PANEN PADI PERDANA BUM DESA WAWOANGI

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat Datang di Portal Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Buton Selatan

Berita Terbaru

Penerimaan Beasiswa Dana Desa Tahun 2026 di Desa Bahari Dua, Dukung Pendidikan dan Prestasi Generasi Muda

TPPBusel – Pemerintah Desa Bahari Dua, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, menyalurkan beasiswa yang bersumber dari Dana Desa Tahu...

Rabu, 02 Desember 2020

Direktur PMD: BLT Dana Desa Lanjut di Tahun 2021

Jakarta - InfoBusel || Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Dirjen PPMD Kementerian Desa PDTT, M.Fachri Labalato mengungkapkan bahwa hampir pasti bahwa bantuan tunai langsung akan berlanjut hingga di 2021. 

Diperkirakan bahwa BLT pada 2021 adalah sebesar Rp 200.000 setiap KPM pada setiap bulan mulai Januari sampai Desember 2021. 

Fachri mengakui bahwa kemungkinan mekanismenya masih tetap sama dengan 2020, utamanya yang terkait langsung dengan kelompok penerima manfaat. 

"Jadi jumlah KPM-nya tetap akan menggunakan data hasil updating terakhir," ungkapnya seraya meminta tetap menunggu regulasi yang baru, utamanya Permendes yang secara khusus mengatur ini.

Regulasi ini juga akan diiringi dengan musyawarah desa sama halnya dengan Musdes di 2020. Yang pastinya tetap menunggu regulasi yang lebih teknis. 

"Untuk itu diharapkan semua dilakukan sosialisasi ini secara berjenjang dan bertahap," kuncinya.

 

Selasa, 01 Desember 2020

Desa Mokobeau Adakan Pelatihan Komputer Bagi Perangkat, BPD dan Pelajar

Siompu Barat – InfoBusel || Desa Mokobeau Kecamatan Siompu Barat menyelenggarakan Pelatihan Pengoperasian Komputer bagi perangkat desa, BPD serta siswa SMP dan SMA pada pertengahan Oktober lalu.  Kegiatan ini merupakan salah satu komiten desa saat pelaksanaan Bursa Inovasi Desa tahun 2019 pada Program Inovasi Desa.

Kegiatan pelatihan pengoperasian komputer ini dilakukan selama enam hari dengan peserta berjumlah 23 orang, terdiri dari tiga orang unsur perangkat desa, satu orang dari BPD serta 19 orang dari pelajar/siswa SMP dan SMA.   Sumber biaya kegiatan pelatihan ini bersumber dari dana desa dengan anggaran sebesar 29,300.000,-.

Kepala Desa Mokobeau, Sutriono, mengatakan bahwa pelatihan komputer ini bertujuan untuk membekali perangkat desa maupun siswa dengan keterampilan dalam mengoperasikan komputer.  “Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan bagi perangkat desa maupun peserta dari kalangan pelajar dalam hal  pengoperasian komputer, sehingga mempermudah pekerjaan yang menjadi tugas-tugas kita” lanjutnya.

Salah seorang peserta dari kalangan pelajar, Melinda, merasa terbantu dengan adanya kegiatan pelatihan ini karena menambah keterampilan dan bisa mengoperasikan dasar-dasar komputer.  “Dengan adanya kegiatan ini, saya dapat mengoperasikan  MS Word seperti membuat makalah, contoh surat, serta dapat mengoperasikan MS Excel seperti membuat tabel serta mengolah data.  Semoga pelatihan ini dilakukan lagi di tahun depan” ujar Melinda yang masih duduk dibangku SMP ini menyampaikan manfaat yang telah ia rasakan sekaligus harapannya terhadap kegiatan pelatihan komputer ini.


Penulis : La Taane (TA TTG/PIC-MIP Kab. Buton Selatan)

 

Senin, 30 November 2020

Gus Menteri: Perguruan Tinggi Memiliki Peran Penting Dalam Pembangun Desa

 Jakarta – InfoBusel || Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam pembangunan desa yang salah satunya pada sektor pertanian yang ada di desa. Hal itu disampaikan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar saat menjadi keynote speaker dalam Lokakarya Nasional 2020 yang digelar Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) secara virtual dari Kantor Kemendes PDTT pada Senin (30/11).

Menurut Abdul Halim atau yang akrab disapa Gus Menteri ini, bahwa perguruan tinggi untuk desa (Pertides) yang telah dibentuk beberapa tahun lalu telah berperan dalam pembangunan di desa karena dalam pembentukannya tersebut dilatarbelakangi agar perguruan tinggi tidak lepas terlalu jauh dari berbagai permasalahan yang ada didesa.

“Pertides inilah yang kemudian memanyungi kita untuk melakukan berbagai hal apa saja yang bisa dilakukan sesuai dengan apa yang menjadi fokus masing-masing perguruan tinggi dalam pendampingan untuk mengatasi permasalahan yang ada didesa,” katanya.

Salah satu permasalahan yang ada didesa yakni terkait dengan sektor pertanian. menurutnya, sektor pertanian penting karena dari 74.953 desa yang tersebar diseluruh Indonesia terdapat 70 persen wilayahnya ada disektor pertanian.

“Tentu ini juga akan sangat membutuhkan pendampingan karena berbagai upaya dalam keberlanjutan produktifitas yang berkelanjutan masih dalam permasalahan,” katanya.

Gus Menteri menilai bahwa dalam permasalahan produktifitas berkelanjutan dikarenakan banyaknya pendampingan yang sifatnya sesaat atau tidak berkelanjutan sehingga produktifitasnya turut mengalami penurunan.

“Awalnya saat dilakukan pendampingan produktifitasnya bagus. tapi, setelah ditinggal menjadi menurun. Inilah yang kemudian kita selalu meminta agar segala bentuk kerjasama harus ada pendampingan pasca dicapainya produk. Jadi, jangan kemudian dicapainya produk sudah tidak ada sentuhan lagi,” katanya.

Waktu yang dibutuhkan dalam pendampingan, Tambah Gus Menteri, dibutuhkan waktu 2 hingga 3 tahun agar menjadi sebuah kultur atau budaya bagi masyarakat desa yang bekerja atau berusaha pada sektor pertanian.

“Kalau sudah menjadi kultur atau budaya, baru ditinggal. Sebelum menjadi budaya kalau kemudian ditinggal itu akaƱ kembali ke asalnya karena tidak mendampingi lagi.  sudah tidak ada lagi yang mengawasi, mengingatkan dan memotivasi. Ini sebenarnya harus dimotivasi terus menerus,” katanya.

Oleh karena itu, tambah Gus menteri, untuk mengatasi dalam permasalahan pasca produktifitas dalam bidang pertanian dibutuhkan pendampingan dalam kurun waktu tertentu.

“Nah dibidang pertanian ini memang kita sangat membutuhkan pendampingan berkelanjutan. termasuk didalamnya ada penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG). TTG itu sama, awal-awal semangat, lama-lama kalau tidak ada pendampingan akan kembali lagi ke tradisional. Nah ini juga yang perlu kita perhatikan. Jadi, pada prinsipnya kita memang sangat butuh pendampingan secara berkelanjutan,” katanya. (KORANNTB.Com)

 

BERITA POPULER

GALLERY WISATA BUTON SELATAN

PROGRESS KEGIATAN