu produk unggulan dari Buton Selatan yang terkenal dengan kawasan perikanannya.  “Dari puncak Bukit Lamando yang berada pada ketinggiaan 999 meter di atas permukaan laut, cuaca yang cerah dan kecepatan angin yang cukup bagus untuk menerbangkan layangan, kita saksikan penerbangan layang – layang pada ajang Gelatik ini, dengan penerbangan pertama yang akan dilakukan oleh Bapak Zainal Abidin dibantu oleh Citra Handisyam, siaaap. Mulai!!” ujar host dengan penuh semangat diiringi seruan serta tepukan tangan, selanjutnya disusul dengan penerbangan layang-layang lainnya secara berurutan setiap kecamatan.

Acara Gelatik dari Tim Lamando Buton Selatan ini berlangsung seru dan turut disaksikan oleh warga desa setempat khususnya anak-anak usia sekolah dasar, serta berjalan lancar dan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.


Penulis : La Taane (TA TTG/PIC-MIP Kab. Buton Selatan)

Selasa, 08 September 2020

Panen Raya Bawang Merah di Desa Windu Makmur, Bupati Buton Selatan Bakal Mengalokasikan Infrastruktur Pendukung di 2021

Sampolawa - InfoBusel || Setelah panen perdana bawang merah di Desa Hendea di awal Agustus lalu, kini giliran Desa Windu Makmur menyelenggarakan Panen Raya Bawang Merah pada Minggu, 6 September 2020.  Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Buton Selatan, beberapa Anggota DPRD, Ketua TP PKK serta OPD Teknis. 

Kepala Desa Windu Makmur, Ludiman, saat menyampaikan laporan dalam kegiatan panen raya tersebut mengatakan bahwa, kegiatan penanaman bawang merah ini secara keseluruhan seluas sekitar 8,5 Ha dengan bibit sejumlah 7,8 ton, yang anggarannya berasal dari Dana Desa.  Hasil panen dari penanaman tersebut ditaksir mencapai 35-40 ton.  Pelaksanaan Panen Raya Bawang Merah  ini merupakan momentum bangkitnya animo masyarakat untuk membumikan hasil bawang merah di Desa Windu Makmur, meski banyak kendala yang dihadapi oleh petani yang belum mampu teratasi melalui dana desa.

”Untuk itu selaku Pemerintah Desa berharap kepada Bupati Buton Selatan dapat memberikan perhatian terhadap masalah-masalah yang menjadi hambatan petani,“ Tuturnya.
Adapun masalah yang menjadi hambatan petani lanjutnya, yakni akses jalan masuk sekitar 4 kilometer, ketersediaan air untuk mendukung waktu tanam lebih dari 2 kali dalam satu tahun, ketersediaan embung, ketersediaan bibit dan ketersediaan peralatan penunjang semisal cultivator, springkle dan jaringan air dalam areal penanaman.

“Kita berharap kendala-kendala yang dihadapi para petani dapat segera teratasi,“ harapnya.

Bupati Buton Selatan, H. Laode Arusani sangat mengapresiasi dan mendukung usaha penanaman bawang merah tersebut.  Beliau mengakomodir apa yang menjadi kendala para petani bawang merah dalam mengembangkan usaha pertanian mereka dan memastikan bakal mengalokasikan beberapa kegiatan di tahun 2021 melalui Dinas terkait seperti Dinas PU, Dinas Pertanian serta sokongan dari PDAM sebagai Badan Usaha Milik Daerah dalam mendukung pengembangan bawang merah di Desa Windu Makmur. Hal tersebut disampaikan orang nomor satu di Buton Selatan itu saat menyampaikan arahan dalam kegiatan tersebut.

“Terkait dengan usulan Pemerintah Desa, Melalui kesempatan ini saya perintahkan Dinas terkait untuk mengalokasikan kegiatan dalam rangka mendukung pengembangan Bawang Merah di Desa Windu Makmur ini,” Ujar Arusani.  Menurut Bupati Buton Selatan itu, Pemerintah Kabupaten sangat mendukung semangat Pemerintah dan Masyarakat Desa Windu Makmur dalam mengembangkan komoditas Bawang merah sebagai produk unggulan desa karena hal tersebut tidak hanya membawa dampak positif untuk kepentingan Desa tetapi juga untuk kepentingan Daerah secara umum.

“Selaku Pimpinan Daerah, saya mendukung dan berterimakasih karena pengembangan komoditas bawang merah ini, tidak hanya berbuat untuk kepentingan desa tetapi juga kepentingan daerah,“ tuturnya.

Kegiatan panen raya tersebut berlangsung meriah yang disertai penampilan tarian tradisional (tari pangibi).


Penulis : La Taane (TA TTG Buton Selatan)

Rabu, 12 Agustus 2020

Keindahan Jembatan Lingkar Lapoili - Wawoangi, Salahsatu Destinasi Wisata Buton Selatan

Sampolawa – InfoBusel.  Desa Wawoangi merupakan salah satu desa yang terletak di pesisir Pulau Buton bagian selatan, yang secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara.  Dengan pemandangan alam di pesisir pantai serta keberadaan masjid tua yang dikatakan sebagai masjid yang pertama kali dibuat di Pulau Buton yang mengandung nilai religi dan perpaduan budaya lokal menjadi peluang yang  dilirik oleh pemerintah desa untuk mengembangkan kawasan wisata di Desa Wawoangi.

Desa Wawoangi memiliki pesisir pantai sekitar 2 km yang menjadi salah satu penopang warga desa yang berprofesi sebagai nelayan, dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.  Diseberang lautan terdapat pebukitan Wamoose yang ada di Kampung Wapulaka Desa Bahari. Keindahan panorama alam pantai dengan latar belakang bukit Wamoose inilah yang dimanfaatkan oleh desa untuk mengembangkan kawasan wisata pantai dengan membangun Jembatan Lingkar Lapoili.

Wisata Jembatan Lingkar Lapoili ini mulai dibangun sejak Tahun 2018 oleh pemerintah desa dengan sumber anggaran berasal dari dana desa.  La Ode Abdul Halim, SH., Kepala Desa Wawoangi, menjelaskan bahwa dalam perencanaannya (master plan), kawasan wisata Jembatan Lingkar Lapoili ini akan dibangun dengan restoran serta villa atau tempat menginap, juga akan dilengkapi dengan fasilitas seperti banana boat, alat diving maupun jet sky.  “Keberhasilan pembangunan di desa kami ini tidak lepas dari arahan teman-teman pendamping mulai dari Tenaga Ahli, Pendamping Desa maupun Pendamping Lokal Desa yang mendampingi desa kami, dan perkiraan kami masih butuh  sekitar 3 tahun anggaran lagi untuk rampung sampai 100%” lanjutnya disela – sela menerima kunjungan dari Tenaga Ahli Madya KPW 3 Provinsi Sulawesi Tenggara pada 8 Agustus lalu, dan pada hari yg sama menerima kunjungan dari  mantan Walikota Baubau yang kini menjadi Anggota DPD RI Dapil Sultra, Prof. Dr. H. M. Amirul Tamim.   


Kepala Desa Wawoangi La Ode Abdul Halim, SH menerima kunjungan Anggota DPD RI, Prof. Dr. H. M Amirul Tamim

Sampai dengan saat ini, infrastruktur yang sudah rampung berupa jembatan lingkar serta gazebo 2 unit dari 4 unit yang telah direncanakan, jembatan lingkarnya juga sudah dilengkapi dengan pagar pengaman serta lampu bohlam.

Sejak jembatan lingkar ini telah memiliki lantai pada akhir 2018 lalu, pengunjung sudah ramai berdatangan ke tempat ini untuk refreshing dan melepas lelah.  Sejak 31 Juli 2020 lalu tempat wisata ini resmi di buka dan dikelola secara professional oleh BUMDes, dimana pengunjung dikenakan tarif Rp. 3.000,- setiap pengunjung dewasa, dan dalam waktu tiga hari, pengunjungnya sudah lebih dari 4000 pengunjung.  “Alhamdulillah dalam waktu 3 hari, mulai dari hari Jum’at yang bertepatan dengan Idul Adha sampai hari Minggu 2 Agustus lalu, dari catatan pengelola, retribusi yang masuk lebih dari 15 juta rupiah, dan di hari-hari berikutnya pengnjungnya selalu ramai” tutur Kepala Desa Wawoangi.  Menurutnya, beberapa fasilitas yang secepatnya akan dibangun dalam waktu dekat ini adalah kamar kecil (WC) serta musholla, sehingga pengunjung bisa betah berlama-lama ditempat ini.


Kunjungan TAM KPW 3 Sultra bersama TPP P3MD Buton Selatan meninjau perkembangan pembangunan wisata Jembatan Lingkar Lapoili

Dengan viralnya tempat wisata ini di berbagai media sosial sejak tahun lalu, banyak kalangan yang mengapresiasi pembangunan kawasan wisata tersebut, tak terkecuali dari pemerintah daerah baik kabupaten maupun provinsi.  Khusus dari provinsi, di tahun ini telah dianggarkan pembuatan talud serta perluasan jalan dan tempat parkir kendaraan. 

Semoga pengembangan wisata jembatan lingkar ini dapat berjalan lancar dan ramai pengunjung, terlebih di Desa Wawoangi juga ini terdapat Masjid Tua yang memiliki nilai historis sebagai masjid pertama di pulau Buton, yang Insya Allah akan kami buat dalam tulisan selanjutnya.(aw)

Penulis : La Taane (Tenaga Ahli Teknologi Tepat Guna, Koordinator Media Informasi dan Publikasi P3MD Buton Selatan)

Sabtu, 08 Agustus 2020

Bupati Buton Selatan Hadiri Launching Perdana Panen Raya Bawang Merah dari Dana Desa di Hendea

Sampolawa – InfoBusel.  Dalam rangka pelaksanaan panen raya perdana, Desa Hendea menyelenggarakan Launching  Panen Raya Bawang Merah pada Sabtu, 8 Agustus 2020.  Kegiatan ini dihadiri  oleh Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani beserta rombongan dari OPD Buton Selatan.  Turut hadir dalam  kegiatan tersebut Perwakilan dari Dinas PMD Provinsi dan Konsultan Pendamping P3MD Provinsi Sulawesi Tenggara, Salim Umy, S.Pi.

Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani dalam sambutannya berharap agar desa-desa dapat mengembangkan potensi yang dimiliki baik di sektor pertanian untuk wilayah daratan maupun di sektor perikanan untuk wilayah pesisir dan kepulauan.  “Untuk kebutuhan infrastruktur jalan dan embung dalam  mendukung produksi bawang ini, pemerintah desa silahkan diukur untuk diajukan ke daerah melalui Dinas PU, dan kita akan kembangkan juga agrowisata di tempat ini” tutur H. La Ode Arusani dalam mengakhiri sambutannya.

Tenaga Ahli Madya Peningkatan Kapasitas dan Kaderisasi (TAM PKK) KPW 3 Provinsi Sulawesi Tenggara, Salim Umy, S.Pi, berharap agar kegiatan pengembangan produk unggulan desa seperti ini bisa ditularkan pada desa dan kecamatan lain sesuai dengan potensi yang dimiliki desa.

Untuk diketahui, dalam APBDes 2020 ini Desa Hendea menganggarkan pengembangan kawasan pertanian mulai dari pemagaran dengan pagar elektrik dan pembersihan lahan yang dilaksanakan dengan sistem padat karya tunai (PKTD) serta pengadaan bibit bawang merah dan sarana produksi lainnya yang bersumber dari dana desa.  Khusus untuk pengadaan bibit bawang merah sebanyak 6,7 ton dengan anggaran Rp. 240.590.000,- serta pembersihan lahan dianggarkan Rp. 100.000.000,-.  Pembersihan lahan ini melibatkan masyarakat setempat sebagai pekerja dengan model padat karya tunai, dengan melibatkan sekitar 120 pekerja.

Camat Sampolawa yang juga menjadi Pj Kepala Desa Hendea, La Ode Muhammad Hamid, S.Pd menguraikan bahwa penanaman bibit bawang merah ini dilaksanakan sekitar bulan April lalu dengan luasan secara keseluruhan sekitar 7 Ha dengan jumlah petani penerima bibit 117 petani, dan setiap orangnya menerima bibit kisaran 50 sampai 100 kg, tergantung luasan lahan garapannya.  “Dari pengadaan bibit sebanyak 6,7 ton, dengan perkiraan rata-rata 1 kg nenghasilkan 5 kg, kita memprediksi hasil produksi secara keseluruhan dari bibit yang diadakan ini sekitar lebih dari 33 ton” tutur Pj Kepala Desa dalam penyampaian laporan kegiatan panen raya ini.

Kegiatan panen raya ini berlangsung meriah yang disambut oleh sejumlah perangkat adat dan seluruh warga desa.  Kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa kepala desa serta tenaga pendamping professional  (TPP) P3MD Kabupaten Buton Selatan.

 

Penulis : La Taane, S.Pt (TA TTG/Koordinator Media Informasi dan Publikasi P3MD Kab. Buton Selatan)

Selasa, 04 Agustus 2020

Kolam ‘Kampidi’, Permandian Air Tawar di Pinggir Laut


Sampolawa – InfoBusel.  Desa Watiginanda memiliki destinasi wisata yang terbilang unik, berupa permandian air tawar meski tempatnya ada dipinggir pantai.  Permandian tersebut diberi nama Permandian Kampidi, diambil dari nama mata air yang menjadi sumber air di permandian tersebut.
Permandian ini berbentuk kolam yang dibangun dari dana desa, yang dianggarkan dari tahun 2017.  Ditahun 2020 ini dianggarkan hampir 300 juta, yang dikerjakan secara padat karya dengan melibatkan  lebih dari 100 pekerja dari warga setempat.  Pekerjaan  di Tahun 2020 ini difokuskan pada pembuatan lantai dan pemasangan keramik, yang diselesaikan dalam waktu sekitar 20 hari.  
Pada awal Juli lalu, kolam permandian ini pun diisi dengan air yang bersumber dari mata air didekatnya, tepat 5 Juli 2020 kolam permandian ini mulai dibuka dan digunakan, meski belum diresmikan  secara terbuka dengan pertimbangan masih dalam kondisi pandemi Covid-19. 
Kepala Desa Watiginanda, La Bani mengatakan bahwa semenjak dibuka, pengunjung permandian Kampidi ini cukup ramai, terlebih di akhir pekan, Sabtu dan Minggu, pengunjungnya bisa mencapai 300-an orang yang mayoritasnya berasal dari luar desa.  Permandian ini dikelola oleh BUMDes Usaha Mandiri, setiap pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp 3.000,- per orang untuk setiap pengunjung dewasa, sedang bagi anak-anak tidak dipungut biaya (gratis).
Fasilitas yang sementara ini ada di permandian tersebut baru berupa baju pelampung dan ban untuk anak-anak, karena kolam khusus untuk anak belum dibangun, rencana akan dibuat dalam pengembangannya ke depan.  Selain itu pengunjung juga bisa menikmati minuman hangat, kopi dan teh serta aneka jajanan yang diproduksi oleh warga desa.

“Ditahun 2020 ini akan dilanjutkan dengan pembangunan jembatan diseputar kolam tersebut dari sisa dana desa yang ada serta akan dilanjutkan tahun depan.  Selain itu akan dibangun gazebo, WC dan kamar ganti, serta restoran dan Gedung pertemuan yang akan dibangun secara bertahap mulai 2021” tutur Kepala Desa Watiginanda  yang juga sebagai Ketua APDESI Buton Selatan ini menjelaskan rencana pengembangan  kolam permandian Kampidi.  
Ia berharap, dengan terbangunnya kolam permandian ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta menambah pendapatan asli desa (PADes) dengan pengelolaan yang profesional dari  BUMDes.  “Semoga ada perhatian dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam upaya pengembangan tempat ini, guna mendukung visi Buton Selatan sebagai daerah wisata” lanjutnya.

Penulis  :  La Taane (TA TTG Buton Selatan)

Senin, 20 Juli 2020

LA ALY - Sosok Kades Inspiratif - Tutup Usia

Foto  : Ilias

Kepala Desa Hendea, La Aly

Sampolawa-InfoBusel.  Ketika pagi tadi (20/07) kutengok  grup  WhatsApp “P3MD Kades Busel”, nampak tulisan belasungkawa dari anggota grup.  Kulihat kiriman dari La Dapira, Sekretaris Desa Hendea, “Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun, telah berpulang ke rahmatullah Bapak La Aly, Kepala Desa Hendea pada Senin pukul 00.10 dini hari tadi (20/07)” itulah isi pesan dari Pak Sekdes.

La Aly, Kepala Desa Hendea yang berumur 61 tahun itu, kini telah tutup usia dengan meninggalkan 9 orang anak dari ketiga istrinya.  Dari pandangan penulis, beliau adalah sosok bersahaja, tampang tampak garang tapi sangat bersahabat.  Banyak inspirasi yang beliau cetuskan, salah satunya dengan  mengupayakan Kopi Jahe Hendea menjadi produk BUMDes perdana di Buton Selatan tahun 2018 silam.  Kopi Jahe yang merupakan hasil racikan pribadinya ini, dalam penuturan beliau kepada penulis, di uji coba sebanyak lima kali untuk mendapatkan formula ramuan yang khas.  Hasil racikan tersebut kemudian ia sampaikan kepada keluarganya sehingga usaha produksi Kopi Jahe ini kala itu menjadi konsumsi pribadi dan lingkungan keluarga dekatnya.  Namun dengan adanya komunikasi dari para tenaga pendamping professional (TPP), peoduk kopi jahe ini pun didorong menjadi produk unggulan desa yang dikerjasamakan dengan BUMDes.  Produk kopi jahe ini sempat ‘booming’ kala itu, bahkan beberapa kali mendapat kunjungan dari Tim Dinas PMD dan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara.  Dengan produk ini pula, desa-desa lain terinspirasi untuk menghasilkan produk unggulan desa (prudes) lainnya sesuai potensi yang ada di desa masing-masing.


Sosok inspiratif itu kini telah tiada, atas nama pribadi dan keluarga besar Tenaga Pendamping Profesional P3MD Kabupaten Buton Selatan turut berbela sungkawa, semoga amal bakti beliau mendapatkan balasan yang setimpal disisi Allah SWT, dan segala dosa-dosanya diampuni oleh Rabb Yang Maha Pengampun.  Amiin (aw80)


Penulis : La Taane (TA-TTG Buton Selatan)

Selasa, 14 Juli 2020

Meraih Berkah Ditengah Pandemi

Usaha Produksi Masker Kain oleh BUMDes

Foto: Citra

Sampolawa-InfoBusel.  Pandemi Covid-19 (corona virus disease-19) telah membawa dampak dalam berbagai sektor, mulai dari sektor ekonomi, sosial maupun budaya dan sangat mempengaruhi pola hidup masyarakat.  Imbas dari wabah pandemi Covid-19 pada perekonomain masyarakat, terutama pekerja informal berakibat pada berkurangnya pendapatan hingga kehilangan mata pencaharian, lantaran sepi permintaan. Namun, di tengah penyebaran wabah corona yang kian masif, ada celah bagi pelaku usaha menangkap peluang untuk mengais rezeki, salah satunya dengan produsen masker kain.

Sejalan dengan instruksi pemerintah yang menghimbau masyarakat untuk mengenakan masker ketika beraktifitas diluar rumah meski hanya dengan menggunakan masker kain, karena masker medis (masker bedah) yang belakangan ini jadi barang langka dan harganya meroket.  Penggunaan masker kain ini, meski  tingkat proteksinya tidak seefektif masker bedah, dapat mengurangi permintaan dan lonjakan harga masker bedah yang diprioritaskan untuk dokter dan paramedis.

Peluang pembuatan/produksi masker kain ini kini di rasakan juga oleh salah satunya pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) BANGUN MAJU, Desa Bangun Kecamatan Sampolawa mampu memproduksi kurang lebih 2000 masker selama kurun waktu 3 minggu. Pesanan tersebut tak lain berasal dari pemerintah Desa, sekolah-sekolah, baik yang berada di desa maupun di luar desa untuk kemudian di bagikan secara gratis kepada masyarakat maupun para guru.

Usaha Produksi Masker Kain oleh BUMDes

Dengan bermodalkan Rp 10.500.000,- mereka mempekerjakan 6 orang karyawan dan memproduksi masker kain dengan dua macam model, yakni masker dari bahan dasar kain flanel dan dari kain balotelli.  Harga jual untuk masker dari kain flanel di berondol dengan harga Rp. 7.000,- per lembar sedangkan untuk masker bahan dasar dari kain balotelli dijual dengan harga Rp. 5.000,- per lembar.


Kaimudin, Kepala Desa Bangun Kec. Sampolawa

Kepala Desa Bangun, Kaimuddin berharap dengan adanya produksi masker kain ini dapat bermanfaat dalam mencegah penularan Covid-19 dimasyarakat.  “Semoga usaha masker ini dapat merangsang pelaku usaha di desa khususnya pengurus BUMDes dalam meningkatkan usaha dan mengembangkan unit usaha lainnya agar dapat menambah pendapatan bagi pengurus dan unit usahanya serta berkontribusi dalam peningkatan pendapatan asli desa atau PADes” lanjutnya.

Penulis : Citra Handisyam

Editor  : Anex


Rabu, 08 Juli 2020

Pertahankan Citarasa, Kopi Rongi Original Diperkenalkan dalam Event Nasional dan Dunia

Kopi Rongi ditampilkan dalam salah satu event nasional

Foto: Sugianto

Sampolawa-InfoBusel. Desa Sandang Pangan Kecamatan Sampolawa memiliki produk olahan kopi yang dikenal dengan Kopi Rongi Original.  Kopi ini merupakan salah satu warisan leluhur yang dikembangkan sejak dulu hingga saat ini. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Desa Sandang Pangan, Jumadil, bahwa Mayoritas masyarakat Desa Sandang Pangan adalah petani kopi yang jumlahnya kurang lebih 200 sampai 300 petani. Desa Sandang Pangan terletak di atas ketinggian 200 m dpl dan sangat cocok untuk pengembangan kopi jenis robusta (dataran rendah). Kopi Jenis robusta ini oleh pemuda-pemudi Desa Sandang Pangan yang tergabung dalam salah satu unit Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Lamando Jaya dikembangkan dengan membuat olahan produk Kopi Original dan sudah memiliki Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) dengan nomor. 535/004/XII/SPP-IRT/2018 yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan dan pada tanggal 7 Desember 2018.

Proses olahan kopi Rongi ini dalam bentuk bubuk yang dibungkus dengan kemasan standing pouch gabungan aluminium foil dan plastik.  Untuk menjaga kwalitas dan citarasanya, proses pengolahan dilakukan secara tradisional, serta perlakuan selama perawatan, panen dan pasca panen juga menjadi perhatian karena sangat menentukan kwalitas kopi tersebut.  
Semenjak adanya usaha pengolahan kopi, sudah ribuan liter kopi masyarakat yang dibeli oleh unit Badan Usaha Milik Desa.  Usaha ini juga dapat memberdayakan masyarakat desa karena setelah biji kopi dibeli, untuk proses sangrai per liternya BUMDes bekerjasama dengan masyarakat yang sudah mahir melakukan proses sangrai yang digaji sebesar Rp. 10.000,-/liter. Produk Kopi Original selain memberdayakan kelompok masyarakat sebagai penopang ekonomi keluarga juga meningkatkan pendapatan pengelola unit usaha sebagai pelaku usaha serta berkontribusi dalam peningkatan PADes.  “Kontribusi PADes dari usaha BUMDes Tahun 2019 yang masuk dalam APBDes Tahun 2020 ini sebesar Rp 3.223.500, dan ini hanya dari hasil usaha olahan kopi tersebut” tutur Ketua BUMDes Lamando Jaya, Ambodi.

Produk Kopi Rongi Original  berjalan sejak Desember 2018 dan hingga saat ini masih tetap diproduksi oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Lamando Jaya.  Citarasanya tetap terjaga seperti yang diungkapkan langsung oleh penikmat kopi yang juga sebagai Barista yaitu Bapak Ramadhan bahwa rasa kopi Rongi memiliki kandungan zat asam yang menonjol dan juga rasa kopi yang tertinggal dilidah setelah diminum kopinya serta memiliki rasa khas yaitu semi arabika karena ada sedikit manisnya. 

Kopi Rongi Original ini juga telah diikutkan dalam berbagai event seperti pameran EXPO TRISAKTI TOURISM AWARD 2019 di Grand Sahim Jakarta oleh Dinas Ketahanan Pangan Buton Selatan pada tanggal 27-29 Juni 2019, juga dipamerkan pada saat memperingati Hari Pangan Sedunia di Kendari pada hari Sabtu, 2 November 2019 serta Event yang bertajuk Kopi Rongi Expo yang digelar di Desa Sandang Pangan, Selasa 3 Maret 2020 oleh Himpunan Pelajar Mahasiswa Rongi (HIPERMAR). 
Jumadil, Kepala Desa Sandang Pangan

Kepala Desa Sandang Pangan yang sering disapa La Yadi, menuturkan bahwa Kopi Rongi diproduksi guna meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja melalui Badan Usaha Milik Desa LAMANDO JAYA. Pemerintah Desa Sandang Pangan berharap agar produksi Kopi Rongi Original ini semakin ditingkatkan dan budidaya kopi tetap menjadi potensi unggulan desa dan sekaligus menjadi produk unggulan Kabupaten Buton Selatan. Pemerintah Desa melalui Badan Usaha Milik Desa juga berharap agar cita rasa khas kopi Rongi tetap dipertahankan dan dapat membangun akses pemasaran baik di wilayah Jazira Pulau  Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara maupun seluruh masyarakat Indonesia.

Penulis : Sugianto
Editor   : Anex

BERITA POPULER

Berita Terbaru

Keciprat Dana 22 M, Desa Gerak Makmur Dapat PSN Kampung Nelayan Merah Putih

Sampolawa - TPPBusel || Desa Gerak Makmur Kecamatan Sampolawa kecipratab dana Rp. 22 M dari Program Strategis Nasional Kampung Nelayan Mera...