PANEN PADI PERDANA BUM DESA WAWOANGI

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat Datang di Portal Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Buton Selatan

Berita Terbaru

Penerimaan Beasiswa Dana Desa Tahun 2026 di Desa Bahari Dua, Dukung Pendidikan dan Prestasi Generasi Muda

TPPBusel – Pemerintah Desa Bahari Dua, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, menyalurkan beasiswa yang bersumber dari Dana Desa Tahu...

Jumat, 28 Agustus 2020

Persiapkan Perencanaan 2021, Kecamatan Lapandewa Menggelar Rapat Terpadu


Lapandewa - InfoBusel [] Untuk memaksimalkan Perencaan Pembangunan Desa Tahun Anggaran 2021 di Kecamatan Lapandewa Kabupaten Buton Selatan, Pemerintah Kecamatan Lapandewa melaksanakan Rapat Koordinasi Terpadu, Kamis (27/8/2020) bertempat di Gedung Serbaguna Desa Lapandewa dengan mengundang Semua Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua BPD dan Tim Pendamping Profesional Kabupaten Buton Selatan.

Acara dibuka oleh Camat Lapandewa La Nilo, S.Pd, disusul Sambutan dari Tenaga Ahli PMD Kabupaten Buton Selatan, Abady Makmur dan dilanjutkan dengan Pemaparan Materi mengenai Tahapan dan Mekanisme Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa Tahun 2021 oleh Tenaga Ahli Perencanaan partisipatif, Amiruddin Majid. SP

Camat Lapandewa, La Nilo, S.Pd saat menyampaikan sambutan mengatakan bahwa Pihaknya sangat mengapresiasi kinerja Pendamping Desa di wilayahnya atas segala kerja kerja pendampingan yang telah mampu mengangkat nama Kecamatan Lapandewa dapat sejajar dengan beberapa Kecamatan yang ada di Buton Selatan.

”Saya juga menegaskan bahwa pelaksanaan Rapat koordinasi ini dilakukan dalam rangka Penjelasan Tahapan Perencanaan Desa Tahun 2021” Tutur La Nilo, S.Pd.

Tenaga Ahli Perencanaan partisipatif, Amiruddin Majid. SP menjelaskan bahwa Berdasarkan Permendes 17 Tahun 2019 tentang Pedoman Umum Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, maka Tahapan Penetapan Rencana Kerja Pembangunan Desa Tahun 2021 diawali dari tahapan Musyawarah desa Rencana Pembangunan Desa (Musdes renbang), selanjutnya Penetapan Tim Penyusun RKP Desa dan Pertemuan Kelompok Masyarakat sesuai arah Kebijakan Desa.


”Lalu dilakukan Pencermatan pagu atau Program Indikatif, Pencermatan Ulang RPJMDes, Penyusunan rancangan RKPDesa Tahun 2021 dan Daftar usulan Desa 2022, dilanjutkan Musrembang Desa, Penyusunan Dokumen Rancangan RKP Desa 2021, Musdes Penetapan rancangan RKP Desa Tahun 2021 dan Rapat BPD dan Pemerintah Desa terkait pembahasan dan penetapan perdes RKPDesa Tahun 2021,” Lanjut Amirudin menjelaskan materinya. 

Penulis : Abady Makmur (TA PMD Buton Selatan)

Editor   : Anex

Rabu, 12 Agustus 2020

Keindahan Jembatan Lingkar Lapoili - Wawoangi, Salahsatu Destinasi Wisata Buton Selatan

Sampolawa – InfoBusel.  Desa Wawoangi merupakan salah satu desa yang terletak di pesisir Pulau Buton bagian selatan, yang secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara.  Dengan pemandangan alam di pesisir pantai serta keberadaan masjid tua yang dikatakan sebagai masjid yang pertama kali dibuat di Pulau Buton yang mengandung nilai religi dan perpaduan budaya lokal menjadi peluang yang  dilirik oleh pemerintah desa untuk mengembangkan kawasan wisata di Desa Wawoangi.

Desa Wawoangi memiliki pesisir pantai sekitar 2 km yang menjadi salah satu penopang warga desa yang berprofesi sebagai nelayan, dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.  Diseberang lautan terdapat pebukitan Wamoose yang ada di Kampung Wapulaka Desa Bahari. Keindahan panorama alam pantai dengan latar belakang bukit Wamoose inilah yang dimanfaatkan oleh desa untuk mengembangkan kawasan wisata pantai dengan membangun Jembatan Lingkar Lapoili.

Wisata Jembatan Lingkar Lapoili ini mulai dibangun sejak Tahun 2018 oleh pemerintah desa dengan sumber anggaran berasal dari dana desa.  La Ode Abdul Halim, SH., Kepala Desa Wawoangi, menjelaskan bahwa dalam perencanaannya (master plan), kawasan wisata Jembatan Lingkar Lapoili ini akan dibangun dengan restoran serta villa atau tempat menginap, juga akan dilengkapi dengan fasilitas seperti banana boat, alat diving maupun jet sky.  “Keberhasilan pembangunan di desa kami ini tidak lepas dari arahan teman-teman pendamping mulai dari Tenaga Ahli, Pendamping Desa maupun Pendamping Lokal Desa yang mendampingi desa kami, dan perkiraan kami masih butuh  sekitar 3 tahun anggaran lagi untuk rampung sampai 100%” lanjutnya disela – sela menerima kunjungan dari Tenaga Ahli Madya KPW 3 Provinsi Sulawesi Tenggara pada 8 Agustus lalu, dan pada hari yg sama menerima kunjungan dari  mantan Walikota Baubau yang kini menjadi Anggota DPD RI Dapil Sultra, Prof. Dr. H. M. Amirul Tamim.   


Kepala Desa Wawoangi La Ode Abdul Halim, SH menerima kunjungan Anggota DPD RI, Prof. Dr. H. M Amirul Tamim

Sampai dengan saat ini, infrastruktur yang sudah rampung berupa jembatan lingkar serta gazebo 2 unit dari 4 unit yang telah direncanakan, jembatan lingkarnya juga sudah dilengkapi dengan pagar pengaman serta lampu bohlam.

Sejak jembatan lingkar ini telah memiliki lantai pada akhir 2018 lalu, pengunjung sudah ramai berdatangan ke tempat ini untuk refreshing dan melepas lelah.  Sejak 31 Juli 2020 lalu tempat wisata ini resmi di buka dan dikelola secara professional oleh BUMDes, dimana pengunjung dikenakan tarif Rp. 3.000,- setiap pengunjung dewasa, dan dalam waktu tiga hari, pengunjungnya sudah lebih dari 4000 pengunjung.  “Alhamdulillah dalam waktu 3 hari, mulai dari hari Jum’at yang bertepatan dengan Idul Adha sampai hari Minggu 2 Agustus lalu, dari catatan pengelola, retribusi yang masuk lebih dari 15 juta rupiah, dan di hari-hari berikutnya pengnjungnya selalu ramai” tutur Kepala Desa Wawoangi.  Menurutnya, beberapa fasilitas yang secepatnya akan dibangun dalam waktu dekat ini adalah kamar kecil (WC) serta musholla, sehingga pengunjung bisa betah berlama-lama ditempat ini.


Kunjungan TAM KPW 3 Sultra bersama TPP P3MD Buton Selatan meninjau perkembangan pembangunan wisata Jembatan Lingkar Lapoili

Dengan viralnya tempat wisata ini di berbagai media sosial sejak tahun lalu, banyak kalangan yang mengapresiasi pembangunan kawasan wisata tersebut, tak terkecuali dari pemerintah daerah baik kabupaten maupun provinsi.  Khusus dari provinsi, di tahun ini telah dianggarkan pembuatan talud serta perluasan jalan dan tempat parkir kendaraan. 

Semoga pengembangan wisata jembatan lingkar ini dapat berjalan lancar dan ramai pengunjung, terlebih di Desa Wawoangi juga ini terdapat Masjid Tua yang memiliki nilai historis sebagai masjid pertama di pulau Buton, yang Insya Allah akan kami buat dalam tulisan selanjutnya.(aw)

Penulis : La Taane (Tenaga Ahli Teknologi Tepat Guna, Koordinator Media Informasi dan Publikasi P3MD Buton Selatan)

Senin, 10 Agustus 2020

Cegah Covid-19 pada Warga Desa, Menteri Desa Galakkan Program Setengah Miliar Masker

Jakarta - InfoBusel.  Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengatakan, gerakan setengah miliar masker merupakan program yang digalakkan untuk memastikan desa aman dari penyebaran virus covid 19. Dalam hal ini, warga desa ditargetkan dapat memiliki minimal 4 masker per orang.

"Target kita setiap warga punya masker yang bisa dicuci. Jadi tidak ada alasan maker dicuci atau ketinggalan," ujarnya saat rapat koordinasi virtual bersama Menteri Dalam Negeri, Kepala BNPB, dan Tim Penggerak PKK di Jakarta, Senin (10/8).

Gus Menteri, sapaannya, menerangkan, dari 4 masker tersebut, pengadaan 2 masker di antaranya dapat menggunakan dana desa, sedangkan pengadaan 2 masker selebihnya dapat dilakukan secara gotong royong. 

Ia juga meminta tim penggerak PKK untuk membantu distribusi masker dan sosialisasi dari rumah ke rumah.

"Karena gerakan aksi setengah miliar masker ini bukan urusan produksi saja, produksi bisa BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dari dana desa atau donatur secara gotong royong, sehingga yang dibutuhkan dari tim penggerak PKK adalah distribusi dan sosialisasi dari rumah ke rumah," ujarnya.

Terkait hal tersebut, Gus Menteri meminta seluruh Kepala Desa untuk dapat membuat sebuah regulasi terkait adaptasi kebiasaan baru di desa. Hal tersebut berkaitan dengan penerapan penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta jaga jarak.

"Di desa biasanya kalau sudah diatur di dalam sebuah aturan lebih patuh. Kalau hanya himbauan agak susah. Karena kalau desa sudah keluarkan regulasi, akan lebih mudah mengurus fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan," terangnya.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan desa untuk tetap mempertahankan ruang isolasi yang sebelumnya telah disediakan oleh desa. Menurutnya, meskipun penggunaan ruang isolasi di desa sudah mulai menurun, keberadaan ruang isolasi harus tetap ada untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, Gus Menteri juga meminta Desa tetap mempertahan pos jaga desa.

"Saya himbau, saya minta ke desa dulu ada pemeriksaan suhu badan di gerbang desa, ada pos jaga desa. Nah sekarang ini tetap dijalankan," ujarnya.


Teks: Novri/Kemendes PDTT

Hakteknas 2020, Program Desa Berinovasi Resmi Diluncurkan

 

Jakarta - InfoBusel.  Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menghadiri Puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) di Auditorium BJ Habibie Kementerian Riset dan Teknologi, pada Senin (10/8/2020) pagi. 

Menteri Halim sedianya mengikuti kegiatan Hakteknas ini di Dusun Tumba Desa Tamaela Kabupaten Gorontalo, namun karena pertimbangan lain makanya urung hadir dan mengikuti acara di Kemeristek di Jakarta. Menteri Halim pun menyapa warga Dusun Tumba yang mengikuti peringatan Hakteknas via virtual ini. 

Dusun Tumba ini termasuk dalam program #desaberinovasi yang digagas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sebagai Mitra Perguruan Tinggi Untuk Desa (Pertides).

Keduanya bersinergi dengan baik dalam melakukan inovasi Teknologi Tepat Guna Desa berupa pembangkit listrik "Pycohydro" yang mana melalui program ini juga, skalanya akan dinaikkan  menjadi "Microhydro" bersama sentuhan teknologi dan inovasi Kemenristek/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

Program Desa Berinovasi, Kemendes PDTT sebagai leading sector mengembangkan potensi desa secara ekonomi akan fokus pada pemberdayaan potensi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Dusun Tumba letaknya sangat terpencil karena hanya bisa dijangkau dengan menggunakan motor selama dua jam," kata Gus Menteri, sapaan akrabnya.

Gus Menteri mengatakan, meski letak terpencil dan suku terasing, namun, di Dusun tersebut telah dialiri listrik karena adanya program Desa Berinovasi yang didukung oleh Kemenristek/BRIN.

Doktor Honoris Causa dari UNY ini mengaku bersyukur dengan perhatian Kemenristek/BRIN untuk membangun desa-desa yang terpencil meski sedang mengembangkan inovasi di bidang tertahanan dan teknologi terkini seperti Artificial Intelegne (AI).

"Meski mengurus soal indutri pertahanan tapi Kemeristek/BRIN harus mengurus soal desa. Ini luar biasa," kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menandatangani Nota Kesepahaman untuk peluncuran program `Desa Berinovasi`.

Penandatanganan ini dilakukan di tengah peringatan puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2020 di Gedung BJ Habibie, Jakarta, yang disaksikan langsung oleh Wakil Presiden RI Ma`ruf Amin melalui sambungan virtual.

Desa Berinovasi merupakan program yang bertujuan untuk menggerakkan ekonomi, dan menemukan peluang bisnis melalui penerapan teknologi untuk pengembangan produk unggulan, serta membangun keterampilan dan kompetensi masyarakat.

Pengembangan teknologi tepat guna dilakukan melalui 11 bidang usaha yakni pariwisata, hasil perkebunan, hasil pertanian, budidaya non pangan, pengolahan hasil perikanan, budidaya pangan, pengolahan hasil peternakan, pengolahan makanan dan minuman, kerajinan, dan pengolahan sampah.


Teks: Firman/Kemendes PDTT

Sabtu, 08 Agustus 2020

Bupati Buton Selatan Hadiri Launching Perdana Panen Raya Bawang Merah dari Dana Desa di Hendea

Sampolawa – InfoBusel.  Dalam rangka pelaksanaan panen raya perdana, Desa Hendea menyelenggarakan Launching  Panen Raya Bawang Merah pada Sabtu, 8 Agustus 2020.  Kegiatan ini dihadiri  oleh Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani beserta rombongan dari OPD Buton Selatan.  Turut hadir dalam  kegiatan tersebut Perwakilan dari Dinas PMD Provinsi dan Konsultan Pendamping P3MD Provinsi Sulawesi Tenggara, Salim Umy, S.Pi.

Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani dalam sambutannya berharap agar desa-desa dapat mengembangkan potensi yang dimiliki baik di sektor pertanian untuk wilayah daratan maupun di sektor perikanan untuk wilayah pesisir dan kepulauan.  “Untuk kebutuhan infrastruktur jalan dan embung dalam  mendukung produksi bawang ini, pemerintah desa silahkan diukur untuk diajukan ke daerah melalui Dinas PU, dan kita akan kembangkan juga agrowisata di tempat ini” tutur H. La Ode Arusani dalam mengakhiri sambutannya.

Tenaga Ahli Madya Peningkatan Kapasitas dan Kaderisasi (TAM PKK) KPW 3 Provinsi Sulawesi Tenggara, Salim Umy, S.Pi, berharap agar kegiatan pengembangan produk unggulan desa seperti ini bisa ditularkan pada desa dan kecamatan lain sesuai dengan potensi yang dimiliki desa.

Untuk diketahui, dalam APBDes 2020 ini Desa Hendea menganggarkan pengembangan kawasan pertanian mulai dari pemagaran dengan pagar elektrik dan pembersihan lahan yang dilaksanakan dengan sistem padat karya tunai (PKTD) serta pengadaan bibit bawang merah dan sarana produksi lainnya yang bersumber dari dana desa.  Khusus untuk pengadaan bibit bawang merah sebanyak 6,7 ton dengan anggaran Rp. 240.590.000,- serta pembersihan lahan dianggarkan Rp. 100.000.000,-.  Pembersihan lahan ini melibatkan masyarakat setempat sebagai pekerja dengan model padat karya tunai, dengan melibatkan sekitar 120 pekerja.

Camat Sampolawa yang juga menjadi Pj Kepala Desa Hendea, La Ode Muhammad Hamid, S.Pd menguraikan bahwa penanaman bibit bawang merah ini dilaksanakan sekitar bulan April lalu dengan luasan secara keseluruhan sekitar 7 Ha dengan jumlah petani penerima bibit 117 petani, dan setiap orangnya menerima bibit kisaran 50 sampai 100 kg, tergantung luasan lahan garapannya.  “Dari pengadaan bibit sebanyak 6,7 ton, dengan perkiraan rata-rata 1 kg nenghasilkan 5 kg, kita memprediksi hasil produksi secara keseluruhan dari bibit yang diadakan ini sekitar lebih dari 33 ton” tutur Pj Kepala Desa dalam penyampaian laporan kegiatan panen raya ini.

Kegiatan panen raya ini berlangsung meriah yang disambut oleh sejumlah perangkat adat dan seluruh warga desa.  Kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa kepala desa serta tenaga pendamping professional  (TPP) P3MD Kabupaten Buton Selatan.

 

Penulis : La Taane, S.Pt (TA TTG/Koordinator Media Informasi dan Publikasi P3MD Kab. Buton Selatan)

Selasa, 04 Agustus 2020

Kolam ‘Kampidi’, Permandian Air Tawar di Pinggir Laut


Sampolawa – InfoBusel.  Desa Watiginanda memiliki destinasi wisata yang terbilang unik, berupa permandian air tawar meski tempatnya ada dipinggir pantai.  Permandian tersebut diberi nama Permandian Kampidi, diambil dari nama mata air yang menjadi sumber air di permandian tersebut.
Permandian ini berbentuk kolam yang dibangun dari dana desa, yang dianggarkan dari tahun 2017.  Ditahun 2020 ini dianggarkan hampir 300 juta, yang dikerjakan secara padat karya dengan melibatkan  lebih dari 100 pekerja dari warga setempat.  Pekerjaan  di Tahun 2020 ini difokuskan pada pembuatan lantai dan pemasangan keramik, yang diselesaikan dalam waktu sekitar 20 hari.  
Pada awal Juli lalu, kolam permandian ini pun diisi dengan air yang bersumber dari mata air didekatnya, tepat 5 Juli 2020 kolam permandian ini mulai dibuka dan digunakan, meski belum diresmikan  secara terbuka dengan pertimbangan masih dalam kondisi pandemi Covid-19. 
Kepala Desa Watiginanda, La Bani mengatakan bahwa semenjak dibuka, pengunjung permandian Kampidi ini cukup ramai, terlebih di akhir pekan, Sabtu dan Minggu, pengunjungnya bisa mencapai 300-an orang yang mayoritasnya berasal dari luar desa.  Permandian ini dikelola oleh BUMDes Usaha Mandiri, setiap pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp 3.000,- per orang untuk setiap pengunjung dewasa, sedang bagi anak-anak tidak dipungut biaya (gratis).
Fasilitas yang sementara ini ada di permandian tersebut baru berupa baju pelampung dan ban untuk anak-anak, karena kolam khusus untuk anak belum dibangun, rencana akan dibuat dalam pengembangannya ke depan.  Selain itu pengunjung juga bisa menikmati minuman hangat, kopi dan teh serta aneka jajanan yang diproduksi oleh warga desa.

“Ditahun 2020 ini akan dilanjutkan dengan pembangunan jembatan diseputar kolam tersebut dari sisa dana desa yang ada serta akan dilanjutkan tahun depan.  Selain itu akan dibangun gazebo, WC dan kamar ganti, serta restoran dan Gedung pertemuan yang akan dibangun secara bertahap mulai 2021” tutur Kepala Desa Watiginanda  yang juga sebagai Ketua APDESI Buton Selatan ini menjelaskan rencana pengembangan  kolam permandian Kampidi.  
Ia berharap, dengan terbangunnya kolam permandian ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta menambah pendapatan asli desa (PADes) dengan pengelolaan yang profesional dari  BUMDes.  “Semoga ada perhatian dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam upaya pengembangan tempat ini, guna mendukung visi Buton Selatan sebagai daerah wisata” lanjutnya.

Penulis  :  La Taane (TA TTG Buton Selatan)

BERITA POPULER

GALLERY WISATA BUTON SELATAN

PROGRESS KEGIATAN