PANEN PADI PERDANA BUM DESA WAWOANGI

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat Datang di Portal Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Buton Selatan

Berita Terbaru

Penerimaan Beasiswa Dana Desa Tahun 2026 di Desa Bahari Dua, Dukung Pendidikan dan Prestasi Generasi Muda

TPPBusel – Pemerintah Desa Bahari Dua, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, menyalurkan beasiswa yang bersumber dari Dana Desa Tahu...

Kamis, 09 Juli 2020

Dihadapan Pimpinan KPK, Gus Menteri Beberkan Progres BLT Dana Desa


Menteri Desa PDTT mempresentasikan progress BLT dana desa dihadapan Pimpinan KPK

Jakarta-InfoBusel.  Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Abdul Halim Iskandar membeberkan progres penyaluran BLT Dana Desa dihadapan para pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Abdul Halim atau yang akrab disapa Gus Menteri mengungkapkan, terhitung dari awal pandemi Covid-19 hingga 8 Juli 2020 sudah ada sekitar 74.865 desa yang telah menerima dana desa atau 99% dari total 74.953 desa di seluruh Indonesia.

"Kenapa tidak 100%, karena masih ada beberapa desa yang secara administrasi tidak terselesaikan, masih diblokir oleh Kemendagri terkait beberapa masalah tahun lalu dan sampai sekarang belum dibuka blokirnya," ucap Gus Menteri dalam acara Transpransi BLT Dana Desa dan Reformasi Birokrasi di Jakarta, Kamis (09/07/2020).

Sementara desa yang telah menetapkan calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa melalui musdes khusus suda ada 74.753 desa, sedangkan yang sudah menyalurkan ada 72.599 desa atau 97% dari total 74.865 desa yang ada.

Adapun warga desa yang menerima BLT Dana Desa ada 7.742.176 KK dengan rincian 2.400.075 janda atau yang disebut perempuan kepala keluarga (PEKKA), kemudian 283.644 warga yang menderita penyakit kronis dan menahun.

Hingga saat ini total Dana Desa yang telah digunakan untuk BLT Dana Desa Rp 4.645.305.600.000 dengan rincian sebanyak 6.813.115 KK belakang petani dan buruh tani,315.028 nelayan dan buruh nelayan, 315.028, 156.954 buruh pabrik, 62.734 guru dan 394.345 pedagang serta UMKM.

"Ini sudah masuk semua by name by address
Semuanya nanti akan dikirim ke Kementerian Sosial, sebagai kementerian yang punya tanggung jawab langsung terhadap jaring pengaman sosial," pungkasnya.

Sekedar informasi, hadir dalam forum tersebut pimpinan KPK yakni Nawawi Pomolango, Nurul Ghufron dan Lili Pintauli Siregar. Sedangkan Gus Menteri didampingi langsung oleh Wakilnya Budi Arie Setiadi, Sekjennya Anwar Sanusi dan jajaran lainnya.

Teks: Badriy/Kemendes PDTT

Bangun Jembatan Wisata Mangrove, Lapandewa Makmur Libatkan 126 Pekerja dari RTM


Pekerjaan Jembatan dengan sistem PKTD yang melibatkan 120-an warga

Foto: Hamid

Lapandewa-InfoBusel.  Desa Lapandewa Makmur atau yang lebih dikenal dengan Sempa-sempa merupakan wilayah pesisir yang terletak di sebelah selatan  Pulau Buton, dengan jarak sekitar 70 km dari Batauga, ibukota Kabupaten Buton Selatan.  Terkait pembangunan desa, Lapandewa Makmur dalam menyusun program pembangunan desanya, tidak lepas dari arah kebijakan Kabupaten Buton Selatan yang menitikberatkan pada pengembangan potensi perikanan dan kelautan serta pariwisata.  Ini pula yang jadi fokus pembangunan di Desa Lapandewa Makmur di tahun 2020 ini, apalagi didukung dengan potensi wilayahnya.
Di sektor pariwisata, Lapandewa Makmur dibawah kepemimpinan Ganiru sebagai Kepala Desa-nya, menganggarkan pembangunan jembatan wisata mangrove, jembatan berbentuk titian dipinggir pantai mengitari hutan mangrove.  Kegiatan ini merupakan kegiatan replikasi Program Inovasi Desa (PID) yang telah menjadi komitmen desa saat pelaksanaan Bursa Inovasi pada sekitar bulan Juli tahun 2019 lalu.   Jembatan  titian sepanjang 35 m yang dilengkapi dengan 2 buah gazebo ini menghabiskan anggaran sebesar Rp. 412.958.000,- dan melibatkan 126 pekerja yang berasal dari warga setempat.  Kegiatan yang dikerjakan secara swakelola ini mayoritas pekerjanya berasal dari rumah tangga miskin, dan dirampungkan dalam waktu sekitar dua bulan.  Pelibatan warga sebagai pekerja dalam kegiatan ini sebagai aplikasi dari Keputusan Menteri Desa yang mewajibkan agar desa menyelenggarakan kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) untuk menggerakkan ekonomi di desa ditengah pandemi wabah Covod-19 saat ini.  Padat karya tunai ini disambut baik oleh warga desa sehingga banyak yang mendaftarkan diri untuk menjadi pekerja, terlebih lagi upah kerja bisa langsung diterima pada hari yang sama.

Wisata Mangrove Desa Lapandewa Makmur


Dengan dibangunnya jembatan wisata mangrove ini memberikan efek ganda, disamping sebagai destinasi wisata yang menghidupkan perekonomian warga desa, juga dapat melindungi dan mencegah rusaknya hutan mangrove dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.  

Kepala Desa Lapandewa Makmur, Ganiru

Meski jembatan ini belum lama rampung kegiatannya, namun pengunjung  di tempat wisata tersebut sudah cukup ramai.  “Semoga tempat ini bisa meningkatkan perekonimian warga kami, dan semoga BUMDes dapat mengelolanya dengan baik sehingga bisa menghasilkan PADes bagi desa ini”,  tutur Ganiru, Kepala Desa Lapandewa Makmur.

Penulis : Hamid-Anex
Editor : Anex

Rabu, 08 Juli 2020

Gus Menteri Sebut Puluhan Ribu BUMDes Masih Stabil Selama Pandemi Covid-19





JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengungkapkan, 
setidaknya masih ada puluhan ribu BUMDes yang masih beraktifitas atau melakukan transaksi selama masa pandemi Covid-19.

Abdul Halim atau yang akrab disapa Gus Menteri menjelaskan, dengan adanya BUMDes di 368 Kabupaten/Kota di 33 Provinsi masih beroperasi tersebut ekonomi pedesaan terbilang stabil.

"Alhamdulillah selama Covid-19, mulai bulan Maret, April dan seterusnya ternyata masih 10.629 BUMDes masih beraktifitas melakukan transaksi," ungkap Gus Menteri saat konferensi pers virtual soal registrasi BUMDes, Rabu (08/07/2020).

Puluhan ribu BUMDes tersebut bergerak di berbagai sektor unit usaha, mulai dari simpan pinjam, perdagangan, jasa pembayaran listrik, PAM Desa dan seterusnya. Adapun total transaksi selama kurun waktu tiga bulan terakhir mencapai Rp 308 miliar dengan total omset Rp 938 miliar.

Selain membantu ekonomi desa, puluhan ribu Bumdes yang masih bertahan beroperasi itu juga menyerap tenaga kerja. Jumlah pekerja yang masih bertahan selama Covid-19 di 10.629 BUMDes tersebut mencapai 58.026 orang. 

"Itu artinya tiap-tiap BUMDes kurang lebih rata-rata masih mempekerjakan 5 orang. Dengan total transaksi dan omset segitu ini Insyaallah bagian dari ketahanan ekonomi desa melalui BUMDes," kata Gus Menteri.

Menghadapi situasi pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya seperti, Kemendes PDTT melakukan revitalisasi BUMDes. Semua BUMDes diminta melakukan registrasi ulang dan akan diberikan pendampingan khusus untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Selaim pendampingan khusus, nantinya, BUMDes-BUMDes tersebut akan diberikan fasilitas menuju BUMDes digital dan fasilitas kerjasama dengan market place dan offtaker seperti pelatihan produksi penyesuaian dengan pasar dan beberapa fasilitas lainnya.

"Pada hakikatnya, kita ingin membawa BUMDes ini menuju BUMDes digital, jadi target jangka panjangnya kesana," pungkas mantan Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur itu.

BERITA POPULER

GALLERY WISATA BUTON SELATAN

PROGRESS KEGIATAN