PANEN PADI PERDANA BUM DESA WAWOANGI

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat Datang di Portal Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Buton Selatan

Berita Terbaru

Penerimaan Beasiswa Dana Desa Tahun 2026 di Desa Bahari Dua, Dukung Pendidikan dan Prestasi Generasi Muda

TPPBusel – Pemerintah Desa Bahari Dua, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, menyalurkan beasiswa yang bersumber dari Dana Desa Tahu...

Senin, 30 November 2020

Gus Menteri: Perguruan Tinggi Memiliki Peran Penting Dalam Pembangun Desa

 Jakarta – InfoBusel || Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam pembangunan desa yang salah satunya pada sektor pertanian yang ada di desa. Hal itu disampaikan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar saat menjadi keynote speaker dalam Lokakarya Nasional 2020 yang digelar Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) secara virtual dari Kantor Kemendes PDTT pada Senin (30/11).

Menurut Abdul Halim atau yang akrab disapa Gus Menteri ini, bahwa perguruan tinggi untuk desa (Pertides) yang telah dibentuk beberapa tahun lalu telah berperan dalam pembangunan di desa karena dalam pembentukannya tersebut dilatarbelakangi agar perguruan tinggi tidak lepas terlalu jauh dari berbagai permasalahan yang ada didesa.

“Pertides inilah yang kemudian memanyungi kita untuk melakukan berbagai hal apa saja yang bisa dilakukan sesuai dengan apa yang menjadi fokus masing-masing perguruan tinggi dalam pendampingan untuk mengatasi permasalahan yang ada didesa,” katanya.

Salah satu permasalahan yang ada didesa yakni terkait dengan sektor pertanian. menurutnya, sektor pertanian penting karena dari 74.953 desa yang tersebar diseluruh Indonesia terdapat 70 persen wilayahnya ada disektor pertanian.

“Tentu ini juga akan sangat membutuhkan pendampingan karena berbagai upaya dalam keberlanjutan produktifitas yang berkelanjutan masih dalam permasalahan,” katanya.

Gus Menteri menilai bahwa dalam permasalahan produktifitas berkelanjutan dikarenakan banyaknya pendampingan yang sifatnya sesaat atau tidak berkelanjutan sehingga produktifitasnya turut mengalami penurunan.

“Awalnya saat dilakukan pendampingan produktifitasnya bagus. tapi, setelah ditinggal menjadi menurun. Inilah yang kemudian kita selalu meminta agar segala bentuk kerjasama harus ada pendampingan pasca dicapainya produk. Jadi, jangan kemudian dicapainya produk sudah tidak ada sentuhan lagi,” katanya.

Waktu yang dibutuhkan dalam pendampingan, Tambah Gus Menteri, dibutuhkan waktu 2 hingga 3 tahun agar menjadi sebuah kultur atau budaya bagi masyarakat desa yang bekerja atau berusaha pada sektor pertanian.

“Kalau sudah menjadi kultur atau budaya, baru ditinggal. Sebelum menjadi budaya kalau kemudian ditinggal itu akañ kembali ke asalnya karena tidak mendampingi lagi.  sudah tidak ada lagi yang mengawasi, mengingatkan dan memotivasi. Ini sebenarnya harus dimotivasi terus menerus,” katanya.

Oleh karena itu, tambah Gus menteri, untuk mengatasi dalam permasalahan pasca produktifitas dalam bidang pertanian dibutuhkan pendampingan dalam kurun waktu tertentu.

“Nah dibidang pertanian ini memang kita sangat membutuhkan pendampingan berkelanjutan. termasuk didalamnya ada penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG). TTG itu sama, awal-awal semangat, lama-lama kalau tidak ada pendampingan akan kembali lagi ke tradisional. Nah ini juga yang perlu kita perhatikan. Jadi, pada prinsipnya kita memang sangat butuh pendampingan secara berkelanjutan,” katanya. (KORANNTB.Com)

 

BUMDes Bisa Dirikan BUMDesma Lintas Kabupaten

Malang – InfoBusel || Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri tidak mempersoalkan desa mendirikan BUMDesma dengan desa yang berbeda Kabupaten.

Gus Menteri menjelaskan, mengacu pada Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terkait Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), setiap desa dapat memiliki satu BUMDes dan diperbolehkan mendirikan BUMDesma dengan desa yang berbeda Kabupaten.

“Yang penting berbasis kesamaan kepentingan dan tujuan untuk peningkatan ekonomi,” terang Gus Menteri saat acara Konsultasi Publik Rancangan PP tentang Bumdes dan Sosialisasi Permendes PDTT Nomor 13 tahun 2020 tentang Prioritas Pengunaan DD Tahun 2021 di Pendopo Kabupaten Malang, Jumat (27/11/2020).

Gus Menteri berharap, dengan BUMDesma intas daerah tersebut ada koneksi antara desa satu dengan desa yang lain meskipun berbeda daerah. Tidak selamanya desa itu memiliki kesamaan potensi dengan desa yang berada disebelahnya.

“Misalnya di Kabupaten Malang ini kerjasama dengan desa di NTT kemudian membentuk BUMDesma. Itu tidak dibatasi jumlahnya yang penting ada kesamaan kepentingan di dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi di desa,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Gus Menteri kembali menegaskan bahwa satu desa tidak boleh memiliki lebih dari satu BUMDes. Akan tetapi satu BUMDes dapat memiliki unit usaha sebanyak-banyaknya dengan catatan memperhatikan potensi desa setempat.

“Satu desa hanya punya satu BUMDes, tetapi diberi keleluasaan untuk membikin unit usaha sebanyak-banyaknya,” pungkas Gus Menteri. (RLS)


 

Desa Watuampara Salurkan BLT DD Kepada 107 KPM

Siompu Barat - InfoBusel || Meski kebanyakan desa telah melakukan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT DD) bulan ke-7 dan 8 (Oktober - November 2020) dikarenakan telah memasuki bulan untuk penyaluran BLT DD, namun ada beberapa desa yang masih dalam tahap refokusing kegiatan untuk nantinya dilakukan penyesuaian. 

Tepat di tanggal 26 November 2020 lalu, satu desa di wilayah Kecamatan Siompu Barat Desa Watuampara langsung sekaligus menyalurkan bantuan untuk tahap Oktober dan November. Keterlambatan penyaluran BLT ini disebabkan karena menunggu kegiatan apa yang bisa dilakukan refokusing sehingga saat dana DD tahap 3 cair Desa Watuampara langsung melakukan penyaluran BLT DD. 

Tidak menunggu waktu lama Kepala Desa Watuampara Bapak La Saaluhu, S. Pd beserta perangkatnya langsung membagikan Bantuan Langsung Tunai kepada 107 kepala keluarga penerima manfaat (KPM) yang bertempat di Kantor Desa Watuampara tepatnya pada pagi hari jam 08.00. Penyaluran dilakukan 2 tahap sekaligus diwaktu yang bersamaan. Camat Siompu Barat, Mansur Usman, S.TP ikut menyaksikan jalannya penyaluran bantuan langsung tunai kepada masyarakat Desa Watuampara 

Dengan telah dilaksanakannya penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di Desa Watuampara maka diharapkan desa-desa disekitar Kecamatan Siompu Barat dapat lebih terdorong lagi untuk lebih mempercepat adanya penyaluran untuk 3 bulan terakhir yakni Oktober, November dan Desember karena sebentar lagi akan masuk bulan Desember sehingga memungkinkan adanya penyaluran Bantuan Langsung Tunai secara sekaligus. Terlebih lagi desa-desa diwilayah Siompu Barat rata-rata sudah melakukan pencairan dari rekening desa masing-masing.


Penulis : Tasrian (PDTI Kec. Siompu Barat)

 

Rabu, 25 November 2020

Desa Mawambunga Salurkan BLT Dana Desa Kepada 40 KPM

Kadatua - InfoBusel || Desa Mawambunga pada hari ini, Rabu, 25 November 2020 telah menyalurkan BLT Dana Desa kepada penerima yang berjumlah 40 KPM, berkurang dari penerima bulan sebelumnya yang berjumlah 41 KPM. Pengurangan tersebut berdasarkan hasil evaluasi tim pendata bahwa terdapat 2 KPM saat ini telah terdaftar pada jaringan pengaman sosial lainnya, 2 KPM lainnya berpindah domisili, namun masih terdapat 3 KK yang memenuhi kriteria yang belum tersentuh dengan jaring pengsmsn sosial, sehingga diakomodir sebagai penerima BLT dana desa sesuai keputusan musyawarah desa khusus yang dilaksanakan pada hari Rabu, 25 November 2020 yang dihadiri oleh unsur pemerintah desa, BPD, Pendamping Desa, mahasiswa KKN dari UHO Kendari dan masyarakat Desa Mawambunga. Penyaluran BLT tersebut sebagai tindak lanjut dari Permendes Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Perubahan ketiga atas prioritas penggunaan dana desa tahun 2020 yang mana dalam penyaluran BLT DD diperpanjang sampai bulan Desember 2020 dengan besaran Rp 300.000,- perbulan.

Pendamping Desa kecamatan Kadatua Satriadi, ST mengungkapkan bahwa BLT Dana Desa merupakan salah satu upaya Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam bentuk jaring pengaman sosial. "Penyaluran BLT DD ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di desa ditengah pandemi Covid-19" pungkasnya.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Desa Mawambunga, Harmin mengungkapkan bahwa penyaluran BLT dana desa kali ini disalurkan sekaligus dari Oktober - Desember 2020. "Penyaluran BLT Dana Desa kami salurkan dari bulan Oktober-Desember agar masyarakat dapat menggunakan BLT DD ini untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan hidup ditengah masa pandemi Covid-19, kemudian fokus kami pada dokumen perencanaan 2021 dan penyelesaian kegiatan tahun 2020" tutupnya.


Penulis : La Mahari (PLD Kec. Kadatua)

Editor.   : La Taane

 

Selasa, 24 November 2020

Desa Waonu Salurkan BLT Dana Desa Oktober - Desember Kepada 103 KPM

Kadatua - InfoBusel || Desa Waonu pada hari ini, Selasa, 24 November 2020 telah menyalurkan  BLT Dana Desa kepada 103 keluarga penerima manfaat (KPM)  yang sebelumnya berjumlah 104. Pengurangan tersebut berdasarkan hasil evaluasi tim pendata bahwa 1 KPM tersebut saat ini telah terdaftar pada jaring pengaman sosial lainnya dan telah ditetapkan pada Musyawarah Desa Khusus bersamaan dengan Musrenbang yang dilaksanakan pada hari Kamis, 19 November 2020 yang dihadiri oleh unsur pemerintah desa, BPD, Pendamping Desa dan masyarakat Desa Waonu. Hal tersebut sebagai tindak lanjut dari Permendes Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Perubahan ketiga atas prioritas penggunaan dana desa tahun 2020 yang mana dalam hal penyaluran BLT DD diperpanjang sampai bulan Desember 2020 dengan besaran Rp. 300.000,- perbulan.

Pendamping Desa kecamatan Kadatua Tomi Afrizal, S.P mengungkapkan bahwa BLT Dana Desa merupakan salah satu upaya Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam bentuk jaring pengaman sosial dalam rangka kestabilan ekonomi di masa pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini. "Penyaluran BLT DD ini merupakan target pemerintah untuk meningkatkan kesejahtaraan dan daya beli masyarakat guna meningkatkan perekonomian di desa ditengah pandemi Covid-19" pungkasnya.

Ditemui di ruang kerjanya, Pj Kepala Desa Waonu Handali, S.IP mengungkapkan bahwa penyaluran BLT ini dilakukan sekaligus sampai bulan Desember. "Penyaluran BLT Dana Desa kami lakukan sekaligus untuk bulan Oktober-Desember, mengingat sekarang telah masuk minggu ke-4 bulan November sebentar lagi bulan Desember, agar masyarakat dapat menggunakan BLT DD ini untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahtraan hidup ditengah masa pandemi Covid-19", tutupnya.


Penulis : La Mahari (PLD Kec. Kadatua)

Editor    : La Taane

 

Minggu, 15 November 2020

Desa Biwinapada Gelar Musyawarah Perencanaan Pembangun Desa Tahun 2021

Siompu - InfoBusel || Bertempat di Aula Kantor Desa Biwinapada, Minggu, 15 November 2020, Pemerintah Desa Biwinapada menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa, dengan agenda pokok membahas dan menyepakati rancangan Rencana Kerja Pemerintah Desa tahun 2021.

Musrenbang Desa yang diikuti oleh Pemerintah Desa, BPD, Camat Siompu, Pendamping Desa dan unsur masyarakat Desa Biwinapada ini melahirkan beberapa program kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun 2021.

Dalam sesi pembukaan Musrenbang, Kepala Desa Biwinapada, Halimin, menyampaikan bahwa pelaksanaan Musrenbang merupakan agenda merumuskan program kerja tahun 2021. Ia berharap rumusan program yang dihasilkan dapat mengakomodir kebutuhan yang paling mendesak dengan tetap mengacu pada prioritas yang sudah digariskan oleh regulasi yang ada.

"Regulasi yang ada itu misalnya terkait penggunaan Dana Desa tahun 2021 diatur dalam Permendes PDTT Nomor 13 tahun 2020, bahwa dalan aturan Permendes PDTT tersebut Dana Desa diarahkan pada tiga hal, pertama - upaya pemulihan ekonomi nasional, kedua - Dana Desa diarahkan pada program prioritas nasional dan ketiga adaptasi kebiasaan baru" terangnya.

Senada dengan Kades, Ketua BPD Desa Biwinapada mengungkapkan bahwa Dalam pelaksanaan yang Musrenbang tentunya banyak usulan program, nantinya usulan itu tetap akan dimasukan dalam RKP desa namun tidak semua dapat diakomodir melalui Dana Desa sehingga itu akan diusul ke Pemda.

Kegiatan musrenbang yang diwarnai diskusi ini kemudian menyepakati beberapa usulan, antara lain yang diusulkan perluasan jaringan air bersih, pemberian modal untuk unit usaha BUMDes, konvergensi penanganan stunting, pengadaan rumpon dan Katinting, pengadaan budidaya tanaman hidroponik.

Abdul Jamal selaku ketua tim penyusun RKP menguraikan bahwa perluasan jaringan air bersih ini dengan melakukan pembuatan sumur bor dengan bak penampung yang dilengkapi dengan panel tenaga surya sebagai sumber listrik. Untuk pengelolaan air bersih ini nantinya akan dikelola oleh PDAM Desa di bawah naungan BUMDes.

Lebih lanjut Jamal yang juga Kaur Perencana ini mengungkapkan, air bersih ini merupakan kebutuhan paling mendasar. Saat ini di desa Biwinapada kesulitan air bersih paling terasa terjadi di dusun Liawabanta sehingga di dusun ini paling diprioritaskan. Kesulitan lainnya soal air bersih juga dirasakan ketika musim kemarau. Di musim kemarau debit air yang mengalir berkurang, apalagi mata air ini digunakan oleh dua desa, Biwinapada dan Nggulanggula dan itu dirasakan oleh seluruh masyarakat desa Biwinapada.

Untuk penguatan BUMDes, selain mengelola unit usaha air bersih target unit usaha lainnya adalah pembuatan ATM mini dan loket penjualan tiket. "Targetnya dengan pendirian unit usaha ini maka masyarakat desa Biwinapa tidak perlu jauh-jauh melakukan transaksi uang karna BUMDes akan menyiapkan itu" terangnya. (asl87)


Penulis : La Ode Ahmad Saleh (PDP Kec. Siompu) & Abdul Jamal

Editor    : La Taane

 

Jumat, 13 November 2020

Musdesus Desa Lontoi Tetapkan 50 KPM Penerima BLT Dana Desa

Siompu - InfoBusel || Hasil Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) desa Lontoi Kecamatan Siompu, Jumat, 13 November 2020 di Aula Kantor Desa Lontoi menetapkan keluarga penerima manfaat (KPM) BLT-Dana Desa sejumlah 50 KK untuk penerima bulan Oktober, November dan Desember 2020.

Dari 50 KPM penerima BLT Dana Desa tersebut terjadi pengurangan sejumlah 2 KPM dari jumlah sebelumnya 52 KPM. Pengurangan tersebut berdasarkan dari hasil evaluasi tim pendata bahwa 2 KPM tersebut saat ini sudah terdaftar pada jaring pengaman sosial yang lain.

Musdesus yang dihadiri oleh jajaran pemerintah Desa Lontoi, BPD, Pendamping Desa dan masyarakat Desa Lontoi ini sebagai tindak lanjut dari Permendes Nomor 14 tahun 2020 tentang perubahan Prioritas penggunaan Dana Desa 2020 yang mana dalam hal BLT Dana Desa diperpanjang sampai bulan Desember 2020 dengan besaran Rp. 300.000,- per bulan.

Pendamping Desa Kecamatan Siompu La Ode Ahmad Saleh mengungkapkan bahwa BLT Dana Desa merupakan salah satu upaya Kementerian Desa PDTT dalam membentuk jaring pengaman sosial. "Dengan pengalokasin BLT Dana Desa ini, target pemerintah adalah meningkatkan daya beli dan daya ungkit ekonomi masyarakat desa dalam masa pandemi Covid 19 ini" terangnya. (asl1987)


Penulis : La Jusman (PLD Kec. Siompu)

Editor    : La Taane

 

Rabu, 11 November 2020

Musrenbang Desa Wawoangi, Tahun 2021 Fokus pada Pengembangan Pertanian, Perikanan dan Lanjutan Wisata

Sampolawa – InfoBusel ||  Program pembangunan Desa Wawoangi untuk Tahun 2021 diprioritaskan pada pengembangan pertanian, perikanan serta kelanjutan pembangunan wisata jembatan lingkar pantai Lapoili.  Hal tersebut menjadi kesimpulan akhir pelaksanaan Musrenbang Desa Wawoangi yang diselenggarakan pada Selasa, 10 November 2020 di Gedung Serbaguna Sultan Saparigau Desa Wawoangi.

Dalam menyampaikan sambutannya pada pelaksanaan Musrenbang tersebut, La Ode Abdul Halim SH, Kepala Desa Wawoangi mengatakan bahwa Desa Wawoangi sudah mempunyai ikon wisata jembatan lingkar pantai Lapoili, yang sudah dibangun sejak 2018 lalu, meski baru dibuka tiga bulan belakangan ini.  “Wisata Pantai Lapoili ini  sudah menjadi ikon desa kita, bahkan boleh dibilang wisata jembata lingkar ini sudah menjadi ikonnya Buton Selatan, artinya Ketika menyebut Buton Selatan maka yang terbayang dalam pikirannya adalah jembatan lingkar Lapoili” lanjut Pak Kades dengan penuh semangat.  

Dalam penjelasannya, La Ode Abdul Halim SH menyampaikan bahwa untuk pengembangan wisata jembatan lingkar Lapoili ini, beberapa waktu lalu telah mengajukan proposal pembangunan villa ke Dinas Pariwisata Provinsi (2 unit) maupun ke Kementerian Desa PDTT (3 unit), serta mengajukan proposal pembangunan restoran ke Kementerian Pariwisata, sedang untuk dana desa hanya fokus pada pembangunan gazebo serta jembatan penghubung

Dalam penjaringan kegiatan prioritas, yang banyak mendapatkan perhatian dari peserta selain wisata tersebut adalah pengembangan pertanian melalui pengadaan pagar kebun Bersama dalam satu hampatan dari seng, peralatan pertanian serta sarana produksi (bibit, pupuk dan obat - obatan pertanian).  Selain itu, prioritas lainnya adalah pengembangan perikanan berupa pengadaan rompong.  Untuk rencana pembuatan rompong ini, akan dibuat ukuran besar, dilengkapi dengan rumah apung untuk tempat jaga.

Musrenbang dalam rangka penentuan prioritas kegiatan tahun 2021 ini berjalan lancar dan cukup partisipatif dengan banyak masukan dari peserta.  Salah seorang peserta menyampaikan komentarnya bahwa ia sangat berharap dan mendukung usulan kegiatan pengembangan pertanian tadi, dengan fokus pada tanaman yang sudah lama berkembang di desa seperti ubi kayu atau pisang, juga perikanan dan kelanjutan pembangunan wisata Lapoili sesuai master plan yang telah direncanakan. 

Dipenghujung pelaksanaan musrenbang ini, Kades Wawoangi kembali menyampaikan harapannya agar semua warganya berperan aktif dalam pembangunan demi kesejahteraan masyarakat desa.  "Saya berharap pembangunan wisata ini kita dukung dengan menciptakan kenyamanan bagi para pengunjung, sehingga mereka betah dan bisa berkunjung lagi di sini. Saya yakin, wisata ini akan menjadi mesin pencetak uang bagi desa kita" tutup Pak Kades mengakhiri musrenbang desa yang berlangsung alot ini.


Penulis : La Taane, S.Pt (TA TTG/PIC-MIP Kab. Buton Selatan)



 

Minggu, 08 November 2020

Desa Lawela Selatan Gelar Musrembang Desa Tahun Anggaran 2021

Batauga - InfoBusel || Bertempat di Kantor Desa Lawela Selatan, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan pada Jumat (6/11/2020) Desa Lawela Selatan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa untuk rencana pembangunan Tahun 2021.

Kegiatan Musrenbang ini di hadiri oleh seluruh unsur pemerintahan desa mulai dari Kepala Desa beserta perangkat, BPD Desa Lawela Selatan, Kepala Dusun, Tenaga Ahli Kabupaten, Bhabinkantibmas, Babinsa, Tenaga Pendidikan, Tenaga Kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, LPM, PD, PLD, Karang Taruna serta pemuka masyarakat lainnya. Adapun pelaksanaan Musrenbang Desa ini tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Terdapat dua agenda pokok dalam Musrenbang Desa ini yakni Pembahasan tentang Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berlanjut dari Oktober sampai bulan Desember 2020 dan Penyepakatan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2021

Dalam arahannya Kades Lawela Selatan, Bapak Awalil Qadim menyampaikan harapannya agar terjalin kerjasama yang baik dari semua unsur perangkat desa serta masyarakat untuk mengedepankan usulan-usulan  yang sesuai dengan potensi desa, baik SDM maupun SDA.  "Dalam menentukan rencana pembangunan di Desa Lawela Selatan untuk Tahun Anggaran 2021 ini, usulan apa yang nanti akan menjadi prioritas untuk dikerjakan terlebih dahulu, harus disesuaikan dengan kepentingan masyarakat berdasarkan usulan prioritas dan searah dengan ketentuan pemerintah pusat yang telah ditetapkan oleh Kementerian Desa PDTT sesuai Peraturan Menteri Desa PDTT No 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021,” jelasnya.

Musrenbang Desa Lawela Selatan telah dilaksanakan sehingga diperoleh kesepakatan usulan prioritas pembangunan desa dan dimasukkan ke dalam RKPDesa untuk tahun anggaran 2021.  Perencanaan desa yang disepakati selaras dan mengacu pada kebijakan Pemerintah Kabupaten yang diantaranya mengenai pendidikan dan kesehatan utamanya berkaitan dengan intervensi pencegahan stunting, pemukiman dan lingkungan hidup yang berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, upaya percepatan penanggulangan kemiskinan, pariwisata desa, sumber air minum desa, termasuk mengenai pengembangan potensi desa untuk peningkatan PADes, serta pertanian dan perikanan yang di antaranya mengenai pengadaan bibit, pupuk organik, pagar kebun, sarana budidaya rumput laut, etalase penjual, peningkatan BUMDes, serta pelatihan bagi masyarakat baik kerajinan tangan maupun menjahit.


Penulis : La Ode Faisal (PDP Kec. Batauga)

Editor    : La Taane

 

Jumat, 06 November 2020

Bupati Buton Selatan Kunjungi Pulau Kawikawia Bersama 500 Warga Busel

Batauga – InfoBusel || Senin 2 November 2020, Bupati Buton Selatan bersama sekitar 500 warganya mengunjungi Pulau Kawikawia sebagai titik nol perbatasan Kabupaten Buton Selatan dengan Kabupaten Selayar Provinsi Sulawesi Selatan, yang berjarak sekitar 85 mil dari Batauga, ibukota Kabupaten Buton Selatan.  Dengan menggunakan speed boat, Bupati bersama Ketua DPRD, Ketua Tim Penggerak PKK, Anggota DPRD, Staff Ahli Bupati, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa serta masyarakat dengan menggunakan lima armada kapal menuju pulau tersebut dengan waktu tempuh sekitar tujuh jam.  

Pulau Kawikawia memiliki pesona yang luar biasa menarik, dari atas perahu terlihat jelas deretan terumbu karang yang berjejer indah serta biota laut yang berwarna-warni.  Disepanjang pantai Sebagian besarnya dikelilingi pasir putih yang masih terjaga keasliannya karena jauh dari aktifitas kehidupan masyarakat.  Di pulau ini juga ditemukan ribuan burung putih pemakan ikan dengan paruh yang besar dan kuat, sejenis burung pelikan.  Populasi ikan di sekitar pulau ini sangatlah melimpah dengan berbagai jenisnya.  Dengan pesona dan keindahan alamnya, pulau Kawikawia akan membius siapapun yang mengunjungi pulau tersebut.


Dengan pesona dan keindahan pulau ini, Bupati Buton Selatan memberikan perhatian dengan berencana akan membangun perumahan nelayan termasuk fasilitas air bersih di tahun 2021, dan jika telah berpenghuni dan didiami warga akan  dilanjutkan dengan pembangunan fasilitas pendidikan maupun kesehatan yang mendukung aktifitas warga. 


Dalam kunjungan tersebut, juga dilakukan penanaman kelapa sekitar 300 pohon serta membersihkan pantai dari kotoran dedaunan yang berserakan diseputar pantai.  Semoga pesona dan keindahan pulau ini tetap terjaga keasliannya dan menjadi salah satu destinasi yang menjadi target kunjungan para wisatawan.


Penulis : La Taane (TA TTG/PIC-MIP Kab. Buton Selatan)

 

Rabu, 04 November 2020

Kapal Penampung KMN Argedize, Harapan Baru Masyarakat Batuatas

Batuatas – IndoBusel || Batuatas merupakan pulau terjauh yang masuk dalam wilayah Kabupaten Buton Selatan.  Pulau yang memiliki luas sekitar 7,18 km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 8.715 jiwa (data tahun 2019) ini  masuk dalam Wilayah Kecamatan Batuatas yang terdiri dari 7 desa.  Kondisi wilayah yang didominasi tanah bebatuan menjadikan warga mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan tangkap.

Potensi hasil ikan di Batuatas sangatlah besar, namun yang menjadi kendala bagi nelayan setempat berupa pemasarannya.  Di Batuatas, hampir semua desa memiliki rompong, baik milik pribadi maupun yang diadakan oleh desa melalui dana desa, juga sudah ada desa yang memiliki kapal pelingkar yakni Desa Batuatas Timur.  Namun masih terkendala dalam proses pemasarannya karena belum adanya sarana yang dapat mengantar hasil panen dalam skala besar ke tempat pemasaran ataupun perusahaan pengolahan ikan.  

Karena itu di tahun 2020 ini, sejumlah desa di Kecamatan Batuatas yang terdiri dari  Desa Batuatas Liwu, Wambongi, Taduasa, Wacuala dan Batuatas Timur berinisiatif untuk membentuk Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) yang selanjutnya dibentuk Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Mutiara Karang yang salah satu kegiatannya mengelola hasil panen nelayan tangkap dalam hal pemasarannya.  Untuk mendukung kegiatan tersebut, melalui penyertaan modal dari 5 desa dengan besaran   Rp. 250.000.000,- setiap desa, sebagian besarnya  digunakan untuk pembuatan kapal penampung ikan.

Kapal penampung ikan yang diberi nama KMN Argedize ini yang mulai dibuat pada awal April 2020, pada tanggal 20 Oktober 2020 bulan lalu diluncurkan langsung oleh Bupati Buton Selatan, H. Laode Arusani.  Dalam sambutannya pada Peluncuran kapal penampung tersebut, Bupati Buton Selatan menegaskan bahwa, ini adalah momen langka dan patut menjadi contoh dimana lima desa bekerjasama  membuat suatu program bersama demi kesejahteraan rakyatnya, apalagi motivasinya adalah sebagai tindak lanjut dari pengadaan dan pemberian bantuan perahu katinting yang telah dilakukan sebelumnya.  “Kedepannya nelayan tidak lagi kesulitan untuk menjual hasil tangkapan dan memasarkannya, karena kapal Argedize akan menampung hasil tangkapan nelayan dan menjualnya menuju Baubau” tuturnya.   

KMN Argedize ini menggunakan mesin 1500 cc (6 silinder) dengan bobot muatan 30 GT.  Keberadaan kapal penampung ini menjadi harapan bagi nelayan di Batuatas atas hasil tangkap atau jaring bagi nelayan, karena sudah ada sarana untuk menampung dan memasarkan ikan dalam waktu yang cepat.

Saksikan pula video di : https://youtu.be/ZMCLIRAZjNo


Penulis  :  La Taane (TA TTG/PIC MIP Kab. Buton Selatan)

 

Senin, 02 November 2020

Gus Menteri Lantik Taufik Madjid sebagai Sekjend Kemendes PDTT

Jakarta - InfoBusel || Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar melantik Taufik Madjid sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) di Jakarta, Senin (2/11). 

Sebelumnya, Taufik Madjid menjabat sebagai Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) sekaligus Plt Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT menggantikan Sekretaris Jenderal sebelumnya yakni Anwar Sanusi.  

Sementara Anwar Sanusi sendiri, saat ini telah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan.

Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri ini mengatakan, Kemendes PDTT secara konsekuen dan sistemik melaksanakan penataan birokrasi yang menjadi salah satu amanat Presiden RI Joko Widodo. Menurutnya, penataan birokrasi dilakukan dalam rangka percepatan efektifitas dan efisiensi pelayanan dari pemerintah.

“Penataan birokrasi ini bukan hal yang mudah tapi harus dilakukan. Karena Beliau (Presiden) sangat konsisten dalam upaya percepatan efektifitas dan efisiensi dalam pelayanan. Dan tentu itu juga merupakan harapan kita semua,” ujarnya.

Gus Menteri mengatakan, perwujudan reformasi birokrasi bukan semata-mata terkait rotasi personalia, namun lebih kepada persoalan kinerja. Ia menegaskan, bahwa yang menjadi tolak ukur pertama dalam reformasi birokrasi adalah kinerja.

Menurutnya, reformasi birokrasi sendiri merupakan satu model yang dikembangkan dalam upaya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di semua institusi, yang saat ini terus bergerak menuju birokrasi yang benar-benar melayani masyarakat.

“Utamanya di Kementegrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang tugasnya memang berat, yang harus melayani sebanyak 74.953 desa dengan segala vaiannya,” ujarnya.


Teks: Novri/Kemendes PDTT

 

BERITA POPULER

GALLERY WISATA BUTON SELATAN

PROGRESS KEGIATAN