PANEN PADI PERDANA BUM DESA WAWOANGI

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat Datang di Portal Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Buton Selatan

Berita Terbaru

Penerimaan Beasiswa Dana Desa Tahun 2026 di Desa Bahari Dua, Dukung Pendidikan dan Prestasi Generasi Muda

TPPBusel – Pemerintah Desa Bahari Dua, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, menyalurkan beasiswa yang bersumber dari Dana Desa Tahu...

Selasa, 08 September 2020

Komite I DPD RI Apresiasi Kinerja Kementerian Desa PDTT dalam Pencegahan Covid-19 di Desa


Jakarta - InfoBusel || Pimpin Komite I DPD RI Fachrul Razi mengapresiasi kinerja Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar yang dinilai berhasil mencegah penyebaran Covid-19 di perdesaan.

Menurut Fachrur Razi, kebijakan membentuk Relawan Desa Lawan Covid-19 dibuat Menteri Abdul Halim atau yang akrab disapa Gus Menteri sangat efektif dan hasilnya desa-desa di Indonesia bersih dari bahaya Covid-19.

"Apabila awalnya kita tidak mempersiapkan sampai ke desa, saya memprediksikan itu tingkat penyebaran Covid-19 itu akan jauh lebih meningkat dan meluas," ungkap Fachrur Razi saat Rapat Kerja dengan Kemendes PDTT yang digelar virtual, Selasa (08/09/2020).

Fachrur Razi juga mengapresiasi Kemendes PDTT cepat-cepat hadir dengan program BLT Dana Desa-nya disaat ekonomi nasional mulai kelimpungan. Ia tidak membayangkan nasib masyarakat desa apabila tidak ada program BLT Dana Desa.

"Artinya, apa kontribusi negara menghadirkan dana desa sampai ke desa itu sangat signifikan sekali," imbuhnya.

Fachrur Razi meminta Gus Menteri lebih masif lagi melakukan kontrol progres BLT Dana Desa untuk mengantisipasi penyelewengan di daerah. DPD RI juga siap membantu turun ke daerah apabila diperkenankan oleh Kemendes PDTT.

"Saya minta kepada Pak Menteri, disini ada 34 Provinsi, nanti mohon dilibatkan 34 Senator ini ketika Pak Menteri turun ke daerah, silahkan kita dilibatkan, kita sudah ada anggarannya sendiri," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Menteri membeberkan langkah-langkah strategis yang telah dilaksanakan merespon pandemi Covid-19. Menurut dia, setidaknya ada dua hal yang harus segera ditangani cepat dan serius dampak dari Covid-19 itu, yakni kesehatan dan ekonomi.

Langkah untuk penanganan kesehatan, Kemendes PDTT membentuk Relawan Desa Lawan Covid-19 yang bertugas untuk memberikan edukasi masyarakat serta menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun di tempat-tempat umum.

Selanjutnya, setelah kesehatan ditangani maka ekonomi juga harus digenjot. Oleh karenanya Gus Menteri merealokasikan Dana Desa untuk BLT sebagai jaring pengaman sosial, dengan BLT tersebut ekonomi di perdesaan tetap berjalan.

"Targetnya adalah untuk bangkitkan ekonomi, itulah makanya syarat-syarat yang kita tuangkan di dalam penataan dan pendataan calon penerima BLT itu yang pertama belum masuk di TKS tetapi nyata-nyata memang miskin, yang kedua kehilangan mata pencaharian, yang ketiga karena keluarganya yang berpenyakit rentan dan menahun," jelasnya.

Selanjutnya, Kemendes PDTT mengeluarkan regulasi agar sisa dari BLT Dana Desa digunakan semaksimal mungkin untuk Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dengan besaran upah minimal 50% dari pagu anggaran.

Prinsip dari PKTD tersebut minimal upah 50% dengan alasan meningkatkan daya beli dan pekerjaan yang dilaksanakan dengan PKTD relatif tidak membutuhkan keahlian dan tidak membutuhkan material khusus

"Contoh kita sampaikan desa yang punya wisata di bersihkan, dirawat dengan menggunakan dana desa dan PKTD, ini berarti tidak banyak material yang dibutuhkan. Harapannya, daya beli warga masyarakat naik dan sedikit banyak berkontribusi kepada upaya pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak sampai minus pada triwulan ketiga nanti," pungkasnya.


Teks: Badriy/Kemendes PDTT

Panen Raya Bawang Merah di Desa Windu Makmur, Bupati Buton Selatan Bakal Mengalokasikan Infrastruktur Pendukung di 2021

Sampolawa - InfoBusel || Setelah panen perdana bawang merah di Desa Hendea di awal Agustus lalu, kini giliran Desa Windu Makmur menyelenggarakan Panen Raya Bawang Merah pada Minggu, 6 September 2020.  Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Buton Selatan, beberapa Anggota DPRD, Ketua TP PKK serta OPD Teknis. 

Kepala Desa Windu Makmur, Ludiman, saat menyampaikan laporan dalam kegiatan panen raya tersebut mengatakan bahwa, kegiatan penanaman bawang merah ini secara keseluruhan seluas sekitar 8,5 Ha dengan bibit sejumlah 7,8 ton, yang anggarannya berasal dari Dana Desa.  Hasil panen dari penanaman tersebut ditaksir mencapai 35-40 ton.  Pelaksanaan Panen Raya Bawang Merah  ini merupakan momentum bangkitnya animo masyarakat untuk membumikan hasil bawang merah di Desa Windu Makmur, meski banyak kendala yang dihadapi oleh petani yang belum mampu teratasi melalui dana desa.

”Untuk itu selaku Pemerintah Desa berharap kepada Bupati Buton Selatan dapat memberikan perhatian terhadap masalah-masalah yang menjadi hambatan petani,“ Tuturnya.
Adapun masalah yang menjadi hambatan petani lanjutnya, yakni akses jalan masuk sekitar 4 kilometer, ketersediaan air untuk mendukung waktu tanam lebih dari 2 kali dalam satu tahun, ketersediaan embung, ketersediaan bibit dan ketersediaan peralatan penunjang semisal cultivator, springkle dan jaringan air dalam areal penanaman.

“Kita berharap kendala-kendala yang dihadapi para petani dapat segera teratasi,“ harapnya.

Bupati Buton Selatan, H. Laode Arusani sangat mengapresiasi dan mendukung usaha penanaman bawang merah tersebut.  Beliau mengakomodir apa yang menjadi kendala para petani bawang merah dalam mengembangkan usaha pertanian mereka dan memastikan bakal mengalokasikan beberapa kegiatan di tahun 2021 melalui Dinas terkait seperti Dinas PU, Dinas Pertanian serta sokongan dari PDAM sebagai Badan Usaha Milik Daerah dalam mendukung pengembangan bawang merah di Desa Windu Makmur. Hal tersebut disampaikan orang nomor satu di Buton Selatan itu saat menyampaikan arahan dalam kegiatan tersebut.

“Terkait dengan usulan Pemerintah Desa, Melalui kesempatan ini saya perintahkan Dinas terkait untuk mengalokasikan kegiatan dalam rangka mendukung pengembangan Bawang Merah di Desa Windu Makmur ini,” Ujar Arusani.  Menurut Bupati Buton Selatan itu, Pemerintah Kabupaten sangat mendukung semangat Pemerintah dan Masyarakat Desa Windu Makmur dalam mengembangkan komoditas Bawang merah sebagai produk unggulan desa karena hal tersebut tidak hanya membawa dampak positif untuk kepentingan Desa tetapi juga untuk kepentingan Daerah secara umum.

“Selaku Pimpinan Daerah, saya mendukung dan berterimakasih karena pengembangan komoditas bawang merah ini, tidak hanya berbuat untuk kepentingan desa tetapi juga kepentingan daerah,“ tuturnya.

Kegiatan panen raya tersebut berlangsung meriah yang disertai penampilan tarian tradisional (tari pangibi).


Penulis : La Taane (TA TTG Buton Selatan)

Selasa, 01 September 2020

Siapkan Perencanaan 2021, Desa Waonu Lakukan Musyawarah Desa Perencanaan


Kadatua - InfoBusel || Desa Waonu Kecamatan Kadatua hari ini, Selasa 1 September 2020 mengawali kegiatan diawal bulan dengan melakukan kegiatan Musyawarah Desa Perencanaan Pembangunan (Musdes Rembang) yang difasilitasi oleh Pendamping Lokal Desa (PLD). Hadir dalam kegiatan tersebut dari berbagai unsur perwakilan tokoh masyarakat dan kader desa diantaranya mulai dari unsur BPD, unsur pemuda, kelompok perempuan, kader kesehatan desa, PKK, Guru PAUD kelompok nelayan dan kelompok tani.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan hikmat. Pada kegiatan penyampaian pokok pikiran kepala desa, Pj Kepala Desa Waonu, Handali, S.IP mempunyai kiat membangun desa melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di desa.

"Kita memiliki sumber daya alam yang kaya dan sumber daya manusia yang memadai dan tersedia di desa, dan ini akan kita kembangkan. Kita memiliki air yang bersumber dari sumur gali yang tidak kalah tawarnya dengan air yang ada di desa Lipu, ini merupakan salah satu potensi sumber daya alam yang harus kita manfaatkan demi terpenuhinya kebutuhan air bersih di desa. Jika kedepan dapat terlayani seluruh masyarakat, maka akan diserahkan kepada pengelola BUMDes untuk dikelola sebagai salah satu unit usaha di desa". Ujarnya dalam penyampaian pokok pikiran.

Sejalan dengan pokok pikiran Pj Kepala Desa Waonu tersebut, Sakirun, S.Pd perwakilan dari unsur BPD sangat mendukung kiat-kiat tersebut. "Kami pun mendukung kegiatan tersebut, hal ini sejalan dengan apa yang kami cita-citakan yaitu kegiatan terkait air bersih agar kebutuhan air bersih bagi warga terpenuhi" tutupnya dalam penyampaian pokok pikiran BPD.

Dalam kegiatan yang berlangsung lebih dari 1 jam tersebut sekaligus memilih dan menetapkan ketua Tim Penyusun RKPDES Tahun 2021 Desa Waonu yaitu Kamiludin, S.Pd.  Desa Waonu ini merupakan desa ketiga yang telah melaksanakan musyawarah perencanaan di Kecamatan Kadatua, setelah Desa Kaofe dan Desa Lipu.


Penulis : La Mahari (PLD Kec. Kadatua)

Editor.   : Anex

BERITA POPULER

GALLERY WISATA BUTON SELATAN

PROGRESS KEGIATAN