PANEN PADI PERDANA BUM DESA WAWOANGI

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat Datang di Portal Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Buton Selatan

Berita Terbaru

Penerimaan Beasiswa Dana Desa Tahun 2026 di Desa Bahari Dua, Dukung Pendidikan dan Prestasi Generasi Muda

TPPBusel – Pemerintah Desa Bahari Dua, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, menyalurkan beasiswa yang bersumber dari Dana Desa Tahu...

Rabu, 08 Juli 2020

60 Desa di Buton Selatan Tuntas Registrasi BUMDes


Proses Registrasi BUMDes didampingi TPP

Foto : Icha

Batauga-InfoBusel.    Dalam rangka memudahkan pembinaan kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta sebagai tindak lanjut dari Keputusan Menteri Desa Nomor 96 Tahun 2019 tentang Aplikasi Teknologi Informasi Terintegrasi Lingkup Kementerian Desa PDTT maka Kementerian Desa mengeluarkan Surat Edaran No 2126/PRI.02/VII/2020 tentang Registrasi BUMDes 2020.  Inti daru surat tersebut adalah mewajibkan seluruh Pengurus atau Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk melakukan registrasi dalam aplikasi  BUMDes yang dapat  diunduh di PlayStore.   
Menanggapi surat tersebut, Kepala Dinas PMD Kabupaten Buton Selatan meneruskan kepada para kepala desa se-Kabupaten Buton Selatan untuk ditindaklanjuti oleh Pengurus/Direktur BUMDes untuk melakukan registrasi.  Dengan difasilitasi oleh Tenaga Pendamping Profesional di semua jenjang (TAPM, PD dan PLD) bersama kepala desa dan Pengurus BUMDes, proses registrasi BUMDes pun segera dilakukan, dimulai 4 Juli 2020.  Ada banyak kendala dalam proses registrasinya, namun yang sedikit menghambat adalah ketersediaan jaringan internet di desa yang belum terjangkau jaringan seluler, serta pencatatan transaksi keuangan dari pengurus BUMDes itu sendiri.  Meski demikian, berkat Kerjasama dan kerja keras dari para kepala desa serta pendamping, seluruh BUMDes di Kabupaten Buton Selatan yang ada di 60 desa  sukses teregistrasi sampai dengan 6 Juli 2020.  
Proses registrasi ini dilakukan sebagai prasyarat untuk mendapatkan fasilitas pembinaan dari Kementerian Desa PDTT sebagaiman diuraikan dalam isi surat tersebut seperti yang diungkapkan oleh Wa Ode Salawati, Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa (TA PED) yang mengampu dan melakukan pendampingan pada para Pengurus BUMDes se-Kabupaten Buton Selatan.  “Semoga dengan dilakukannya registrasi ini BUMDes kita mendapatkan berbagai fasilitas dan pembinaan dari Kementerian Desa, dan khusus bagi pengurus, bisa mendisiplinkan diri dalam melakukan pencatatan keuangan  setiap melakukan transaksi” tuturnya. Ia juga  mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam percepatan proses registrasi BUMDes ini. (Anex)

Pertahankan Citarasa, Kopi Rongi Original Diperkenalkan dalam Event Nasional dan Dunia

Kopi Rongi ditampilkan dalam salah satu event nasional

Foto: Sugianto

Sampolawa-InfoBusel. Desa Sandang Pangan Kecamatan Sampolawa memiliki produk olahan kopi yang dikenal dengan Kopi Rongi Original.  Kopi ini merupakan salah satu warisan leluhur yang dikembangkan sejak dulu hingga saat ini. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Desa Sandang Pangan, Jumadil, bahwa Mayoritas masyarakat Desa Sandang Pangan adalah petani kopi yang jumlahnya kurang lebih 200 sampai 300 petani. Desa Sandang Pangan terletak di atas ketinggian 200 m dpl dan sangat cocok untuk pengembangan kopi jenis robusta (dataran rendah). Kopi Jenis robusta ini oleh pemuda-pemudi Desa Sandang Pangan yang tergabung dalam salah satu unit Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Lamando Jaya dikembangkan dengan membuat olahan produk Kopi Original dan sudah memiliki Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) dengan nomor. 535/004/XII/SPP-IRT/2018 yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan dan pada tanggal 7 Desember 2018.

Proses olahan kopi Rongi ini dalam bentuk bubuk yang dibungkus dengan kemasan standing pouch gabungan aluminium foil dan plastik.  Untuk menjaga kwalitas dan citarasanya, proses pengolahan dilakukan secara tradisional, serta perlakuan selama perawatan, panen dan pasca panen juga menjadi perhatian karena sangat menentukan kwalitas kopi tersebut.  
Semenjak adanya usaha pengolahan kopi, sudah ribuan liter kopi masyarakat yang dibeli oleh unit Badan Usaha Milik Desa.  Usaha ini juga dapat memberdayakan masyarakat desa karena setelah biji kopi dibeli, untuk proses sangrai per liternya BUMDes bekerjasama dengan masyarakat yang sudah mahir melakukan proses sangrai yang digaji sebesar Rp. 10.000,-/liter. Produk Kopi Original selain memberdayakan kelompok masyarakat sebagai penopang ekonomi keluarga juga meningkatkan pendapatan pengelola unit usaha sebagai pelaku usaha serta berkontribusi dalam peningkatan PADes.  “Kontribusi PADes dari usaha BUMDes Tahun 2019 yang masuk dalam APBDes Tahun 2020 ini sebesar Rp 3.223.500, dan ini hanya dari hasil usaha olahan kopi tersebut” tutur Ketua BUMDes Lamando Jaya, Ambodi.

Produk Kopi Rongi Original  berjalan sejak Desember 2018 dan hingga saat ini masih tetap diproduksi oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Lamando Jaya.  Citarasanya tetap terjaga seperti yang diungkapkan langsung oleh penikmat kopi yang juga sebagai Barista yaitu Bapak Ramadhan bahwa rasa kopi Rongi memiliki kandungan zat asam yang menonjol dan juga rasa kopi yang tertinggal dilidah setelah diminum kopinya serta memiliki rasa khas yaitu semi arabika karena ada sedikit manisnya. 

Kopi Rongi Original ini juga telah diikutkan dalam berbagai event seperti pameran EXPO TRISAKTI TOURISM AWARD 2019 di Grand Sahim Jakarta oleh Dinas Ketahanan Pangan Buton Selatan pada tanggal 27-29 Juni 2019, juga dipamerkan pada saat memperingati Hari Pangan Sedunia di Kendari pada hari Sabtu, 2 November 2019 serta Event yang bertajuk Kopi Rongi Expo yang digelar di Desa Sandang Pangan, Selasa 3 Maret 2020 oleh Himpunan Pelajar Mahasiswa Rongi (HIPERMAR). 
Jumadil, Kepala Desa Sandang Pangan

Kepala Desa Sandang Pangan yang sering disapa La Yadi, menuturkan bahwa Kopi Rongi diproduksi guna meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja melalui Badan Usaha Milik Desa LAMANDO JAYA. Pemerintah Desa Sandang Pangan berharap agar produksi Kopi Rongi Original ini semakin ditingkatkan dan budidaya kopi tetap menjadi potensi unggulan desa dan sekaligus menjadi produk unggulan Kabupaten Buton Selatan. Pemerintah Desa melalui Badan Usaha Milik Desa juga berharap agar cita rasa khas kopi Rongi tetap dipertahankan dan dapat membangun akses pemasaran baik di wilayah Jazira Pulau  Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara maupun seluruh masyarakat Indonesia.

Penulis : Sugianto
Editor   : Anex

Selasa, 07 Juli 2020

Untuk Ketahanan Pangan Pasca Covid-19, Kemendes Siapkan 90 Ribu Hektar Lahan


Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar

 

JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sedang menyiapkan lahan untuk intensifikasi atau pembudidayaan tanaman yang akan menopang ketahanan pangan nasional pasca pandemi Covid-19.

Menteri Desa Abdul Halim Iskandar atau yang biasa disapa Gus Menteri itu menjelaskan, ketersediaan pangan nasional sangat terbatas karena beberapa bulan terakhir produksi sedikit terganggu dengan adanya pandemi Covid-19. 

"Kita terus melakukan penyiapan lahan transmigrasi untuk ketahanan pangan," ungkap Gus Menteri di Jakarta, Selasa (07/07/2020).

Mantan Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur itu melanjutkan, setidaknya ada sekitar 90 ribu hektar lahan milik masyarakat transmigrasi yang sudah siap untuk digarap, lahan tersebut berada di Kalimantan Utara dan Kecamatan Dadahub.

"Di sana diupayakan proses intensifikasi tanaman pangan, dengan harapan menjadi salah satu upaya ketahanan pangan nasional kita," imbuhnya.

Tidak hanya itu, Kemendes PDTT juga akan memberikan pendampingan khusus bagi BUMDes di seluruh Indonesia untuk menggerakkan kembali ekonomi dengan tatanan hidup baru pasca pandemi Covid-19.

"Selanjutnya kita juga lakukan registrasi desa wisata yang pada akhirnya dilakukan Digitalisasi Desa Wisata. Dua hal ini sangat penting karena basis ekonomi desa ada disitu," pungkasnya.

BERITA POPULER

GALLERY WISATA BUTON SELATAN

PROGRESS KEGIATAN