PANEN PADI PERDANA BUM DESA WAWOANGI

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat Datang di Portal Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Buton Selatan

Berita Terbaru

Penerimaan Beasiswa Dana Desa Tahun 2026 di Desa Bahari Dua, Dukung Pendidikan dan Prestasi Generasi Muda

TPPBusel – Pemerintah Desa Bahari Dua, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, menyalurkan beasiswa yang bersumber dari Dana Desa Tahu...

Jumat, 04 Desember 2020

Dinas PMD Prov. Sultra Supervisi dan Monitoring Pelaksanaan Dana Desa di Buton Selatan

Batauga - InfoBusel || Tim Supervisi dari Dinas PMD Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan supervisi, monitoring dan evaluasi pelaksanaan dana desa serta pembangunan & pemberdayaan masyarakat desa di Buton Selatan pada Kamis, 3 Desember 2020. Tim Supervisi yang diketuai oleh Kepala Bidang Pemberdayaan, Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat – Dinas PMD Prov. Sultra, Ir. Hj. Devi Yunari Asadih, M.Si tersebut dalam menyampaikan pengantarnya pada pertemuan Bersama Dinas PMD dan TAPM Buton Selatan mengatakan bahwa pada prinsipnya, tujuan pelaksanaan supervisi dan monitoring yang dilaksanakan guna mendapatkan gambaran pelaksanaan dana desa serta mendapatkan gambaran   hasil kerja pendamping desa mulai dari jenjang Tenaga Ahli,  Pendamping Desa maupun Pendamping Lokal Desa dengan sasaran kunjungan ke Dinas PMD Kabupaten dan Desa. “Beberapa poin  yang ingin kami ketahui berkaitan dengan pengelolaan dana desa diantaranya sudah sejauh mana pencairana dana tahap III ke desa, pengalokasian dan penyaluran BLT sampai Desember 2020 serta permasalahan yang timbul dalam pengelolaan dana desa jika ada masalah”, lanjutnya.

Untuk diketahui, progress pencairana dana desa Tahap III di Kabupaten Buton Selatan semua desa telah cair secara serentak pada 19 November 2020, dan desa langsung memanfaatkan dana khususnya untuk BLT serta penyelesaian kegiatan yang telah direncanakan. Untuk penyaluran BLT per 3 Desember 2020 sudah 50 desa dari 60 desa yang tersalur, dan ditargetkan akan tersalur semua paling lambat 5 Desember 2020.

Berkaitan dengan supervisi terhadap Tenaga Pendamping Profesional (TPP), beberapa poin yang ditinjau diantaranya terkait aktivitas pendampingan serta output atau hasilnya, pemahaman  terhadap tugas pokok dan fungsi serta realisasinya sesuai kerangka acuan kerja yang telah ditetapkan.

Dalam kunjungan  supervisi tersebut, Tim Supervisi sekaligus ikut menyerahkan dan menyaksikan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa untuk bulan Oktober – Desember 2020 di Desa Lampanairi Kecamatan Batauga sekaligus memantau kegiatan  wisata Jembatan Lingkar Pantai Lapoili Desa Wawoangi Kec. Sampolawa didampingi personel Dinas PMD Kabupaten Buton Selatan dan TPP (TAPM, PD dan PLD) Kecamatan Batauga dan Sampolawa.


Penulis    : La Taane (TA TTG/PIC - MIP Kab. Buton Selatan)

 

Kabid Pemberdayaan Dinas PMD Prov. Sultra Ikut Serahkan BLT Dana Desa Triwulan Terakhir di Desa Lampanairi

Batauga - InfoBusel || Sebanyak 85 kepala keluarga (KK), warga Desa Lampanairi, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) bulan ke-7, 8 dan 9 (Oktober - Desember) pada Kamis, 3 Desember 2020.

Penyaluran BLT kepada keluarga penerima manfaat (KPM) ini dilakukan di Balai Pertemuan Desa Lampanairi dan turut dihadiri oleh Kabid Pemberdayaan, Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat Dinas PMD Provinsi Sulawesi Tenggara bersama rombongan,  Dinas PMD Kabupaten, BPD, Tenaga Ahli Kabupaten Buton Selatan dan Pendamping Desa. Proses penyerahan bantuan juga mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Dalam arahannya, Kabid Pemberdayaan, Kelembagaan dan Sosisl Budaya Masyarakat Dinas PMD Provinsi Sulawesi Tenggara, Ibu Ir. Hj. Devi Yunari Asadih, M.Si, menyampaikan agar pemanfaatan BLT ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, serta ketika beraktivitas di luar rumah agar mematuhi protokol kesehatan. "Ketika Bapak dan Ibu bekerja atau beraktivitas diluar rumah, senantiasa patuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, jaga jarak dan rajin mencuci tangan agar terhindar dari Covid-19, bahkan kalau ada anggota keluarga yang timbul gejala batuk atau flu, dianjurkan untuk pakai masker" imbaunya.

Selain itu, Kepala Desa Lampanairi, La Ode Syarifuddin menjelaskan, dari 85 KK warga miskin yang menerima BLT - DD bulan ke-7, 8 dan 9, sebesar Rp 300.000 per bulan ini, sudah melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Ia menyampaikan, 85 KK tergolong warga miskin penerima BLT dana desa tahun 2020 tersebut memang layak mendapat bantuan ditengah pandemi Covid-19, untuk meringankan beban mereka secara ekonomi. “Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat dipergunakan sebaik-baiknya bersama keluarga di tengah pandemi Covid-19,” ungkapnya.


Penulis : La Ode Faisal (PD Kec. Batauga)

Editor   : La Taane


 

Kamis, 03 Desember 2020

Gus Menteri: Desa Merupakan Kunci Sukses Kemajuan Daerah

Jakarta – InfoBusel || Desa merupakan kunci kemajuan daerah dan penentu kemajuan sebuah bangsa.

Olehnya, pemerintah daerah harus prioritaskan pembangunan desa.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, aktivitas pembangunan daerah, harus berdampak langsung pada desa, berimplikasi pada peningkatan kualitas hidup warga desa.

“Jangan hanya puas dengan data-data makro ekonomi yang telah dicapai, tapi mengabaikan sisi pemerataan hasil pembangunan,” kata Gus Menteri, sapaan akrabnya, Selasa (1/12/2020).

Pertumbuhan ekonomi yang spektakuler akan sia-sia jika hanya dinikmati oleh segelintir orang.

Tak bermakna memupuk investasi, tapi tak sampai ke desa.

“Saya mengajak untuk menjadikan desa sebagai arus utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Kita curahkan energi yang ada untuk membantu akselerasi desa mencapai SDGs Desa,” kata Doktor Honoris Causa dari UNY.

Menurutnya, dengan SDGs Desa, pembangunan desa baik yang dilakukan oleh pemerintah desa, maupun intervensi yang dilakukan Supra Desa akan lebih terfokus dan memiliki arah, sasaran dan target yang jelas sesuai dengan kondisi riil desa.

Selain itu, pengarusutamaan pembangunan desa dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, akan berkontribusi sebesar 74 persen terhadap pembangunan nasional.

Hal itu disebabkan dari aspek kewilayahan, setidaknya ada 91 persen wilayah Indonesia merupakan wilayah perdesaan, dan ada 11 tujuan pembangunan berkelanjutan berkaitan erat dengan kewilayahan desa.

Kemudian, dari aspek kependudukan, 43 persen penduduk Indonesia ada di desa, dan ada 6 tujuan pembangunan berkelanjutan berkaitan erat dengan warga desa.

“Masa depan Indonesia bergantung pada masa depan desa-desa di seluruh Indonesia. Kalau menginginkan Indonesia berdaulat, maju, adil dan makmur, maka harus dimulai dari desa. Desa masa depan Indonesia,” tutup Gus Menteri.


(BeritaManado.Com)

 

BERITA POPULER

GALLERY WISATA BUTON SELATAN

PROGRESS KEGIATAN