PANEN PADI PERDANA BUM DESA WAWOANGI

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat Datang di Portal Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Buton Selatan

Berita Terbaru

Penerimaan Beasiswa Dana Desa Tahun 2026 di Desa Bahari Dua, Dukung Pendidikan dan Prestasi Generasi Muda

TPPBusel – Pemerintah Desa Bahari Dua, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, menyalurkan beasiswa yang bersumber dari Dana Desa Tahu...

Selasa, 09 Maret 2021

Bahas Keterpaduan Data Basis SDGs, Pemda Busel Selenggarakan Rakor Bersama OPD, Camat dan TAPM

Batauga – InfoBusel || Dalam rangka peningkatan koordinasi dan sinergitas pembangunan daerah, Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Selatan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Bersama Kepaa OPD, Camat dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Buton Selatan, pada Senin, 8 Maret 2021 bertempat di Aula Kantor Bupati Buton Selatan.  Rapat yang dihadiri langsung oleh Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani tersebut membahas tentang pendataan SDGs Desa serta pembinaan kegiatan pembangunan desa oleh Camat.  

Dalam rapat tersebut, Bupati menekankan agar peran Camat serta pendamping dalam melakukan pembinaan kepada desa harus lebih ditingkatkan dan lebih tegas jika ada kepala desa yang tidak mengikuti aturan yang semestinya.  “Tolong para Camat agar lebih  ditingkatkan lagi pembinaannya serta lebih tegas sehingga pengelolaan dana desanya lebih baik, begitupun pendampingan dari para pendamping, harus lebih ditingkatkan sehingga pembangunan desa semakin baik” lanjut Bupati Buton Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas PMD Kab. Buton Selatan, Ahmad Syahroni, SE menyampaikan bahwa tujuan penyelenggaraan Rapat Koordinasi ini dalam rangka pemutakhiran data IDM yang secara rutin dilakukan setiap tahun, hanya di tahun 2021 ini pemutakhiran data IDM berbasis SDGs Desa. ”Pemutkhiran data IDM berbasis SDGs Desa ini menghasilkan banyak elemen data, dan pemutakhiran data ini menjadi dasar bagi Kemeterian Keuangan dalam penentuan besaran Dana Desa untuk tahun 2022, olehnya itu sayang sekali jika elemen-elemen data yang dikumpulkan oleh relawan di desa tidak dipergunakan oleh OPD teknis, sehingga kita butuh kolaborasi dengan melibatkan para pendamping, fasilitator serta penyuluh lapangan yang semuanya berbasis di desa” tuturnya.  Lebih lanjut Ahmad Syahroni, SE menyampaikan bahwa pemutakhiran data IDM berbasis SDGs dengan kolaborasi data tersebut dapat mewujudkan tujuan Peraturan Presiden No 39 tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan dan mudah diakses.

Dalam penjelasan teknis pemutakhiran data berbasis SDGs, TAPM Buton Selatan, Amirudin Majid menguraikan bahwa banyak isu-isu yang berkembang di level desa terkait data ini, misalnya adanya penetapan kategori sasaran keluarga miskin yang berbeda antara stakeholder terkait, isu lainnya adalah data base desa cenderung berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan proyek atau program yang masuk ke desa, belum tersedianya data profile desa, pendataan bansos masih memposisikan desa sebagai obyek, bukan sebagai subyek, serta belum maksimalnya sinkronisasi perencanaan daerah dan desa.  “Harapan kita dengan adanya kolaborasi stakeholder dalam pemutakhiran data desa berbasis SDGs ini dapat menjawab isus-isu tersebut, dengan melakukan uji publik atas hasil pendataan relawan tersebut melalui musyawarah desa yang dihadiri oleh para stakeholder dan instansi terkait, termasuk para pendamping, fasilitator maupun penyuluh yang berbasis di desa” lanjutnya.

Rapat koordinasi yang dipandu oleh Assisten III Setda Busel, La Ode Mpute, ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang hadir, dalam rangka mewujudkan satu data desa yang akurat dan mutakhir.  Dalam pertemuan ini dihadiri oleh Sekda Busel,  Assisten I Setda Busel, para Kepala OPD, para Camat dan TAPM Buton Selatan.


Penulis : La Taane (TA TTG/PIC MIP P3MD Busel)

 

Minggu, 07 Maret 2021

Gus Menteri: Pengelola Desa Wisata Harus Kreatif dan Aktif di Media Sosial

Pasuruan – InfoBusel || Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar mengimbau pengelola desa wisata untuk lebih kreatif dan aktif mempromosikan desa wisata di media sosial.
Hal itu ia sampaikan saat memberikan Keynote Speaker dalam Meet and Greet dengan pegiat Desa Wisata yang diselenggarakan Yayasan Stapa Center dengan tema Pemulihan Ekonomi Desa Wisata dan Strategi Keberlanjutan di Hotel Taman Dayu, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jumat (5/3).
Pria yang akrab disapa Gus Menteri ini mengatakan, Indonesia harus bersyukur jika dibandingkan negara-negara lain di ASEAN dalam menghadapi Pandemi COVID-19.
“Dibandingkan negara-negara lain di ASEAN Indonesia termasuk yang bagus. Indonesia memiliki ketahanan yang cukup tinggi, hampir setiap resesi dunia Indonesia memiliki ketahanan yang cukup tinggi dalam berbagai resesi yang pernah terjadi, termasuk hari ini,” jelasnya.
“Hal tersebut salah satunya adalah karena basis desa di Indonesia. Satu-satunya yang tidak minus pertumbuhannya itu pertanian, jadi semuanya minus. Termasuk pariwisata” sambungnya.
Oleh karena itu, ia mengimbau agar desa wisata bisa dipromosikan di media sosial. Menurutnya, dengan promosi yang dilakukan akan menarik wisatawan untuk berkunjung.
Namun begitu, ia juga tetap meminta agar pengelola desa wisata menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat agar tidak menimbulkan kluster baru.
“Pemasaran wisata dengan online itu penting, beberapa hari ini,  banyak sekali daerah-daerah wisata yang menjadi perhatian mampu mengekspose sesuatu yang aneh di media sosial akhirnya jadi viral. Makanya mengelola desa wisata itu yang kreatif, bikin yang aneh-aneh ,” jelasnya.
Sebagai informasi, turut hadir dalam pertemuan ini ialah Wakil Bupati Pasuruan, A Mujib Imron, Dinas PMD Jawa Timur, perwakilan Sampoerna,  Forkopimda, kepala desa serta pegiat desa wisata.
 
Foto: Matin/Humas Kemendes PDTT
Teks: Rifqi/Humas Kemendes PDTT

 

Senin, 01 Maret 2021

Jeruk Siompu Buton Selatan Dinobatkan Sebagai Jeruk Termanis di Indonesia

Siompu – InfoBusel || Jeruk Siompu - Buton Selatan dinobatkan sebagai jeruk termanis di Indonesia melalui Kontes Jeruk Keprok Nasional di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, pada tahun 2016 lalu.

Bak primadona, jeruk siompu menjadi buah andalan masyarakat Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara.

Dilansir dari Indonesia.co.id, Jeruk siompu memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan jeruk di daerah lain. Buah berbobot 135-200 gram ini rasanya lebih manis dibandingkan dengan semua jenis jeruk unggulan di tanah air, seperti jeruk keprok sumatra, jeruk kalimantan, atau jeruk dari Bali dan Pulau Jawa.

Menurut Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Balitbang Pertanian Kementan, jeruk siompu masuk sebagai jeruk unggulan nasional melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian nomor 742/Kpts/TP.240/7/97. Tingkat kemanisannya jeruk siompu berada pada skala 11-12 derajat Brix.

Tumbuh hidup di perbukitan dengan struktur tanah yang kering, tampilan fisik jeruk siompu saat panen berwarna kuning emas dan daging buah orange terang. Tekstur kulitnya agak tebal, sedikit kasar serta mudah dikupas.

Jeruk siompu diketahui pernah menjadi buah-buahan untuk jamuan kenegaraan di Istana Negara pada 1990-an. Selain itu, jeruk siompu merupakan primadona tanaman buah di Pulau Siompu, Kabupaten Buton Selatan. Dari penuturan petani setempat, jeruk siompu jika ditanam di luar pulau Siompu, maka cita rasanya berubah, bahkan ada yang sampai terasa seperti jeruk nipis. 

Beberapa tahun terakhir ini, populasi jeruk siompu semakin berkurang, karena itu pemerintah daerah Buton Selatan bersama beberapa kepala desa di Kecamatan Siompu memprioritaskan pengembangan jeruk siompu ini dengan memperbanyak populasi/bibit melalui dana desa, dengan target menjadi produk unggulan desa (prudes) sekaligus wisata jeruk (agrowisata).


Penulis : La Taane (TA TTG/PIC Media Informasi dan Publikasi P3MD Buton Selatan)

BERITA POPULER

GALLERY WISATA BUTON SELATAN

PROGRESS KEGIATAN