PANEN PADI PERDANA BUM DESA WAWOANGI

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat Datang di Portal Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Buton Selatan

Berita Terbaru

Penerimaan Beasiswa Dana Desa Tahun 2026 di Desa Bahari Dua, Dukung Pendidikan dan Prestasi Generasi Muda

TPPBusel – Pemerintah Desa Bahari Dua, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, menyalurkan beasiswa yang bersumber dari Dana Desa Tahu...

Senin, 10 Agustus 2020

Hakteknas 2020, Program Desa Berinovasi Resmi Diluncurkan

 

Jakarta - InfoBusel.  Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menghadiri Puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) di Auditorium BJ Habibie Kementerian Riset dan Teknologi, pada Senin (10/8/2020) pagi. 

Menteri Halim sedianya mengikuti kegiatan Hakteknas ini di Dusun Tumba Desa Tamaela Kabupaten Gorontalo, namun karena pertimbangan lain makanya urung hadir dan mengikuti acara di Kemeristek di Jakarta. Menteri Halim pun menyapa warga Dusun Tumba yang mengikuti peringatan Hakteknas via virtual ini. 

Dusun Tumba ini termasuk dalam program #desaberinovasi yang digagas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sebagai Mitra Perguruan Tinggi Untuk Desa (Pertides).

Keduanya bersinergi dengan baik dalam melakukan inovasi Teknologi Tepat Guna Desa berupa pembangkit listrik "Pycohydro" yang mana melalui program ini juga, skalanya akan dinaikkan  menjadi "Microhydro" bersama sentuhan teknologi dan inovasi Kemenristek/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

Program Desa Berinovasi, Kemendes PDTT sebagai leading sector mengembangkan potensi desa secara ekonomi akan fokus pada pemberdayaan potensi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Dusun Tumba letaknya sangat terpencil karena hanya bisa dijangkau dengan menggunakan motor selama dua jam," kata Gus Menteri, sapaan akrabnya.

Gus Menteri mengatakan, meski letak terpencil dan suku terasing, namun, di Dusun tersebut telah dialiri listrik karena adanya program Desa Berinovasi yang didukung oleh Kemenristek/BRIN.

Doktor Honoris Causa dari UNY ini mengaku bersyukur dengan perhatian Kemenristek/BRIN untuk membangun desa-desa yang terpencil meski sedang mengembangkan inovasi di bidang tertahanan dan teknologi terkini seperti Artificial Intelegne (AI).

"Meski mengurus soal indutri pertahanan tapi Kemeristek/BRIN harus mengurus soal desa. Ini luar biasa," kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menandatangani Nota Kesepahaman untuk peluncuran program `Desa Berinovasi`.

Penandatanganan ini dilakukan di tengah peringatan puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2020 di Gedung BJ Habibie, Jakarta, yang disaksikan langsung oleh Wakil Presiden RI Ma`ruf Amin melalui sambungan virtual.

Desa Berinovasi merupakan program yang bertujuan untuk menggerakkan ekonomi, dan menemukan peluang bisnis melalui penerapan teknologi untuk pengembangan produk unggulan, serta membangun keterampilan dan kompetensi masyarakat.

Pengembangan teknologi tepat guna dilakukan melalui 11 bidang usaha yakni pariwisata, hasil perkebunan, hasil pertanian, budidaya non pangan, pengolahan hasil perikanan, budidaya pangan, pengolahan hasil peternakan, pengolahan makanan dan minuman, kerajinan, dan pengolahan sampah.


Teks: Firman/Kemendes PDTT

Sabtu, 08 Agustus 2020

Bupati Buton Selatan Hadiri Launching Perdana Panen Raya Bawang Merah dari Dana Desa di Hendea

Sampolawa – InfoBusel.  Dalam rangka pelaksanaan panen raya perdana, Desa Hendea menyelenggarakan Launching  Panen Raya Bawang Merah pada Sabtu, 8 Agustus 2020.  Kegiatan ini dihadiri  oleh Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani beserta rombongan dari OPD Buton Selatan.  Turut hadir dalam  kegiatan tersebut Perwakilan dari Dinas PMD Provinsi dan Konsultan Pendamping P3MD Provinsi Sulawesi Tenggara, Salim Umy, S.Pi.

Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani dalam sambutannya berharap agar desa-desa dapat mengembangkan potensi yang dimiliki baik di sektor pertanian untuk wilayah daratan maupun di sektor perikanan untuk wilayah pesisir dan kepulauan.  “Untuk kebutuhan infrastruktur jalan dan embung dalam  mendukung produksi bawang ini, pemerintah desa silahkan diukur untuk diajukan ke daerah melalui Dinas PU, dan kita akan kembangkan juga agrowisata di tempat ini” tutur H. La Ode Arusani dalam mengakhiri sambutannya.

Tenaga Ahli Madya Peningkatan Kapasitas dan Kaderisasi (TAM PKK) KPW 3 Provinsi Sulawesi Tenggara, Salim Umy, S.Pi, berharap agar kegiatan pengembangan produk unggulan desa seperti ini bisa ditularkan pada desa dan kecamatan lain sesuai dengan potensi yang dimiliki desa.

Untuk diketahui, dalam APBDes 2020 ini Desa Hendea menganggarkan pengembangan kawasan pertanian mulai dari pemagaran dengan pagar elektrik dan pembersihan lahan yang dilaksanakan dengan sistem padat karya tunai (PKTD) serta pengadaan bibit bawang merah dan sarana produksi lainnya yang bersumber dari dana desa.  Khusus untuk pengadaan bibit bawang merah sebanyak 6,7 ton dengan anggaran Rp. 240.590.000,- serta pembersihan lahan dianggarkan Rp. 100.000.000,-.  Pembersihan lahan ini melibatkan masyarakat setempat sebagai pekerja dengan model padat karya tunai, dengan melibatkan sekitar 120 pekerja.

Camat Sampolawa yang juga menjadi Pj Kepala Desa Hendea, La Ode Muhammad Hamid, S.Pd menguraikan bahwa penanaman bibit bawang merah ini dilaksanakan sekitar bulan April lalu dengan luasan secara keseluruhan sekitar 7 Ha dengan jumlah petani penerima bibit 117 petani, dan setiap orangnya menerima bibit kisaran 50 sampai 100 kg, tergantung luasan lahan garapannya.  “Dari pengadaan bibit sebanyak 6,7 ton, dengan perkiraan rata-rata 1 kg nenghasilkan 5 kg, kita memprediksi hasil produksi secara keseluruhan dari bibit yang diadakan ini sekitar lebih dari 33 ton” tutur Pj Kepala Desa dalam penyampaian laporan kegiatan panen raya ini.

Kegiatan panen raya ini berlangsung meriah yang disambut oleh sejumlah perangkat adat dan seluruh warga desa.  Kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa kepala desa serta tenaga pendamping professional  (TPP) P3MD Kabupaten Buton Selatan.

 

Penulis : La Taane, S.Pt (TA TTG/Koordinator Media Informasi dan Publikasi P3MD Kab. Buton Selatan)

Selasa, 04 Agustus 2020

Kolam ‘Kampidi’, Permandian Air Tawar di Pinggir Laut


Sampolawa – InfoBusel.  Desa Watiginanda memiliki destinasi wisata yang terbilang unik, berupa permandian air tawar meski tempatnya ada dipinggir pantai.  Permandian tersebut diberi nama Permandian Kampidi, diambil dari nama mata air yang menjadi sumber air di permandian tersebut.
Permandian ini berbentuk kolam yang dibangun dari dana desa, yang dianggarkan dari tahun 2017.  Ditahun 2020 ini dianggarkan hampir 300 juta, yang dikerjakan secara padat karya dengan melibatkan  lebih dari 100 pekerja dari warga setempat.  Pekerjaan  di Tahun 2020 ini difokuskan pada pembuatan lantai dan pemasangan keramik, yang diselesaikan dalam waktu sekitar 20 hari.  
Pada awal Juli lalu, kolam permandian ini pun diisi dengan air yang bersumber dari mata air didekatnya, tepat 5 Juli 2020 kolam permandian ini mulai dibuka dan digunakan, meski belum diresmikan  secara terbuka dengan pertimbangan masih dalam kondisi pandemi Covid-19. 
Kepala Desa Watiginanda, La Bani mengatakan bahwa semenjak dibuka, pengunjung permandian Kampidi ini cukup ramai, terlebih di akhir pekan, Sabtu dan Minggu, pengunjungnya bisa mencapai 300-an orang yang mayoritasnya berasal dari luar desa.  Permandian ini dikelola oleh BUMDes Usaha Mandiri, setiap pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp 3.000,- per orang untuk setiap pengunjung dewasa, sedang bagi anak-anak tidak dipungut biaya (gratis).
Fasilitas yang sementara ini ada di permandian tersebut baru berupa baju pelampung dan ban untuk anak-anak, karena kolam khusus untuk anak belum dibangun, rencana akan dibuat dalam pengembangannya ke depan.  Selain itu pengunjung juga bisa menikmati minuman hangat, kopi dan teh serta aneka jajanan yang diproduksi oleh warga desa.

“Ditahun 2020 ini akan dilanjutkan dengan pembangunan jembatan diseputar kolam tersebut dari sisa dana desa yang ada serta akan dilanjutkan tahun depan.  Selain itu akan dibangun gazebo, WC dan kamar ganti, serta restoran dan Gedung pertemuan yang akan dibangun secara bertahap mulai 2021” tutur Kepala Desa Watiginanda  yang juga sebagai Ketua APDESI Buton Selatan ini menjelaskan rencana pengembangan  kolam permandian Kampidi.  
Ia berharap, dengan terbangunnya kolam permandian ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta menambah pendapatan asli desa (PADes) dengan pengelolaan yang profesional dari  BUMDes.  “Semoga ada perhatian dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam upaya pengembangan tempat ini, guna mendukung visi Buton Selatan sebagai daerah wisata” lanjutnya.

Penulis  :  La Taane (TA TTG Buton Selatan)

BERITA POPULER

GALLERY WISATA BUTON SELATAN

PROGRESS KEGIATAN