Selasa, 07 Juli 2020

Kembangkan Potensi, Desa Lampanairi Anggarkan Mesin Pengolahan Ubi Kayu


Kepala Desa Lampanairi bersama TPP

Foto : Faisal

Batauga-Info Busel.  Ubi kayu menjadi salah satu makanan yang sudah sangat familiar di telinga masyarakat nusantara terlebih yang tinggal di Kepulauan Buton, termasuk Buton Selatan pada khususnya.  Ubi Kayu ini menjadi salah satu bahan pangan utama yang di konsumsi oleh masyarakat karna memiliki kandungan karbohidrat yang sangat di butuhkansebagai sumber energi bagi tubuh.
Karena merupakan salah satu makanan pokok membuat ubi kayu ini menjadi salah satu pendamping/pengganti beras yang sangat baik. Biasanya Ubi Kayu akan dibuat seperti leye atau hanya di rebus atau di goreng saja.  Seiring berkembangnya pola konsumsi masyarakat tak terkecuali masyarakat desa yang menjadikan beras sebagai makanan pokoknya, menjadikan permintaan akan ubi kayu ini juga menurun di pasaran, sehingga diperlukan alternatif pengolahan ubi kayu ini menjadi tepung.  Olahan tepung ubi kayu ini dikenal dengan tepung tapioka, namun beberapa tahun terakhir ini dikembangkan tepung ‘mocaf’ (modified cassava flour)
Melihat kebutuhan akan mocaf dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya ini sangat tinggi, maka Desa Lampanairi Kecamatan Batauga menangkap peluang ini dengan menganggarkan pengadaan paket mesin pengolahan ubi kayu menjadi tepung mocaf sejumlah Rp. 250.000.000,- yang bersumber dari dana desa dalam APBDes  Tahun Anggaran 2020.  

Paket mesin pengolahan ubi kayu menjadi mocaf

Peralatan tersebut tersebut terdiri dari mesin pencuci singkong, mesin pengiris, mesin press (peras), mesin pengering (oven), mesin penggiling serta wadah fermentasi. 

Paket mesin pengolahan ubi kayu menjadi mocaf

Menurut Laode Syarifudin, Kepala Desa Lampanairi, usaha pembuatan mocaf ini akan mulai dijalankan pada November 2020 yang akan dikelola langsung oleh BUMDes Mandiri Sejahtera.  “Semoga dengan beroperasinya usaha ini nantinya, dapat menyerap tenaga kerja dari warga Desa Lampanairi, harga ubi  kayu menjadi kompetitif dan stabil, bisa meningkatkan pendapatan warga dan PADes serta bisa menjadi produk unggulan desa kami” pungkas  Kepala Desa yang sering dipanggil Guntur ini.  Sebelum usaha ini berjalan, akan dilakukan pelatihan pengoperasian mesin-mesin tersebut serta pembuatan mocaf ini yang akan dibimbing langsung oleh penyedia/suppliyer mesin tersebut, termasuk hasil produksinya akan dibantu pemasarannya.

Penulis : Faisal-Anex
Editor    : Anex

1 komentar:

  1. semoga kegiatannya berkelanjutan sehingga mampu menjadi penggerak bagi warga untuk menciptakan jenis
    jenis olahan pangan lokal yg beragam 😊

    BalasHapus

BERITA POPULER

Berita Terbaru

Keciprat Dana 22 M, Desa Gerak Makmur Dapat PSN Kampung Nelayan Merah Putih

Sampolawa - TPPBusel || Desa Gerak Makmur Kecamatan Sampolawa kecipratab dana Rp. 22 M dari Program Strategis Nasional Kampung Nelayan Mera...