PANEN PADI PERDANA BUM DESA WAWOANGI

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat Datang di Portal Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Buton Selatan

Berita Terbaru

Penerimaan Beasiswa Dana Desa Tahun 2026 di Desa Bahari Dua, Dukung Pendidikan dan Prestasi Generasi Muda

TPPBusel – Pemerintah Desa Bahari Dua, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, menyalurkan beasiswa yang bersumber dari Dana Desa Tahu...

Selasa, 14 Juli 2020

Meraih Berkah Ditengah Pandemi

Usaha Produksi Masker Kain oleh BUMDes

Foto: Citra

Sampolawa-InfoBusel.  Pandemi Covid-19 (corona virus disease-19) telah membawa dampak dalam berbagai sektor, mulai dari sektor ekonomi, sosial maupun budaya dan sangat mempengaruhi pola hidup masyarakat.  Imbas dari wabah pandemi Covid-19 pada perekonomain masyarakat, terutama pekerja informal berakibat pada berkurangnya pendapatan hingga kehilangan mata pencaharian, lantaran sepi permintaan. Namun, di tengah penyebaran wabah corona yang kian masif, ada celah bagi pelaku usaha menangkap peluang untuk mengais rezeki, salah satunya dengan produsen masker kain.

Sejalan dengan instruksi pemerintah yang menghimbau masyarakat untuk mengenakan masker ketika beraktifitas diluar rumah meski hanya dengan menggunakan masker kain, karena masker medis (masker bedah) yang belakangan ini jadi barang langka dan harganya meroket.  Penggunaan masker kain ini, meski  tingkat proteksinya tidak seefektif masker bedah, dapat mengurangi permintaan dan lonjakan harga masker bedah yang diprioritaskan untuk dokter dan paramedis.

Peluang pembuatan/produksi masker kain ini kini di rasakan juga oleh salah satunya pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) BANGUN MAJU, Desa Bangun Kecamatan Sampolawa mampu memproduksi kurang lebih 2000 masker selama kurun waktu 3 minggu. Pesanan tersebut tak lain berasal dari pemerintah Desa, sekolah-sekolah, baik yang berada di desa maupun di luar desa untuk kemudian di bagikan secara gratis kepada masyarakat maupun para guru.

Usaha Produksi Masker Kain oleh BUMDes

Dengan bermodalkan Rp 10.500.000,- mereka mempekerjakan 6 orang karyawan dan memproduksi masker kain dengan dua macam model, yakni masker dari bahan dasar kain flanel dan dari kain balotelli.  Harga jual untuk masker dari kain flanel di berondol dengan harga Rp. 7.000,- per lembar sedangkan untuk masker bahan dasar dari kain balotelli dijual dengan harga Rp. 5.000,- per lembar.


Kaimudin, Kepala Desa Bangun Kec. Sampolawa

Kepala Desa Bangun, Kaimuddin berharap dengan adanya produksi masker kain ini dapat bermanfaat dalam mencegah penularan Covid-19 dimasyarakat.  “Semoga usaha masker ini dapat merangsang pelaku usaha di desa khususnya pengurus BUMDes dalam meningkatkan usaha dan mengembangkan unit usaha lainnya agar dapat menambah pendapatan bagi pengurus dan unit usahanya serta berkontribusi dalam peningkatan pendapatan asli desa atau PADes” lanjutnya.

Penulis : Citra Handisyam

Editor  : Anex


Berantas Korupsi di Desa, Kemendes PDTT Gandeng KPK

Menteri Desa PDTT bersama Pimpinan KPK

Jakarta-InfoBusel.  Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menandatangani Nota Kesepahaman Bersama antara Kemendes PDTT dengan KPK RI tentang Kerjasama dalam Upaya Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, di Kantor Kemendes PDTT pada Selasa (14/7). 

Nota Kesepahaman dibuat dalam rangka upaya pemberantasan tindak pidana korupsi untuk meningkatkan kinerja yang akuntabel, transparan, efektif dan efisien sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Adapun ruang lingkup dalam nota kesepahaman tersebut diantaranya meliputi pertukaran informasi data yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan kewenangan masing-masing sesuai dengan peraturan perundang-undangan, pencegahan tindak pidana korupsi, melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia dalam rangka upaya pemberantasan tindak pidana korupsi, pengkajian dan penelitian serta penyediaan narasumber dan ahli.

Menteri Desa PDTT bersama Pimpinan KPK

Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri usai penandatangan melaporkan, tahun 2020 ini Kemendes PDTT telah diberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan pemerintah dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Karena kita memang betul-betul melakukan upaya pencegahan yang semaksimal mungkin. Disini tiap bulan inspektorat memberikan laporan terkait kinerja dan berbagai hal di masing-masing ke Dirjenan sehingga sejak dini sudah bisa diketahui berbagai hal yang mengkhawatirkan bisa menimbulkan kerugian negara," kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Selain itu, Gus Menteri juga menyampaikan terkait Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN) dan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

"Alhamdulillah, laporan LHKASN dan LHKPN sudah 100 persen. Terdiri dari LHKASN sebanyak 1.329 ASN dan LHKPN sebanyak 856 pejabat," kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Bukan itu saja, Gus Menteri melaporkan terkait zona integritas. Dalam hal ini, Kemendes PDTT pada tahun 2009 terdapat 6 unit kerja zona integritas meningkat menjadi 19 unit kerja zona integritas pada tahun 2020.

"Dan tentu ini menjadi bagian dari komitmen kita untuk berbagai upaya pencegahan korupsi. Dengan kerjasama ini, mudah-mudahan kita diberikan satu kemudahan untuk trus berupaya agar seluruh keluarga besar Kemendes PDTT terjauhkan dari musibah korupsi di Indonesia," katanya.

Sementara iti, Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan apresiasi kepada Kemendes PDTT yang telah mengembangkan pentingnya integritas di wilayah unit kerjanya.

Menurutnya, Korupsi itu terjadi karena banyak hal diantaranya orangnya serakah, karena ada kesempatan, karena kebutuhan, karena ancaman hukumannya rendah sehingga orang melakukam korupsi. 

"Tetapi disamping itu, korupsi muncul karena kekuasaan, karena ada kesempatan dan kurangnya integritas. Jadi, betapa pentingnya zona integritas ini," katanya.

Terkait dengan penandatangan, KPK kata Firli, sangat terbuka kepada setiap kementerian dan lembaga dalam rangka kerjasama terkait dengan langkah-langkah pemberantasan korupsi, baik itu bersifat pendidikan masyarakat, pencegahan supaya tidak terjadi korupsi, pendidikan dan lain-lain.

"Khususnya Kemendes PDTT yang hari ini dilakukan penandatangan kerjasama. Kami siap untuk mendampingi dan kami siap untuk menjadi narasumber dan ahli. Hal yang penting adalah negara ini bebas dari korupsi," katanya.

Dalam penandatanganan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi, Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi dan pejabat eselon satu lainnya di lingkungan Kemendes PDTT beserta seluruh pegawainya.

Teks: Rusli/Kemendes PDTT

Sabtu, 11 Juli 2020

Menjemput Rezeki dengan Putaran Roda dan Transaksi Perbankan di Desa


Melayani transaksi melalui BRILink

Foto : Tasrian

Siompu Barat-InfoBusel.  Desa Mokobeau, merupakan  salah satu desa yang ada di Pulau Siompu, tepatnya Kecamatan Siompu Barat.  Sebagaimana desa-desa pada umunya yang ada di Pulau Siompu, kondisi tanahnya berbatu. Kondisi tanah yang demikian, hanya dapat ditumbuhi tanaman  perkebunan seperti jambu mete dan kelapa.  Dengan keadaan alam seperti itu, maka masyarakatnya menjadikan laut sebagai tumpuan untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya, bahkan sebagian warganya merantau, berdagang di bagian timur negeri ini, seperti Papua dan Maluku.
Ketika merantau menjadi salah satu alternatif warga desa dalam upaya meningkatkan pendapatannya, tidak demikian dengan pengurus BUMDes Barokah Desa Mokobeau.  Pengurus BUMDes harus bisa berpikir untuk mengelola potensi yang ada di desa dengan segala keterbatasannya secara maksimal untuk membiayai operasional pengurus serta menghasilkan keuntungan yang pada akhirnya menghasilkan  pendapatan asli desa (PADes), karena untuk itulah tujuan BUMDes dibentuk.  
BUMDes Barokah dibentuk sejak pertengahan tahun 2018 yang diketuai oleh Hafirun. Saat pembentukannya direncanakan unit usaha perdagangan, dengan menjual bahan bangunan atau sembako.  
Pada sekitar pertengahan 2019, unit usaha BRILink mulai dibuka dengan dukungan antene penguat jaringan internet yang dianggarkan dari APBDes, sambil membangun gudang sebagai tempat menampung barang yang diperdagangkan dan secara perlahan mulai mengadakan barang yang akan diperdagangkan, dimulai dengan bahan bangunan yang dapat langsung digunakan untuk pembangunan infrastruktur di desa maupun digunakan warga masyarakat, disusul dengan pengadaan sembako sekaligus mobil pick up dari penyertaan modal yang telah dianggarkan oleh desa.  

Usaha stockis sembako ke warung kecil

Dengan BRILink tersebut, di desa sudah dapat melakukan transaksi keuangan mulai dari tarik tunai, pengriman/transfer tunai, transfer antar bank, bayar tagihan listrik, isi pulsa, bayar cicilan kredit/motor serta pembelian tiket pesawat.  Sedang dari unit perdagangan menjadi stockiest sembako serta  menjual bahan bangunan, maupun jasa angkutan dari mobil pick up.  Dengan usaha yang sedang digeluti BUMDes saat ini, menurut Ketua BUMDes Barokah, Hafirun dalam satu bulan bisa menghasilkan keuntungan paling sedikit sekitar 1.750.000,-.  “Setidaknya dapat menutupi biaya operasional dari pengurus, meskipun masih minim”, sambungnya.

Sutriono, Kepala Desa Mokobeau

Disisi lain, Kepala Desa Mokobeau, Sutriono mengapresiasi kinerja pengurus BUMDes yang sudah mulai berproses.  “Dari perkembangan usaha BUMDes kami saat ini, secara pribadi merasa bersyukur dengan kerja dari adik-adik pengurus BUMDes ini, karena mereka sudah mulai kelihatan hasilnya, saya memberikan keleluasaan kepada mereka untuk mengembangkan usaha yang punya peluang besar di desa kita, apalagi desa-desa tetangga kami juga sudah memanfaatkan barang-barang dari usaha BUMDes Barokah ini “ sambungnya.  “Kalau modal usahanya masih kurang, dari APBDes akan kami tambahkan lagi penyertaan modalnya”, begitulah prinsip dari Pak Sutriono ini, yang ternyata sebelum terpilih menjadi kepala desa, beliau ini juga pengusaha/pedagang sukses di Papua.  Semoga BUMDes Barokah terus berkembang.

Penulis : Tasrian-Anex
Editor    : Anex

BERITA POPULER

GALLERY WISATA BUTON SELATAN

PROGRESS KEGIATAN