PANEN PADI PERDANA BUM DESA WAWOANGI

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat Datang di Portal Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Buton Selatan

Berita Terbaru

Penerimaan Beasiswa Dana Desa Tahun 2026 di Desa Bahari Dua, Dukung Pendidikan dan Prestasi Generasi Muda

TPPBusel – Pemerintah Desa Bahari Dua, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, menyalurkan beasiswa yang bersumber dari Dana Desa Tahu...

Sabtu, 31 Oktober 2020

Kementerian Desa PDTT Raih Penghargaan Mitra Pengabdian pada Masyarakat pada IPB Awarding Day 2020

Bogor - InfoBusel  ||  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meraih penghargaan Mitra Pengabdian pada Masyarakat dari Universitas Institut Pertanian Bogor (IPB) pada IPB Awarding Day 2020.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Rektor Universitas IPB, Arif Satria kepada Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar di IPB International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10).

Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri ini mengaku bangga dengan penghargaan yang diberikan Universitas IPB tersebut. Ia berharap, penghargaan tersebut dapat memicu Kemendes PDTT untuk terus melakukan inovasi dan upaya dalam percepatan pembangunan desa, daerah tertinggal, dan kawasan transmigrasi.

“Saya bersyukur, satu tahun pengabdian saya sebagai Menteri Kabinet Indonesia Maju di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Jokowi mendapatan penghargaan yang luar biasa. Saya bangga dengan penghargaan ini,” ujar Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Gus Menteri mengatakan, Kemendes PDTT telah menyiapkan loncatan untuk percepatan pembangunan desa berupa satu bentuk konsep pembangunan desa yang terukur, akseleratif, dan dapat dipantau oleh seluruh masyarakat. Hal tersebut ia tuangkan dalam Buku Sustainable Development Goals (SDGs) Desa.

“SDGs Desa merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” terangnya.

Di samping itu, lanjutnya, Kemendes PDTT juga telah menyelesaikan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terkait Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Menurutnya, SDGs Desa dan RPP terkait BUM Desa tersebut akan mempercepat proses pembangunan seluruh desa di Indonesia.

“Dua hal inilah (SDGs Desa dan BUM Desa) yang akan mempercepat proses pembangunan desa-desa di Indonesia, sebagai wujud implementasi dari satu harapan Bapak Presiden yakni membangun Indonesia dari pinggiran,” ujarnya.

Di sisi lain, ia juga meminta Universitas IPB untuk terus mendukung dan membantu pemerintah dalam mempercepat pembangunan desa. Di samping itu, ia juga meminta Universitas IPB turut memantau kinerja Kemendes PDTT.

“Mohon juga dipantau melalui buku ini (SDGs Desa). Semua warga masyarakat juga bias memantau kinerja Kementegrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi,” ujarnya.


Teks: Novri/Kemendes PDTT

 

Senin, 19 Oktober 2020

Perjuangkan Ketersediaan Listrik di Batuatas, Bupati Buton Selatan Kunjungi PT. PLN UIW Sulselrabar

Batauga - InfoBusel || Untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan listrik di daerah yang dipimpinnya, Bupati Buton Selatan H. La Ode Arusani menyambangi kantor PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar) di Makassar, Kamis (15/10/2020)

Pada pertemuan tersebut, Bupati Arusani memaparkan kondisi tentang kelistrikan di Buton Selatan saat ini dan menyampaikan berbagai rencana pembangunan kawasan strategis baru sehingga dapat dikalkulasi kebutuhan listrik secara keseluruhan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati secara khusus menekankan adanya upaya Pemerintah Kabupaten dan meminta pihak PT PLN agar membantu mencarikan solusi untuk percepatan pemenuhan kebutuhan listrik bagi warga pulau Batuatas.

”Kami sudah siapkan genset, dalam waktu dekat akan diantar ke sana termasuk rumah pembangkitnya akan segera dibangun untuk itu kami minta PT PLN juga dapat membantu percepatan pembangunan jaringan distribusinya ke masyarakat,” Ujar Bupati Arusani.

Menanggapi permintaan tersebut, General Manager PT PLN UIW Sulselrabar, Ismail Deu menyatakan mendukung sepenuhnya terkait rencana Pemerintah Kabupaten Buton Selatan untuk percepatan kelistrikan di Pulau Batuatas, untuk itu pihaknya bakal segera memasukan revisi Rencana Kerja Pemerintah (RKP) han memasukkan pembangunan jaringan distribusi listrik di Pulau Batuatas untuk tahun anggaran 2021 mendatang.

”Kami sangat mengapresiasi langkah cepat Pak Bupati Buton Selatan turun langsung memperjuankan aspirasi warganya sehingga menurut kami Pemkab Busel selangka lebih maju, terlebih lagi Pemkab telah menyiapkan mesin dan siap membangun rumah pembangkit, sehingga PLN akan menyesuaikan untuk percepatan pembangunan jaringan distribusinya.” Ucap Ismail

Pada kunjungan bupati tersebut disepakati bersama bahwa Pemda Buton Selatan akan segera membawa mesin genset ke Pulau Batuatas dan segera membangun Rumah Pembangkit sesuai standar PLN dan pihak PLN akan melakukan percepatan pembangunan jaringan distribusi ke masyarakat pada tahun 2021 mendatang.

”Kemitraan antara Pemkab Buton Selatan dengan pihak PT PLN akan terus diperkuat dan Pemkab Buton Selatan akan membantu memfasilitasi kerja-kerja PT  PLN dalam melayani kelistrikan bagi warga Buton Selatan secara keseluruhan,” Tutupnya.

Untuk diketahui, Kedatangan Bupati Arusani ke Kantor PT PLN UIW Sulselrabar disambut oleh General Manager Ismail Deu bersama beberapa Asisten Manager, sedangkan dari Pemkab Buton Selatan turut mendampingi Bupati, Kabag. Perekonomian dan SDA, Kabag Protokoler dan Komunikasi Pimpinan serta direktur PDAM Buton Selatan. (AM)


Penulis :  Abady Makmur

Editor    :  Anex

 

Gus Menteri Optimis Desa Zero Kemiskinan Segera Terwujud Melalui SDGs Desa

Makassar - InfoBusel || Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar optimis, target desa tanpa kemiskinan akan segera terwujud melalui Sustainable Development Goals (SDGs) atau Pembangunan Berkelanjutan.

Hal itu disampaikan saat acara Evaluasi Pengelolaan Dana Desa Tahun 2020 dan Sosialisasi Permendes 13 Tahun 2020 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 dengan Gubernur dan seluruh Pendamping Desa di Sulawesi Selatan.

Abdul Halim atau Gus Menteri menjelaskan, selama ini banyak program dari Kementrian dan lembaga mulai dari Kemensos, Kemenag bahkan BKKBN yang langsung ke desa, hanya saja penyalurannya kurang maksimal karena tidak tepat sasaran.

"Pertanyaan saya bagaimana agar seluruh program yang berasal dari berbagai Kementerian dan lembaga termasuk Provinsi dan Kabupaten itu betul-betul bisa masuk pada posisi yang memang sesuai dengan yang diharapkan oleh desa," kata Gus Menteri di Hotel Claro Makassar, Sabtu (17/10/2020).

Melalui SDGs Desa yang menjadi pedoman Kepala Desa dalam penggunaan dana desa tahun 2021 tersebut semua program pemerintah akan tepat sasaran, tidak akan terjadi penumpukan pada satu orang tertentu. Dengan demikian, target desa sehat dan tanpa kemiskinan akan terwujud.

Hal tersebut sudah terbukti dengan penyaluran BLT Dana Desa yang mengguncang sata baru berbasis RT dimana BLT Dana Desa itu diberikan kepada warga desa terdampak Covid-19 yang belum sama sekali mendapat bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah.

Desa tanpa kemiskinan yang dimaksud Gus Menteri adalah apabila di suatu desa terdapat 200 warga makan 200 warga miskin tersebut wajib mendapat bantuan jaring pengaman sosial dari pemerintah 

"Maka itulah yang dimaksud dengan desa tanpa kemiskinan, bukan berarti tidak ada orang miskin, kemiskinan yang ada di desa tertangani sesuai dengan kewajiban pemerintah, itu yang disebut dengan negara hadir, memiliki akses terhadap jaring pengaman sosial," terangnya.

Sekedar diketahui, SDGs merupakan rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengentaskan kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan.

Di Indonesia diturunkan dengan lahirnya Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan atau kemudian disebut SDGs Nasional.

Kemudian oleh Gus Menteri diturunkan ke level paling bawah menjadi SDGs Desa. Ia menambahkan beberapa point yang belum ada dalam SDGs Global maupun Nasional yakni memasukkan unsur kearifan lokal dan religiusitas dalam setiap pembangunan.

Adapun SDGs Desa yang dimaksud di atas terdapat 18 tujuan pembangunan berkelanjutan, antara lain:

1. Desa Tanpa kemiskinan

2. Desa Tanpa Kelaparan

3. Desa Sehat dan Sejahtera

4. Pendidikan Desa Berkualitas

5. Desa Berkesetaraan gender

6. Desa Layak Air bersih dan Sanitasi

7. Desa yang Berenergi Bersih dan Terbarukan

8. Pekerjaan dan Pertumbuhan Ekonomi Desa

9. Inovasi dan Infrastruktur Desa

10. Desa Tanpa Kesenjangan

11. Kawasan Pemukiman Desa Berkelanjutan

12. Konsumsi dan Produksi Desa yang Sadar Lingkungan

13. Pengendalian dan Perubahan Iklim oleh Desa

14. Ekosistem Laut Desa

15. Ekosistem Daratan Desa

16. Desa Damai dan Berkeadilan

17. Kemitraan untuk Pembangunan Desa

18. Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif


Teks: Badriy/Kemendes PDTT

 

BERITA POPULER

GALLERY WISATA BUTON SELATAN

PROGRESS KEGIATAN