PANEN PADI PERDANA BUM DESA WAWOANGI

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat Datang di Portal Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Buton Selatan

Berita Terbaru

Penerimaan Beasiswa Dana Desa Tahun 2026 di Desa Bahari Dua, Dukung Pendidikan dan Prestasi Generasi Muda

TPPBusel – Pemerintah Desa Bahari Dua, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, menyalurkan beasiswa yang bersumber dari Dana Desa Tahu...

Rabu, 30 September 2020

Mendes PDTT Yakin Desa Sanggup jadi Penyanggah Ekonomi Perkotaan


Jakarta – InfoBusel || Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meyakini desa mampu menjadi penyanggah ekonomi perkotaan.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi tamu di program Berita Utama yang disiarkan secara langsung oleh Kompas TV, pada Selasa, (29/9/2020) malam.

Abdul Halim Iskandar mengatakan, ada dua langkah yang sedang ia lakukan agar desa mampu menjadi penyanggah ekonomi perkotaan.

Pertama, melakukan pendataan terkait potensi yang dimiliki oleh desa. Menurutnya, hal itu penting dilakukan terkait dengan situasi nyata yang di desa, bahwa di setiap desa memiliki potensi unggulan yang berbeda.

“Ada yang memiliki unggulan kopra putih, ada yang memiliki unggulan vanila, ada yang memiliki unggulan jagung, ada yang memiliki unggulan padi. Semuanya kita optimalisasi  melalui proses pendataan,” ujar Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Kedua, produksi tidak akan memberikan dampak ekonomi secara masif ketika tidak difasilitasi terkait dengan pemasaran produk.

“Itulah makanya kita juga melakukan revitalisasi atau penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Bersama (BUMDesma),” jelas Pria yang akrab disapa Gus Menteri ini.

Menurut Pria Kelahiran Jombang ini, sampai dengan Agustus 2020, sudah ada 30.000 BUMDes yang sudah registrasi dengan total omset sekitar 2,1 triliun.

Sedangkan sampai hari ini, lanjut Gus Menteri, Kemendes PDTT sedang memvalidasi 10.000 BUMDes yang sudah memasukkan registrasi untuk dilakukan pengecekan..

“10.000 ini memang agak butuh keseriusan, karena banyak BUMDes yang belum memiliki unit usaha,” terangnya

“Inilah yang kemudian kita sinergikan dengan UMKM. Jadi ada BUMDes yang melakukan produksi sendiri dari hulu sampai hilir sampai dengan pemasaran, ada juga BUMDes yang melakukan konsolidasi dengan UMKM yang ada di desa,” sambung Gus Menteri

Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk memfasilitasi  BUMDes agar bisa bekerja sama dengan perbankan. Sampai saat ini, ada 14.045 BUMdes yang sudah melakukan kerja sama dengan perbankan. 

“Nah di sinilah sinergitas antar kementerian. Jadi sinergitas kementerian dan lembaga terus kita upayakan agar produktivitas ekonomi di desa meningkat dan itu menjadi penyanggah utama bagi ekonomi di perkotaan.” Tegas Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.


Teks: Rifqi/Kemendes PDTT

 

Jumat, 25 September 2020

Kecamatan Lapandewa Selenggarakan Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa 2021

Lapandewa - Info Busel || Dalam rangka menindaklanjuti dikelurkannya Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2021, serta Surat Sekretariat Daerah Kabupaten Buton Selatan Nomor 412.2/2056 tanggal 21 September 2020 terkait Sosialisasi Peraturan Menteri Desa Nomor 13 tahun 2020 di setiap kecamatan, maka Pemerintah Kecamatan Lapandewa menyelenggarakan Rapat Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 yang dilaksanakan pada hari Jum'at, 25 September 2020, bertempat di Gedung Serbaguna Desa Gaya Baru Kecamatan Lapandewa.

Camat Lapandewa, La Nilo, S.Pd dalam sambutan pada acara sosialisasi tersebut mengatakan bahwa arah prioritas pembangunan 2021 melalu dana desa dikenal dengan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang intinya mengarah pada pemulihan ekonomi setelah adanya pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih tinggi tingkat penyebarannya dinegeri kita ini. "Uraian dari pembangunan desa berkelanjutan ini sebentar akan dipaparkan oleh narasumber dari Tenaga Ahli P3MD yang telah hadir bersama kita ditempat ini" lanjut Camat Lapandewa ini. Lebih lanjut ia menyampaikan pula bahwa selain pemulihan ekonomi, juga mengarah pada pencegahan penanganan konvergensi stunting.

Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA PMD) Kabupaten Buton Selatan, Abady Makmur, dalam penyampaian sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 menguraikan bahwa secara garis besar mengarah pada 3 hal yakni pemulihan ekonomi nasional berdasarkan kewenangan desa, program prioritas nasional berdasarkan kewenangan desa serta adaptasi kebiasaan baru desa.

"Pemulihan ekonomi nasional yang sesuai kewenangan desa itu mengarah pada revitalisasi kelembagaan dan kegiatan BUMDes dan BUMDes Bersama atau BUMADes" lanjutnya.  Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa dalam pemulihan ekonomi ini juga mengarah pada pemanfaatan energi terbarukan serta optimalisasi usaha ekonomi produktif yang mengarah pada produk unggulan desa (prudes) dan produk unggulan kawasan perdesaan (prukades).

Kegiatan ini berjalan lancar diwarnai diskusi dan umpan balik dari peserta yang berasal dari unsur BPD, Kepala Desa serta Sekretaris Desa dari tujuh desa se-Kecamatan Lapandewa.  


Penulis : La Taane (Tenaga Ahli TTG Kab. Buton Selatan)


 

Kamis, 24 September 2020

Stick Mocaf dengan 5 Varian Rasa, Prudes Desa Lampanairi

Batauga - InfoBusel || Kerja keras serta semangat membangun yang tinggi dari Kepala Desa Lampanairi dengan dukungan dari warganya, kini sudah menampakkan hasil.  Hal ini dapat dibuktikan dengan dihasilkannya produk unggulan desa berupa Mocaf dan produk turunannya berupa  Stick Mocaf.  Ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil pelatihan pengoperasian mesin mocaf serta teknis pembuatan mocaf dan produk turunannya yang berlangsung selama lima hari pada pertengahan Agustus 2020 lalu. 

Setelah pelaksanaan pelatihan, dengan diorganisisr oleh pengurus BUMDes, mereka mulai memproduksi tepung mocaf dengan bahan baku ubi kayu.  Sampai dengan  pekan ini, BUMDes telah memproduksi  mocaf selama tiga kali, yang pertama bahan baku ubi kayu yang digunakan sebanyak 115 kg dengan hasil tepung mocaf 24 kg, sedang dua kali terakhir ini bahan baku yang digunakan sebanyak 200 kg ubi kayu.    Tepung mocaf yang dihasilkan sementara ini belum dipasarkan, masih digunakan sendiri oleh unit usaha BUMDes sebagai bahan baku pembuatan stick dan kukis.    

La Ode Syarifuddin, Kepala Desa Lampanairi mengatakan bahwa saat ini, kelompok ibu-ibu yang menjadi salah satu unit usaha BUMDes memproduksi stick mocaf dan kukis serta aneka kue lainnya, namun yang paling diminati konsumen adalah stick mocaf.  “Ada enam jenis snack atau kue yang telah dibuat dan sudah kami ajukan ke OPD terkait untuk mendapatkan P-IRT, dari enam produk tersebut yang paling diminati konsumen adalah stick mocaf” lanjutnya.   Meski saat ini stick mocaf produk BUMDes Mandiri Sejahtera masih dipasarkan secara terbatas karena belum memiliki izin P-IRT, namun sudah ada beberapa warung yang menjadi resseler.

“Kami masih melakukan promosi sambil menunggu izinnya terbit, namun sudah ada tiga yang siap menjadi reseller dari stick mocaf ini dengan total pesanan 150 bungkus per minggu, berat bersih setiap bungkusnya 120 gram” lanjut pak Kades.  Disampaikan pula bahwa  beberapa desa yang memiliki destinasi wisata, serta kedai-kedai kopi baik yang ada di Batauga maupun di Kota Baubau juga sudah siap bermitra dan menjadikan produk stick mocaf ini sebagai salah satu snack ditempat mereka, hanya masih terkendala dengan belum terbitnya izin P-IRT tersebut sebagai jaminan keamanan bagi konsumen.



Stick mocaf yang diproduksi saat ini memiliki lima varian rasa yakni original, pedas, sambalado, jagung bakar dan sapi panggang, yang dibanderol dengan harga Rp. 10.000,- per bungkus untuk yang ukuran 120 gram serta Rp. 5.000,- per bungkus untuk ukuran 60 gram.  Semoga izin P-IRT dari produk yang telah diajukan ini dapat segera terbit sehingga keamanan konsumen terjamin serta memperluas segmen pasar.


Penulis : La Taane (TA TTG Kab. Buton Selatan)

 

BERITA POPULER

GALLERY WISATA BUTON SELATAN

PROGRESS KEGIATAN