PANEN PADI PERDANA BUM DESA WAWOANGI

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat Datang di Portal Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Buton Selatan

Berita Terbaru

Penerimaan Beasiswa Dana Desa Tahun 2026 di Desa Bahari Dua, Dukung Pendidikan dan Prestasi Generasi Muda

TPPBusel – Pemerintah Desa Bahari Dua, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, menyalurkan beasiswa yang bersumber dari Dana Desa Tahu...

Selasa, 04 Agustus 2020

Kolam ‘Kampidi’, Permandian Air Tawar di Pinggir Laut


Sampolawa – InfoBusel.  Desa Watiginanda memiliki destinasi wisata yang terbilang unik, berupa permandian air tawar meski tempatnya ada dipinggir pantai.  Permandian tersebut diberi nama Permandian Kampidi, diambil dari nama mata air yang menjadi sumber air di permandian tersebut.
Permandian ini berbentuk kolam yang dibangun dari dana desa, yang dianggarkan dari tahun 2017.  Ditahun 2020 ini dianggarkan hampir 300 juta, yang dikerjakan secara padat karya dengan melibatkan  lebih dari 100 pekerja dari warga setempat.  Pekerjaan  di Tahun 2020 ini difokuskan pada pembuatan lantai dan pemasangan keramik, yang diselesaikan dalam waktu sekitar 20 hari.  
Pada awal Juli lalu, kolam permandian ini pun diisi dengan air yang bersumber dari mata air didekatnya, tepat 5 Juli 2020 kolam permandian ini mulai dibuka dan digunakan, meski belum diresmikan  secara terbuka dengan pertimbangan masih dalam kondisi pandemi Covid-19. 
Kepala Desa Watiginanda, La Bani mengatakan bahwa semenjak dibuka, pengunjung permandian Kampidi ini cukup ramai, terlebih di akhir pekan, Sabtu dan Minggu, pengunjungnya bisa mencapai 300-an orang yang mayoritasnya berasal dari luar desa.  Permandian ini dikelola oleh BUMDes Usaha Mandiri, setiap pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp 3.000,- per orang untuk setiap pengunjung dewasa, sedang bagi anak-anak tidak dipungut biaya (gratis).
Fasilitas yang sementara ini ada di permandian tersebut baru berupa baju pelampung dan ban untuk anak-anak, karena kolam khusus untuk anak belum dibangun, rencana akan dibuat dalam pengembangannya ke depan.  Selain itu pengunjung juga bisa menikmati minuman hangat, kopi dan teh serta aneka jajanan yang diproduksi oleh warga desa.

“Ditahun 2020 ini akan dilanjutkan dengan pembangunan jembatan diseputar kolam tersebut dari sisa dana desa yang ada serta akan dilanjutkan tahun depan.  Selain itu akan dibangun gazebo, WC dan kamar ganti, serta restoran dan Gedung pertemuan yang akan dibangun secara bertahap mulai 2021” tutur Kepala Desa Watiginanda  yang juga sebagai Ketua APDESI Buton Selatan ini menjelaskan rencana pengembangan  kolam permandian Kampidi.  
Ia berharap, dengan terbangunnya kolam permandian ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta menambah pendapatan asli desa (PADes) dengan pengelolaan yang profesional dari  BUMDes.  “Semoga ada perhatian dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam upaya pengembangan tempat ini, guna mendukung visi Buton Selatan sebagai daerah wisata” lanjutnya.

Penulis  :  La Taane (TA TTG Buton Selatan)

Rabu, 29 Juli 2020

Padat Karya Tunai dari Dana Desa Fokus pada Pekerjaan yang Memperkuat Ketahanan Pangan


Jakarta - InfoBusel.  Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar fokuskan program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) untuk pekerjaan yang dapat memperkuat ketahanan pangan.
Sebelumnya, Gus Menteri, sapaannya, mengatakan bahwa dana desa yang masih tersisa akan dimaksimalkan untuk program Padat Karya Tunai Desa.
“(Dana Desa yang masih tersisa) Kita fokus untuk padat karya tunai, tapi langsung fokus pada ketahanan pangan. Misalnya ada lahan kosong, bagaimana untuk mengolah lahan pertanian tersebut, pekerjanya masyarakat desa setempat,” ujarnya saat berdiskusi denga Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, di Jakarta, Rabu (29/7).
Pekerja dari program PKTD sendiri, menurutnya, mengutamakan masyarakat miskin, penganggur dan setengah penganggur, serta masyarakat marjinal lainnya. Ia berharap, PKTD akan membantu meringankan ekonomi masyarakat desa di samping program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dan program Bantuan Sosial (Bansos) lainnya.
“Dengan adanya PKTD yang kita fokuskan untuk ketahanan pangan ini, masyarakat dapat (tambahan pendapatan), kelompok miskin dapat penambahan uang belanja selain Bansos dan BLT. Kemudian desa akan punya produksi,” terang Doktor Honoris Causa dari UNY ini.
Di sisi lain, Gus Menteri meminta Universitas Indonesia memberikan pendampingan terhadap desa, terutama pada bidang perencanaan pembangunan. Selain itu, ia juga mengajak Universitas Indonesia untuk membangun kerjasama dengan berbagai pihak termasuk swasta dalam membantu mengembangkan perdesaan.
Ia ingin, pembangunan sebuah desa tak hanya dilakukan pemerintah ataupun perguruan tinggi saja, namun merupakan kolaborasi dari berbagai stakeholder termasuk swasta.
“Saya berkeinginan kalau semua Pertides (Forum Perguruan Tinggi untuk Desa) memutuskan melakukan pendampingan perencanaan, kemudian terakumulasi, bayangan saya akan efektif,” ujar Mantan Ketua DPRD Jawa Timur in.

Terkait perencanaan, lanjutnya, juga harus didasari oleh data-data yang valid. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan utama dari setiap program di desa adalah untuk mengurangi kemiskinan.
“Perencanaan pembangunan desa kalau datanya valid, kemiskinan sekian, masih ditemukan warga kelaparan, ini yang kemudian menjadi satu rumusan pembangunan ke depan di desa, bahwa harus ini harus ini,” ujarnya.

Teks: Novri/Kemendes PDTT

Kementerian Desa PDTT Lanjutkan MoU dengan PT. Astra International Tbk. dalam Program Desa Sejahtera Astra


Keterangan gambar: Penandatanganan MoU antara Kementerian Desa PDTT dengan PT Astra International Tbk. dalam Program DSA secara Virtual (29/7).

Jakarta - InfoBusel.  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) kembali menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan PT Astra International Tbk untuk melanjutkan program Desa Sejahtera Astra (DSA) di seluruh Indonesia.
DSA merupakan program Astra bekerjasama dengan Kemendes PDTT dan telah dilakukan sejak 2012 silam dan akan dilanjutkan di tahun 2020, dimana warga desa diberikan pelatihan dan pendampingan, penguatan kelembagaan bantuan prasarana, fasilitasi modal dan pemasaran produk.
"Program ini sangat mendukung apa yang menjadi harapan dan cita-cita Kemendes PDTT, dimana segala upaya yang sudah, sedang dan akan terus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa mendapat dukungan dari berbagai pihak," ucap Menteri Desa Abdul Halim Iskandar saat menyaksikan penandatanganan MoU secara virtual, Rabu (29/7/2020).
Sejak program itu digagas hingga 2019 total sudah ada sekitar 645 DSA yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia dan akan dilanjutkan l pada tahun 2020 untuk mengembangkan 105 desa, sehingga total menjadi 750 DSA.
Abdul Halim atau yang akrab disapa Gus Menteri mengungkapkan, program tersebut selaras dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), diantaranya Desa tanpa Kelaparan, dan Desa sehat dan sejahtera.
Gus Menteri menyadari, tanpa ada dukungan dari berbagai pihak Kemendes PDTT tidak bisa bekerja sendirian. Oleh karenanya, dukungan dari Astra sangat membantu pemerintah untuk melakukan percepatan desa sejahtera di seluruh Indonesia.
"Saya berharap atas nama warga masyarakat desa, jumlah desa sejahtera nanti terus bertambah dari waktu ke waktu," pungkas Gus Menteri yang baru mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Yogyakarta itu.

Teks: Badriy/Kemendesa PDTT

BERITA POPULER

GALLERY WISATA BUTON SELATAN

PROGRESS KEGIATAN