PANEN PADI PERDANA BUM DESA WAWOANGI

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat Datang di Portal Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Buton Selatan

Berita Terbaru

Penerimaan Beasiswa Dana Desa Tahun 2026 di Desa Bahari Dua, Dukung Pendidikan dan Prestasi Generasi Muda

TPPBusel – Pemerintah Desa Bahari Dua, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, menyalurkan beasiswa yang bersumber dari Dana Desa Tahu...

Kamis, 24 September 2020

Stick Mocaf dengan 5 Varian Rasa, Prudes Desa Lampanairi

Batauga - InfoBusel || Kerja keras serta semangat membangun yang tinggi dari Kepala Desa Lampanairi dengan dukungan dari warganya, kini sudah menampakkan hasil.  Hal ini dapat dibuktikan dengan dihasilkannya produk unggulan desa berupa Mocaf dan produk turunannya berupa  Stick Mocaf.  Ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil pelatihan pengoperasian mesin mocaf serta teknis pembuatan mocaf dan produk turunannya yang berlangsung selama lima hari pada pertengahan Agustus 2020 lalu. 

Setelah pelaksanaan pelatihan, dengan diorganisisr oleh pengurus BUMDes, mereka mulai memproduksi tepung mocaf dengan bahan baku ubi kayu.  Sampai dengan  pekan ini, BUMDes telah memproduksi  mocaf selama tiga kali, yang pertama bahan baku ubi kayu yang digunakan sebanyak 115 kg dengan hasil tepung mocaf 24 kg, sedang dua kali terakhir ini bahan baku yang digunakan sebanyak 200 kg ubi kayu.    Tepung mocaf yang dihasilkan sementara ini belum dipasarkan, masih digunakan sendiri oleh unit usaha BUMDes sebagai bahan baku pembuatan stick dan kukis.    

La Ode Syarifuddin, Kepala Desa Lampanairi mengatakan bahwa saat ini, kelompok ibu-ibu yang menjadi salah satu unit usaha BUMDes memproduksi stick mocaf dan kukis serta aneka kue lainnya, namun yang paling diminati konsumen adalah stick mocaf.  “Ada enam jenis snack atau kue yang telah dibuat dan sudah kami ajukan ke OPD terkait untuk mendapatkan P-IRT, dari enam produk tersebut yang paling diminati konsumen adalah stick mocaf” lanjutnya.   Meski saat ini stick mocaf produk BUMDes Mandiri Sejahtera masih dipasarkan secara terbatas karena belum memiliki izin P-IRT, namun sudah ada beberapa warung yang menjadi resseler.

“Kami masih melakukan promosi sambil menunggu izinnya terbit, namun sudah ada tiga yang siap menjadi reseller dari stick mocaf ini dengan total pesanan 150 bungkus per minggu, berat bersih setiap bungkusnya 120 gram” lanjut pak Kades.  Disampaikan pula bahwa  beberapa desa yang memiliki destinasi wisata, serta kedai-kedai kopi baik yang ada di Batauga maupun di Kota Baubau juga sudah siap bermitra dan menjadikan produk stick mocaf ini sebagai salah satu snack ditempat mereka, hanya masih terkendala dengan belum terbitnya izin P-IRT tersebut sebagai jaminan keamanan bagi konsumen.



Stick mocaf yang diproduksi saat ini memiliki lima varian rasa yakni original, pedas, sambalado, jagung bakar dan sapi panggang, yang dibanderol dengan harga Rp. 10.000,- per bungkus untuk yang ukuran 120 gram serta Rp. 5.000,- per bungkus untuk ukuran 60 gram.  Semoga izin P-IRT dari produk yang telah diajukan ini dapat segera terbit sehingga keamanan konsumen terjamin serta memperluas segmen pasar.


Penulis : La Taane (TA TTG Kab. Buton Selatan)

 

Jumat, 18 September 2020

Gus Menteri Yakin Desa Bakal Jadi Role Model Pembangunan Internasional

 


Gorontalo - InfoBusel || Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri yakin suatu saat desa di Indonesia bakal menjadi role model pembangunan oleh negara internasional.

Gus Menteri menjelaskan, dunia internasional memang telah merumuskan model pembangunan global yang disebut dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Pembangunan Berkelanjutan.

"Tetapi untuk desa tampaknya belum ada, disitulah kita turunkan dari SDGs Global, kemudian SDGs Nasional, sekarang kita tarik ke desa menjadi SDGs Desa," kata Gus Menteri saat Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Jumat (18/09/2020).

SDGs merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan.

Kemudian di Indonesia diturunkan dengan lahirnya Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan atau SDGs Nasional.

Kemudian oleh Gus Menteri diturunkan ke level paling bawah menjadi SDGs Desa. Ia menambahkan point yang belum ada dalam SDGs global maupun nasional yakni memasukkan unsur kearifan lokal dan religiusitas.

Gus Menteri meminta Kepala Desa untuk mengacu pada SDGs Desa yang telah dirumuskan oleh Kemendes PDTT tersebut. Tujuannya, agar dunia tahu bahwa di Indonesia telah melaksanaan pembangunan berbasis desa yang menggunakan konsep global.

"Dan saya yakin nanti menjadi role model dunia, model pembangunan ditingkat terkecil tetapi sudah menerapkan SDGs," imbuh Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Yogyakarta itu.

Adapun SDGs Desa yang dimaksud terdapat 18 tujuan pembangunan berkelanjutan, antara lain:

1. Desa Tanpa kemiskinan

2. Desa Tanpa Kelaparan

3. Desa Sehat dan Sejahtera

4. Pendidikan Desa Berkualitas

5. Desa Berkesetaraan gender

6. Desa Layak Air bersih dan Sanitasi

7. Desa yang Berenergi Bersih dan Terbarukan

8. Pekerjaan dan Pertumbuhan Ekonomi Desa

9. Inovasi dan Infrastruktur Desa

10. Desa Tanpa Kesenjangan

11. Kawasan Pemukiman Desa Berkelanjutan

12. Konsumsi dan Produksi Desa yang Sadar Lingkungan

13. Pengendalian dan Perubahan Iklim oleh Desa

14. Ekosistem Laut Desa

15. Ekosistem Daratan Desa

16. Desa Damai dan Berkeadilan

17. Kemitraan untuk Pembangunan Desa

18. Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif


Teks: Badriy/Kemendes PDTT

 

Musdesrenbang 2021 di Batuatas

Batuatas - InfoBusel || Perencanaan pembangunan Tahun 2021 yang diawali dengan tahapan pelaksanaan Musyawarah Desa Perencanaan Tahunan (MUSDESRENBANG) sesuai Peraturan Menteri Desa PDTT No. 17 Tahun 2019, sudah terlaksana di 7 desa se-Kecamatan Batuatas. 

Kegiatan Musdesrenbang ini dilaksanakan oleh BPD yang difasilitasi oleh pemerintah desa yang di laksanakan mulai tanggal  7 - 10  September 2021 yang bertempat di Aula pertemuan di masing-masing desa yang turut dihadiri oleh pihak pemerintah kecamatan, pihak kepolisian, pemerintah desa, BPD serta perwakilan unsur lembaga dan kelompok usaha di desa serta kader kesehatan. 

Kegiatan Musdesrenbang ini difokuskan pada 

1. Mendengarkan pokok-pokok pikiran Kepala Desa dan BPD sesuai potensi desa 

2. Memilih ketua Tim Penyusun RKPDes

3. Menyepakati jadwal pertemuan kelompok.

Setelah Musdesrenbang, Tim Penyusun RKPDes memfasilitasi pertemuan-pertemuan kelompok sesuai jadwal yang telah disepakati.

Pelaksanaan musyawarah berjalan lancar, diwarnai dengan tanya jawab serta masukan dari tokoh-tokoh masyarakat dan pemuda serta ibu-ibu yang juga memberikan saran serta pikiran untuk pembangunan desa dimasa datang.


Penulis : Waode Halfiani

Editor    : Anex

 

BERITA POPULER

GALLERY WISATA BUTON SELATAN

PROGRESS KEGIATAN